
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Setelah menjenguk bayi laki- lakinya, ia kembali berjalan menuju ruang Alice dirawat.
ceklek
Arya menatap istrinya masih tertidur lelap. Ia berjalan menuju jendela kamar yang lebar sehingga dapat melihat pemandangan kota yang penuh dengan gedung- gedung bertingkat dan jalanan yang macet di kota.
Arya mengambil ponselnya dari kantong celananya lalu memencet sebuah nomor
Dimas📞: Hallo pak. Ada yang bisa saya bantu?
Arya📞: Hallo Dim. Coba kau telusuri siapa yang menjual aset perusahaan kita? Aku mencurigai ada orang dalam yang terlibat.
Dimas📞: Baik pak.
Arya menutup ponselnya dan menaruhnya kembali ke kantong celananya. Ia melirik istrinya yang masih tertidur. Ia merapikan anak rambut istrinya yang berantakan ke belakang telinganya.
Tiga hari lamanya Alice berada di rumah sakit untuk pemulihan badannya. Tepat hari ini Alice dapat membawa pulang bayi laki- lakinya ke mansionnya.
Sesampainya Alice di mansionnya, disana sudah menunggu Nyonya Margaret , tante Shanon, Olivia ,Adrian , Marisa serta bayinya.
"Hallo Alice dear. Selamat ya sudah jadi seorang mommy." ucap oma nya sambil mencium pipi kiri dan pipi kanannya.
" Thanks oma." ucap Alice sambil memeluk oma.
Ucapan selamat diberikan kak Adrian serta istrinya Marisa.
" Selamat juga untukmu Marisa atas kelahiran bayi perempuannya." ucap Alice.
" Terima kasih nona Alice." ucap Marisa tersenyum.
Seorang gadis muda yang cantik berusia 19 tahun berbadan mungil menghampiri sepupunya
"Hallo kak Alice, gimana rasanya kak jadi seorang ibu?" tanya Olive sambil memeluk sepupunya tersayang.
" Hmm gitulah... walau ngantuk tapi aku masih bisa adaptasi dengan keadaanku sekarang. Ayo bantu aku ke kamarku." ucap Alice tersenyum .
Alice melangkahkan kakinya perlahan menaiki tangga mansionnya, ia menahan perih jahitan di area sensitifnya yang masih terasa.
" Pelan- pelan kak melangkahnya." ucap Olive yang menuntunnya naik tangga.
" Mana kak Arya, kak?" tanya Olivia sambil menolehkan mukanya ke kiri dan ke kanan.
" Dia tidak bisa menghantarkan aku pulang karena ada meeting dengan kliennya pagi ini." ucap Alice .
" ooo..." ucap Olive.
ceklek
Pintu kamarnya dibuka, ia bergegas merebahkan dirinya di tempat tidurnya.
' Hmm...nyaman rasanya.'
tok..tok..
" iya masuk." ucap Alice.
Tampak tante Shanon masuk ke dalam kamarnya bersama seorang wanita berusia 40 tahun .
" Alice dear, aku membawakanmu seorang pengasuh bayi untuk membantumu." ucap tante Shanon sambil tersenyum.
" Selamat siang nyonya Alice ,nama saya Tutik nyonya." ucap wanita pengasuh bayi itu.
Alice menatap calon pengasuh bayi nya itu. Ia menganggukan kepalanya
" Bu Tutik tolong bawa bayiku ke sini karena saatnya ia minum ASI!" perintah Alice.
" Baik nyonya." ucap wanita pengasuh bayi.
Beberapa menit kemudian, wanita pengasuh bayi itu membawa bayi laki- laki Alice ke dalam kamar majikannya. Wanita pengasuh bayi itu menyerahkan bayi laki- laki yang masih terlelap tidur kepada mommy nya.
Alice menerima bayi laki- lakinya dari tangan pengasuhnya. Ia membelai pipi putih bayi laki- lakinya.
' Bayiku mirip dengan papa. Andai papa ada bersamaku sekarang.'
Tak terasa air matanya menetes di pipinya. Ia mengusap air matanya dengan jari lentiknya. Olivia melihat air mata Alice yang menetes di pipi Alice. Olivia segera menghampiri Alice yang berada di tempat tidur.
" Ada apa kak? " ucap Olivia merangkul sepupunya.
" Tidak ada apa- apa kok. Aku cuma teringat papaku, bayiku begitu mirip dengan papa." ucap Alice dengan nada sedih.
" Jangan sedih gitu kak. Iya bayimu begitu tampan. Semoga bayimu tumbuh besar setampan, cerdas serta berkarakter baik seperti om Harris ." ucap Olivia.
