Princess Alice

Princess Alice
95. Pemandangan Sangat Indah



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Arya menggendong istrinya yang terlelap tidur menuju kamar tidur. Ia meletakkan istrinya perlahan- lahan agar tidak terbangun. Ia menatap wajah cantik istrinya sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya


' Lusa adalah waktu penentuan nasib kita berdua, mari kita hadapi bersama **h**oney. Sweet dreams.'


Keesokan Paginya


Matahari mulai bersinar memancarkan cahayanya menembus jendela kaca kamar tidurnya. Alice menggeliat dan membuka kedua matanya. Ia melirik suaminya masih terlelap tidur. Ia melirik jam yang ada di sebelah nakasnya menunjukkan pukul 7 pagi.


Alice menggoyang- goyangkan lengan suaminya


" Sayang, bangun udah siang nih. Aku mau pulang ke mansion menyusui baby kita. Bukankah pagi ini kakak ada meeting dengan klienmu?" ucap Alice.


Arya membuka matanya sambil tersenyum


" Morning honey. Baiklah ayo kita mandi bersama!" ucap Arya melirik Alice dengan senyuman smirk.


Alice segera lari ke kamar mandi lebih dulu dan menutup pintu kamar mandi dengan cepat.


" Maaf sayang, aku duluan ya mandi. " ucap Alice


' Mandi bersama bukannya jadi cepat nanti malah bisa berjam- jam selesainya...Aargh dasar otaknya lagi mesum.'


Arya tertawa terkekeh- kekeh melihat istrinya yang lari masuk ke kamar mandi dengan terburu- buru.


Hanya membutuhkan waktu 10 menit Alice sudah keluar dari kamar mandi. Ia bergegas berpakaian casual kaos putih dan celana jeans tak lupa memakai make up soft. Ia mencari suaminya ternyata suaminya sedang berada di dapur.


Arya sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Hari ini ia menyiapkan breakfast sederhana menggunakan bahan yang tersedia di kulkas.


" Hmm...wanginya harum." ucap Alice melirik ke arah wajan anti lengket penuh nasi goreng seafood.


Arya tersenyum sambil menyendokkan nasi goreng seafood ke piring istrinya lalu memberikan pada Alice. Sisanya baru ia sendokkan dan taruh di piring miliknya.


Mereka menghabiskan breakfast sambil mengobrol dan bersenda gurau.


Setelah 15 menit mereka habiskan di meja makan. Arya bergegas menuju kamar mandi sedangkan Alice membersihkan sisa makanan breakfast mereka dan merapikan dapur.


Setelah 15 menit Arya keluar dari kamar dan sudah berpakaian rapi hendak ke kantor . Alice merapikan dasi suaminya


" Besok akan diadakan rapat pemegang saham. Aku akan menelpon Chris memastikan dia sudah mengambil alih aset perusahaan kita yang dijual ke Farel. Sayang, kau jangan takut aku akan mendukungku." ucap Alice tersenyum.


" Terima kasih honey atas dukunganmu." ucap Arya sambil mengecup kening istrinya.


Arya pamit sambil mengecup bibir istrinya singkat sebelum berangkat ke kantornya. Alice tersenyum sendiri sambil menatap punggung suaminya menghilang dari balik pintu apartmentnya.


Setelah selesai membersihkan apartment Arya, ia berangkat menuju butiknya yang sudah sebulan ini belum sempat ia datangi sejak ia melahirkan.


Alice menyetir mobilnya menuju kawasan bisnis dan akhirnya setelah menempuh 40 menit menembus kemacetan di siang hari Alice tiba di ruko butiknya.


Alice berjalan memasuki ruko butiknya. Ia disambut oleh para pegawainya, mereka memberikan hadiah atas kelahiran putranya dan mengucapkan selamat atas kelahiran putranya. Alice mengucapkan terima kasih atas ucapan dan hadiah yang ia terima.


Alice menaiki tangga menuju lantai 2 tempat ruangan dirinya dan Dave sahabatnya berada.


ceklek


Pintu dibuka Alice dan ia melihat Dave sedang sibuk menatap ke layar laptop.


" Morning Dave." ucap Alice tersenyum pada sahabatnya.


Dave yang terkejut melihat kedatangan sahabatnya sekaligus partner bisnisnya bergegas bangun dari kursi kebesarannya menuju ke arah Alice sambil merentangkan kedua tangannya.


" Morning princess. Apa kabarmu dear? " ucap Dave dengan gaya kemayu sambil memeluk Alice.


Alice langsung membuka laptop Dave dan meneliti laporan penjualan butik. Setelah 30 menit membaca dan menganalisa laporan penjualan butik. Alice tersenyum puas atas pencapaian omzet butiknya yang naik 30% di tengah krisis ekonomi.


