Princess Alice

Princess Alice
47.Mengunjungi Makam Papa



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Arya tersenyum dan berkata


"Aku berangkat ke kantor dulu ya. Apakah hari ini kamu punya rencana pergi keluar rumah?"


Tiba- tiba Alice teringat papanya


"Kak, aku mau mengunjungi makam papa, bisakah kakak menemaniku nanti siang. Pagi ini aku akan ke butikku sebentar."


"Oke. aku jemputmu di butikmu jam 1 siang nanti, gimana?"


"Baik kak."


Alice menemanin Arya sampai ke mobil Arya yang diparkir di halaman depan mansionnya.


Arya mencium dahi Alice dan melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa nanti siang."


Alice menganggukan kepala dan membalas lambaian tangannya.


Setelah Arya pergi, Alice balik ke kamarnya untuk mengganti baju dan berdandan. Hari ini ia memakai kemeja biru dan celana panjang kulot warna senada. Ia mengikat rambutnya panjang ala pony tail.


Setelah selesai berdandan, ia turun ke bawah dan memanggil Pak Darno supirnya untuk mengantarnya ke butiknya


"Pak, tolong antarkan aku ke butikku."


" Baik nona Alice."


Pengawal Nyonya pun ikut mengawalnya ke butiknya.


Sesampainya di butik Alice disambut Dave sobatnya


"Halo Princess, aku kangen padamu. Bagaimana kabarmu dear?" kata Dave.


"Halo Dave. Aku kangen juga padamu. Kabarku baik, tapi ingatanku blom pulih 100%. Bagaimana keadaan butik selama aku tidak ada?" tanya Alice sambil menatap sekeliling dalam butiknya.


"Orderan banyak princess. Sekarang lagi banyak orderan dress biru yang kau kenakan waktu acara konferensi pers kemarin." cerita Dave.


"Oh yach baguslah. Aku masih jadi trendsetter ya." kata Alice tertawa .


Alice dan Dave saling bertukar cerita tak terasa waktu menunjukkan pukul 1 siang.


"Hallo honey .Apakah kau sudah siap sekarang?" tanya Arya yang tiba- tiba sudah ada di dalam butiknya.


"Hallo Dave apa kabarmu?" sapa Arya


"Hallo kak. Baik, senang rasanya bertemu dengan Princess lagi. Jadi keasyikan ngobrol lupa waktu."


Alice berdiri dari kursinya dan menghampiri Arya


"Aku sudah siap kak." kata Alice tersenyum menatap suaminya.


"Kami pamit dulu ya Dave Bye ." kata Alice sambil menggandeng lengan Arya


"Bye princess. Hati- hati di jalan ya." kata Dave


Arya membukakan pintu mobil bagian depan untuk Alice. Alice tersenyum dan duduk di sisi kiri Arya yang menyetir mobil. Sesekali Alice melirik Arya yang menyetir mobil


'Ia mempunyai karakter yang baik, apakah ia menyayangiku dengan tulus?Semoga ia benar- benar menyayangiku dengan tulus.'


Arya pun sesekali melirik Alice yang duduk disampingnya


'Semoga hari esok gadisku lebih kuat dan sabar karena banyak orang yang akan mengusiknya dan mencoba menjauhkan dariku. Aku berjanji akan selalu membantunya dan melindunginya.'


Akhirnya setelah perjalanan hampir dua jam, mereka tiba di pemakaman elite yang ditata seperti taman bunga yang indah. Alice berjalan sambil bergandengan tangan dengan Arya. Mereka berhenti di depan makam papanya tercinta " Harris Saputra" yang bersebelahan dengan makam mamanya "Sheren Tjokro" .


Mereka berdoa bersama di depan makam papa dan mama Alice.


Di dalam doanya Alice mendoakan papa dan mamanya dapat berbahagia bersama di kehidupan kekal mereka disana.


Arya menatap makam Pak Harris Saputra alias mertuanya, ia memejapkan matanya untuk berdoa mendoakan bapak mertua bahagia bersama istrinya di kehidupan kekal disana.


Arya juga berjanji akan selalu melindungi Alice sampai ajal menjemputnya.


Arya membuka matanya dan melirik istrinya yang sedang berdoa sambil meneteskan air matanya.


Ia segera memeluknya memberi penghiburan dan kekuatan.


Alice memeluk Arya dengan erat, ia merasa nyaman berada di pelukannya.


