Princess Alice

Princess Alice
59.Kedatangan Gerald Wiryamantra



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Alice melangkahkan kakinya keluar dari Cafe 'S ' di daerah perkantoran. Dari sejak ia duduk di Cafe 'S' ia mengamati beberapa pasangan menghabiskan waktu makan siang mereka sambil bercengkerama, itu membuat hatinya merasa sedih dan sedikit iri pada mereka. Sambil berjalan Alice termenung dan bergumam


'Mereka mempunyai pasangan yang tidak sesibuk Arya, jadi mereka bisa menghabiskan waktu makan siang mereka bersama. Tapi aku harus ingat bersyukur selalu mempunyai Arya yang mendampingiku mengurus perusahaan dan ia juga suami yang selalu melindungiku.'


Setelah 5 menit berjalan, ia tiba di lobby gedung kantornya. Pak Satpam dan Represionis yang ada di lobby menyapanya


"Selamat siang nona Alice."sapa pak Satpam dan Represionis.


"Siang " ucap Alice tersenyum pada mereka.


Alice berdiri di depan lift menunggu kedatangan lift yang akan membawanya ke lantai ruang kerjanya dan Arya.


Tring...


Pintu lift terbuka, ia segera masuk ke dalam lift dan memencet tombol 15.


Tring...


Pintu lift terbuka, ia keluar dari lift menuju ruang kerja Arya. Alice berdiri di depan pintu ruang Arya. Alice membuka pintu ruangan Arya


ceklek


Alice tidak menemukan seseorang pun disana.


' Mungkinkah Arya masih di ruang rapat?'


Alice melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 1.30 siang.


'Apakah kak Arya sedang makan siang?'


Alice memencet intercom, ia menelpon bagian Security


Alice: Hallo pak, saya Alice. Bisakah menyambungkan CCTV ke laptop saya?


Security: Hallo nona Alice. Baiklah tunggu sebentar.


Alice menutup telponnya dan menunggu intruksi pak Security. Setelah 5 menit, pak Security memberi kabar pada Alice.


Security: Hallo nona Alice, saya sudah sambungkan CCTV setiap bagian kantor ke laptop nona.


Alice: Terima kasih pak.


Alice menyalakan laptopnya dan mulai memeriksa CCTV.


Ia menemukan Arya yang masih berada di ruang rapat bersama Dimas, Adrian, Marisa dan para Direksi.


Alice memakai headset untuk mendengarkan percakapan di ruang meeting. CCTV yang dimiliki kantor Alice sudah memiliki mic audio yang dapat merekam suara. Alice sangat senang mencoba teknologi terbaru ini


' Wow keren. Aku terasa menjadi spy girl.'


Alice tersenyum dan mulai mendengar percakapan para Direksi senior yang iri pada Arya dan menyindir Arya.


Arya : Pengacau yang menyebabkan pembangunan Apartment X tertunda sebulan ini sudah kami tangkap dan serahkan pada Polisi. Menurut pengacau itu, ia dibayar oleh salah satu petinggi di perusahaan ini.


Terdengar suara orang yang kaget dan bercakap- cakap antar Direksi.


Direksi Senior: Pak Arya, kamu tidak bisa menyimpulkan dari kata- kata pengacau itu, bisa aja dia berbohong. Itu menurut pengalaman saya berpuluh- puluh tahun bekerja.


Arya: Aku sudah memegang data- data Petinggi di perusahaan ini yang korupsi ataupun yang membuat kerugian di perusahaan ini. Ini bukti salah satunya Pak Gerald Direktur senior perusahaan ini.


Arya geram dan memukul meja sambil mengangkat kertas Data transaksi


keuangan yang mencurigakan.


Beberapa Direksi tampak kaget dan beberapa tampak takut. Arya memiringkan bibirnya sambil tersenyum puas membuat beberapa Direksi ketakutan.


Alice yang melihat kejadian itu dari layar laptopnya ikut tersenyum puas.


Arya meneruskan meetingnya dengan memberikan kesempatan para Direktur untuk mengambil keputusan.


Arya: Siapa yang setuju untuk mengeluarkan Pak Gerald dari jabatannya sekarang?


Beberapa Direktur mengacungkan tangannya yang menandakan mereka setuju dan sepaham dengan Arya. Alice menghitung dari jumlah direktur sebanyak 8 orang, 6 orang direktur setuju ditambah Arya dan kak Adrian menjadi 8 orang yang setuju , sedang 2 orang tidak setuju.


Arya: Setelah melihat hasil voting terbanyak yaitu setuju. Saya putuskan Pak Gerald diberhentikan dari jabatannya sekarang. Terima kasih atas kedatangan bapak ibu direktur sekalian pada siang hari ini..Meeting hari ini saya tutup.


Para Direktur beranjak dari kursi masing- masing menuju pintu keluar ruang rapat. Beberapa orang ada berjalan keluar pintu dengan saling mengobrol, ada yang mukanya berubah kesal dan asam dan tidak salah lagi mereka ada orang- orang terdekat pak Gerald.


Arya yang melihat mereka yang mukanya berubah asam dan kesal tersenyum dengan menyunggingkan bibirnya.


'Tak salah lagi mereka orang terdekat Pak Gerald yaitu Pak Bima dan Pak Surya.'