Alice memerintahkan Dave menambah stock dress atau gaun yang menjadi favorit para klien . Setelah berbincang selama 1 jam dengan Dave sahabatnya mengenai bisnis mereka. Alice mengambil ponselnya dan memencet nomor Chris


Chris📞: Halo Alice. How are you?( apa kabarmu?)


Alice📞: Hai brother. I'm fine. ( saya baik).Gimana perkembangannya?


Chris📞: Hahaha...ternyata kau tidak sabaran ya dear.


It' s done ( sudah selesai). Pria bodoh langsung menyerahkan aset perusahaanmu setelah saham perusahaannya aku goncang kemarin dan pagi ini. Aku sedang mengutus asistenku ke kantornya agar pria bodoh itu menandatangani Perjanjian tertulis menyerahkan aset perusahaanmu padaku.


Alice📞: Brilian brother. Thanks for your help.


Chris📞: Sama- sama dear.


Alice menutup ponselnya lalu matanya beralih ke buku sketsa dan tangannya mulai membuat goresan- goresan yang bermakna dan indah. Walaupun mata dan tangannya sibuk mencoret- coret di kertas tetapi pikirannya tidak berada di sini bersamanya.


Sesaat Dave memperhatikansahabatnya.


" Princess, sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Dave penasaran.


Alice menengadahkan wajahnya lalu tersenyum ke arah sahabatnya Dave yang selalu bisa menebak dirinya yang sedang gelisah.


" Besok adalah hari penentuan nasib Arya dan diriku. Dua tahun lalu, oma ku membuat Perjanjian Pra Nikah dimana Arya terpaksa menanda tangani sedangkan diriku menolak menandatangani." cerita Alice dengan nada sedih.


" Apa isinya ?" tanya Dave penasaran.


" Setelah dua tahun pernikahan, Arya harus meninggalkan perusahaan dan memberikan jabatan CEO pada kak Adrian dan imbalannya ia menerima 10% saham perusahaan. Selain itu ia harus meninggalkan diriku." cerita Alice dengan nada sedih.


" Oma mu sungguh kejam dan tak berperasaan. Padahal papamu sudah memberikan perusahaan untuk dikelola Arya dan dirimu dan menjodohkan dirimu dengan Arya. Arya seorang pria pekerja keras, jujur dan bertanggung jawab. Apakah oma mu tidak bisa membedakan berlian dengan kerikil. Kasihan dirimu . Selalu tegar dan sabar yach dear." ucap Dave sambil memeluk dan menghibur sahabatnya yang tersayang.


" Thanks Dave. Hiks...hiks.." ucap Alice dengan suara sesunggukan .


Waktu terus berjalan, tak terasa matahari akan terbenam. Alice bergegas untuk pulang ke mansion. Ia sudah rindu akan baby boy nya yang ia tinggal seharian karena bekerja .


Tepat pukul 6 sore, ia tiba di mansion disambut bu Tutik sang pengasuh bayinya.


" Selamat sore Nyonya. Baby Leo sudah mandi sore dan minum susu nyonya. Sebaiknya nyonya mandi dulu sehingga dapat menyusui baby Leo." ucap sang pengasuh baby.


Alice bergegas berjalan menuju kamar mandi untuk ritual membersihkan dirinya. Ia menuangkan aromaterapy ke dalam bathup. Ia merendam dirinya di dalam bath up menikmati kesendirian dan merilekskan tubuhnya setelah seharian bekerja. Hampir saja ia tertidur, ia mendengar sayup- sayup suara tangis bayinya. Ia bergegas membilas dirinya dengan air bersih dan beranjak keluar dari bath up menggunakan bathrope.


Alice menuju walk in closet dan menemukan piyama yang cocok untuk ibu menyusui. Alice mengambil bayinya dari ranjang bayinya , menggendong dengan lembut di lengannya . Ia berjalan menuju ranjang. Ia duduk di ranjang dengan bersandar di kepala ranjang.


Alice membuka dua kancing piyama nya untuk mulai menyusui bayinya. Ia mengelus lembut pipi putih bayinya yang masih asyik mengen*** pu**** payu**** ibunya hingga bayinya tidur pulas setelah minum ASI .


Alice menyanyikan sebuah lagu tidur untuk bayi.


Alice tak sadar dari beberapa menit sebelumnya, sepasang mata hitam menatap penuh bahagia dengan senyum yang dikulum oleh bibirnya.


' Itu pemandangan yang sangat indah . Aku sangat bahagia melihat istri dan anakku. Semoga esok hari memberikan aku hasil yang menggembirakan.'


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Salam sehat selalu ya guys..Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorit untuk update cerita terbaru😁🙏