Arya menggandeng tangan Alice meninggalkan deretan makam- makam keluarga aristokrat.


Matahari mulai terbenam, Arya membukakan pintu mobil ,Alice pun segera naik ke mobil dan Arya segera mengemudikan mobilnya meninggalkan pemakaman elite itu diikuti sebuah mobil hitam berisi pengawal untuk menjaga Alice.


Di Pemakaman Elite X


Dari kejauhan sepasang mata melihat dua anak manusia sedang berpelukan di depan makam keluarga Tjokro. Ia mengepalkan tangannya menahan emosi


'Akan aku kacaukan hidup kalian keturunan Margaret Tjokro.'


Seorang wanita cantik berumur 50 tahunan berjalan keluar dari pemakaman elite itu.


Ia baru saja mengunjungi makam 'Charles Morris Atkinson' yang merupakan opa Alice yang keturunan Inggris.


Siapakah wanita cantik itu?Mengapa ia mengunjungi makam opa Alice?Mengapa ia begitu benci pada Nyonya Margaret Tjokro?


Di Mobil Arya


Arya melirik Alice yang tertidur di sepanjang jalan.


Arya merapikan anak rambut Alice yang menutupi wajahnya. Alice merasakan sebuah tangan di pipinya. Ia terbangun dan membuka matanya


" Kita sudah sampai dimana kak?" tanya Alice


"Masih di tol. Kamu sudah lapar? Apakah kamu mau makan?"


Alice menganggukan kepalanya. Arya memberinya makan snack yang disimpannya di mobil.


"Makanlah ini dulu! Aku akan keluar tol dulu, mencari restaurant terdekat."


Akhirnya mobil Arya memasuki kawasan kuliner, ia memilih restaurant makanan lokal. Alice bergegas keluar dari mobil diikuti Arya. Arya tersenyum geli karena ia tau gadisnya sudah lapar.


Alice memesankan makanan buat 4 orang pengawalnya yang berada di meja pojok. Alice memesan nasi timbel, ikan gurame bakar, kangkung tumis, tahu dan tempe goreng ,dan sambal ulek kesukaannya.


"Hmm...makanannya lezat kak, aku kenyang, thanks kak." kata Alice tersenyum.


"Ternyata istriku kalo makan banyak juga, lapar atau doyan ya?" kata Arya tertawa .


"Kak, jangan keras- keras dong suaranya. Nanti aku masuk berita nih. Lagipula semalam kakak sudah buat aku kecapean, jadi aku butuh tenaga buat recharge." kata Alice dengan suara kecil.


"Kalo gitu nanti malam kita buat satu ronde lagi gimana?" kata Arya sambil tertawa menggodanya.


Alice mencubit lengan Arya.


Alice tersipu malu dan buru- buru menarik lengan Arya keluar dari restaurant.


Tiit..Bunyi remote mobil berbunyi Alice segera memasuki mobil. Arya tersenyum melihat tingkah istrinya, ia segera meninggalkan restaurant itu menuju mansionnya.


Akhirnya mereka sampai di mansion Alice, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Alice segera masuk kamar mandi untuk mandi. Setelah beberapa menit, ia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet untuk mengambil piyama tidurnya.


Arya gantian masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah beberapa menit, ia keluar dari kamar mandi melihat Alice sudah berbaring di ranjang menutupi tubuhnya sampai hanya tertinggal ujung kepalanya. Arya tertawa ngakak melihat tingkah istrinya.


Arya masuk ke walk in closet untuk mengambil piyama tidurnya. Setelah selesai berpakaian, ia segera menuju ke ranjang. Ia sengaja menarik selimut, tetapi selimut tidak bergerak. Ia tau Alice menahannya. Ia mendekati Alice sambil berbisik


"Honey, aku melihat ada kecoak di dekatmu."


Alice kaget dan ia segera keluar dari selimutnya dan memeluk Arya ketakutan.


Arya tertawa sambil memeluk istrinya. Alice memukul lengan Arya sambil memanyunkan bibirnya


" kakak jahat udah tau aku geli ama kecoak." kata Alice


Arya terus memeluk istrinya, walaupun Alice memberontak di awalnya. Akhirnya Alice pasrah dipeluk Arya, ia pun merasa nyaman dalam pelukannya


" Aku merasa nyaman berada di pelukannya."


Alice tertidur di dalam dekapan Arya sepanjang malam.


Bersambung🙏


^Ayo dukung Author terus dengan memberi VOTE, LIKE dan Comment.😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