Seorang pria berumur setengah abad keluar dari pintu rapat dengan mimik muka kesal, ia berjalan cepat menuju pojok lorong yang sepi orang. Ia merogoh kantong celananya untuk mengambil ponselnya lalu ia memencet nomor yang sering dikontaknya . Ia menunggu telponnya yang diangkat


Gerald : Hallo, Bim. Apa kabar?


Gerald : Sial*** anak kecil itu ikut campur urasanku aja. Aku masih di Malaysia Bim. Besok aku balik , aku langsung urus masalah ini.


Terdengar suara wanita yang memanggil Gerald


'Ayo sayang, lama sekali kau menelpon.'


Gerald : Ok Bim...Sampai jumpa besok.


Gerald menutup ponselnya, lalu menatap gadis muda itu dengan nafsunya bergebu- gebu yang sempat tertunda karena telpon dari sahabatnya Bima yang mengabarinya segala perbuatannya sudah diketahui oleh Arya dan pastinya Nyonya Margaret ibu mertuanya.


"Okay sayang, aku kembali cup..cup.." ucap Gerald sambil mencium bibir gadis muda itu dan tangannya mengerayangi tubuh gadis muda itu.


Gadis muda itu tampak menikmati permainan pria setengah abad tapi terliat gagah ini. Desahan terdengar dari mulut gadis muda ini. Tetapi di dalam hatinya, ia merindukan seseorang yang sudah lama ia nantikan. Ia hanya perlu menyerahkan bukti terakhirnya yaitu percakapan telpon antara Gerald dan Bima untuk diserahkan besok setelah ia tiba kembali ke tanah air.


Di Kantor Alice


ceklek


Pintu dibuka Arya setelah selesai rapat, ia terkejut mendapati istrinya sudah duduk manis di meja kerjanya.


"Honey, kapan kamu tiba?"tanya Arya tersenyum berjalan mendekatinya .


"Hmm...baru saja dan aku sangat menikmati pertunjukkan yang kakak lakukan. Kau sangat luar biasa kak." ucap Alice sambil mendongakkan wajahnya karena Arya sudah berada di samping tubuhnya .


Arya penasaran tentang pertunjukkan yang dimaksud Alice. Ia berjalan mendekati meja Alice dan menatap laptop Alice. Ia tertegun ternyata Alice mengikuti rapat dirinya dengan para Direktur dari laptop yang terhubung CCTV.


" Aku sudah mengirim video rapat ini ke Nyonya." ucap Alice dengan muka senang dan bangga .


Arya tersenyum lalu mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah Alice sehingga hanya berjarak beberapa centimeter.


"Aku mau minta hadiah darimu honey." bisik Arya di telinga Alice.


Alice merasakan hembusan nafas Arya yang berbau mint membuat dirinya merasakan desiran- desiran di tubuhnya. Pipinya pun merona merah.


'Gawat nih buatku malu aja kalo ketauan.'


Alice lalu spontan mencium bibir Arya


cup


Alice lalu keluar dari ruangan sambil mengatur nafasnya .Arya tertawa melihat tingkah istrinya.


drrt...drrt...


Arya mengangkat telpon dari seorang detektif yang disewanya untuk mengikuti pak Gerald.


Arya : Hallo pak. Gimana ada info baru pak?


Detektif : Hallo pak Arya. Pak Gerald besok akan kembali ke tanah air.


Arya : Terima kasih infonya pak. Tetap terus amati gerak gerik pak Gerald.


Arya tersenyum sambil menyunggingkan bibirnya dan bergumam


'Aku akan tunggu kedatanganmu Pak Gerald Wiryamantra.'


Alice masih mengatur nafasnya ,tiba- tiba ponselnya berbunyi. Ia melihat nama ' Olivia' adik sepupunya tersayang. Ia segera mengangkat ponselnya


Alice: Hallo Oliv. Bagaimana kabarmu?


Oliv : Hallo kak. Aku sudah lebih baik. Thanks kakak udah menolongku di Club dan maaf merepotkanmu.


Alice: Syukurlah kau sudah lebih baik. Aku tidak merasa direpotkanmu. Anytime kamu dapat menelponku adikku.


Oliv: Kak, papaku besok akan pulang ke tanah air. Aku sangat takut dia akan marah kalau ia tau...hiks... hiks...hiks


Alice: Oliv sayang , jangan takut , aku akan selalu melindungimu dan menjagamu. Ayo hapus air matamu, jangan sampai mamamu liat air matamu. Kamu harus kuat, kita adalah Tjokro girls. Kau akan menjadi pewaris 'Tjokro Grup ' seperti diriku.


Oliv:Baik kak. Aku tutup dulu telponnya kak. Bye.


Alice: Bye Oliv.


Alice termenung dan bergumam


' Kita berdua harus kuat melawan penghianat perusahaan karena kita adalah 'Tjokro Girls' cucu Nyonya .'


HAPPY WEEKEND READERS🤩


BERSAMBUNG🙏


^ Ayo dukung terus Author untuk tetap Kasih VOTE, LIKE dan COMMENT😁😁


THANKS🙏


^ Klik Favorit untuk tetap UPDATE kelanjutan kisahnya 😁🙏