Bayi laki- lakinya sedang berada di lengan Alice sambil menghisap pu**** pa****** Alice tampak matanya tertutup . Alice membelai pipi putih bayi laki- lakinya.
Tak terasa 20 menit bayinya telah berada di lengannya. Bayinya telah selesai minum ASI dari 15 menit yang lalu, tampak bayinya sedang tertidur lelap. Alice menyanyikan sebuah lagu buat bayinya membuat bayinya semakin nyaman tidur nya.
" Nyonya, bisakah saya membawa bayi nyonya ke tempat tidurnya?. Nyonya bisa beristirahat sekarang." ucap wanita pengasuh bayi.
Alice menganggukan kepalanya sambil menyerahkan bayi laki- lakinya itu pada wanita pengasuh bayi. Alice menatap punggung wanita pengasuh wanita itu sampai menghilang dari balik pintu.
Di kantor
Arya baru saja sampai di kantornya setelah meeting di luar dengan kliennya.
tok...tok...
" Iya masuk." ucap Arya.
Dimas masuk sambil membawa beberapa dokumen. Dimas menghampiri meja bossnya.
" Selamat siang tuan. Saya sudah mengumpulkan dokumen- dokumen terkait penjualan aset perusahaan kita. Silakan tuan periksa." ucap Dimas sambil memberikan dokumen- dokumen itu.
" Terima kasih Dim." ucap Arya sambil mengambil dokumen - dokumen itu dari tangan Dimas.
" Saya permisi dulu pak. Ada yang harus saya selesaikan." ucap Dimas sambil melangkah keluar ruangan.
" Silakan Dimas." ucap Arya
Arya mulai memeriksa dokumen- dokumen yang terkait penjualan aset perusahaannya. Setelah beberapa jam ia berkutat dengan dokumen- dokumen yang diberikan Dimas, akhirnya ia menarik nafas panjang sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursinya.
' Apakah Alice perlu mengetahui hal ini? Apa reaksinya setelah mengetahui dalang orang yang menjual aset perusahaannya?'
Arya menundukkan kepalanya sambil kedua tangannya menyiku di atas meja kerjanya. Arya merasa tak percaya setelah ia mengetahui faktanya ia berpikir tidak mungkin dia orangnya.
' Pasti ada yang memprovokasinya. Tak mungkin dia bertindak seperti itu tanpa sebab.'
Arya melirik jam tangannya, tepat pukul 6 sore. Ia bergegas berdiri dari kursi kebesarannya dan mengambil jasnya dan berjalan keluar ruangannya menuju lift.
Ia bergegas keluar dari lift menuju mobilnya yang terparkir di basement. Seorang bapak tua menyapanya
" Selamat sore tuan. Selamat atas kelahiran putra tuan dan nyonya Alice." ucap bapak tua berusia setengah abad yang telah mengabdi 30 tahun mengabdi di perusahaan sebagai petugas keamanan.
" Terima kasih pak." ucap Arya tersenyum.
Arya bergegas memasuki mobil hitamnya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion untuk melepas rasa rindunya
dengan anak serta istrinya.
Setelah menempuh perjalanan 45 menit menembus kemacetan di sore hari di kota, akhirnya ia tiba di mansion. Ia memarkirkan mobilnya di halaman mansion.
Arya bergegas keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju dalam mansionnya. Ia bergegas menuju lantai dua mansionnya.
ceklek
Ia memasuki kamar tidurnya. Ia melihat istrinya sedang menyusui bayinya.
" Hallo honey. Aku mandi dulu ya." ucap Arya tersenyum.
Hanya 5 menit Arya berada di dalam kamar mandi lalu ia keluar dengan menggunakan handuk yang dililit di pinggangnya. Ia bergegas memasuki walk in closet untuk mengambil kaos dan celana pendeknya.
Arya bergegas keluar dari walk in closet menuju tempat tidurnya. Ia duduk di sebelah Alice yang sedang menidurkan bayinya setelah menyusui.
" Apa kabarmu hari ini? apakah kau capek seharian merawat bayi kita?" ucap Arya sambil mencium pucuk kepala Alice.
Alice menolehkan mukanya ke arah Arya.
" Tidak. Aku dibantu bu Tutik pengasuh bayi." ucap Alice sambil tersenyum.
Arya mengambil bayi laki- lakinya dari Alice lalu dengan luwesnya ia menggendong bayinya sambil menyanyikan baby song.
Alice yang mendengarkan suara Arya yang menyanyikan baby song menahan tawanya.
' Kak Arya sungguh mengagumkan .'
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