
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Keesokan Pagi
Di Desa
Sinar matahari memasuki kamar yang ditempati Alice.
Alice terbangun dari mimpinya, ia bermimpi sedang berjalan di sebuah hutan dan ia digandeng oleh seorang pria yang tidak bisa tampak wajahnya .
'Siapa pria yang ada di mimpiku?, aku tidak bisa melihat wajahnya.'
Tok..tok..
"Iya masuk" kata Alice.
"Nona, kakak nona ada di teras rumah. Ia akan menjemput nona pulang ke rumah, katanya ibu nona sudah rindu pada nona." kata Pak Kepala Desa.
"Baiklah pak" kata Alice.
'Kalau aku melarikan diri, keluarga pak Kepala Desa pasti akan disakiti oleh wanita itu. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.'
Akhirnya Alice keluar dari kamarnya.
"Hallo my little sister, kita segera kembali ke rumah dear. Ibu kita sangat kangen padamu." kata wanita itu sambil mencium pipi Alice.
Alice mengepalkan tangannya menahan emosinya
'Rasanya aku mau pukul wanita ini, dasar wanita licik.'
Alice pamit pada pak kepala desa dan keluarganya. Ia mengedipkan matanya pada anak pak kepala desa Bima.
"Sampai jumpa Bima. Ingat pesan kakak padamu." kata Alice sambil mengedipkan matanya.
" Baik kak." kata Bima.
Alice menuju sebuah mobil hitam Avanza ,seorang pria gendut menyuruhnya naik di kursi tengah dan ia disebelahnya. Di kursi depan ada seorang pria gondrong dan pria kurus menjadi supirnya.
Sedangkan wanita boss naik ke sebuah mobil sedan Altis putih bersama seorang supirnya.
'Aku sekarang menjadi tahanan yang sedang dikawal.
Di sepanjang jalan, Alice terus memikirkan cara meloloskan dirinya. Setelah menempuh perjalanan 2 jam,tiba- tiba ia merasa mual dan akan muntah.
'Eh bang, aku mau muntah bisa pinggirkan mobil sebentar." kata Alice dengan muka pucat.
"Jangan coba- coba menipu kami." bentak si pria gondrong.
uwek..uwek..
"Pinggirkan mobil man. Dia mau muntah" perintah pria gondrong.
ciit..ciit..
Bunyi rem mobil berdecit. Alice segera keluar dari mobil dan muntah di rumput..Setelah muntah ia merasa lebih baik. Ia segera kembali ke mobil. Ia tak menyadari seseorang yang ia kenal baru saja lewat.
Devon sedang dalam perjalanan balik dari kota 'B' menuju ibukota. Ia menyetir mobil sedan N.Juke putih sendirian sambil bernyanyi mengikuti lagu. Tiba- tiba ia melihat gadis yang dikenalnya di tepi jalan sedang menuju balik ke mobil hitam.
'Ha..itu Alice, dia bersama siapa sepertinya beberapa pria dan aku tidak mengenalnya. Bukannya Dave cerita Alice menghilang dalam beberapa hari ini.'
Devon segera memencet no telpon Dave di layar CD audio mobilnya,
"Haloo Dave,kau bilang Princess menghilang?"tanya Devon.
"Iya" kata Dave sedih.
"Aku baru saja melihatnya dengan beberapa pria sangar mencurigakan, kurasa ia diculik. Apakah kamu ada no ponsel suaminya?"
"Aku ada. Aku kirim segera ke wamu." kata Dave.
"Thanks"
Devon segera memencet no ponsel Arya setelah mendapat no ponselnya
"Hallo kak Arya. Ini Devon teman kampus Princess. Apakah kau ingat?" kata Devon.
"Iya Devon. Ada apa? " tanya Arya.
"Aku baru saja melihat Princess bersama beberapa pria sangar di tepi jalan kota B, apakah dia diculik?" tanyanya.
" Tentu saja. Apa yang bisa kubantu?" tanyanya.
Di kantor Arya
Sejak pagi, di ruangan kerja Arya telah terlihat kesibukan . Ada yang sedang menelpon, ada yang sedang berdiskusi.
drrt...drrt..
Arya mengangkat ponselnya setelah melihat nama yang tertera" Nyonya Margaret'.
"Selamat pagi Nyonya" kata Arya.
" Pagi Arya. Saya sudah mendengar dari Adrian bahwa nanti malam kamu ada rencana menyelamatkan Alice dari penculiknya."
" Iya Nyonya."
"Aku akan memberimu beberapa security guard milik perusahaan kita untuk membantumu."
"Terima kasih Nyonya"
"Arya. Terima kasih atas kerja kerasmu."
"Sama- sama Nyonya."
Arya menutup ponselnya, selang beberapa menit Devon menelponnya dan bercerita tentang penemuannya. Arya memutuskan meminta bantuan Devon untuk penyamaran kali ini. Seperti kata Kirana, yang menjadi tamu VIP hanya orang dari golongan jetstar dan Devon adalah salah satunya. Ia seorang anak p****** negara ini.
Setelah percakapan dengan Arya selesai, Devon segera membuka laptopnya dan melakukan registrasi tamu VIP malam ini.
Di Sebuah Villa Mewah
Dari depan villa mewah ini tidak kelihatan aktifitas orang, tetapi di dalamnya terdapat aktifitas .Para security guard sedang dibreefing untuk acara malam nanti .
Tampak Siska tangan kanan Nona Angel sedang mondar- mandir menunggu bossnya. Sesekali ia melirik jam yang sudah menunjukkan jam 1 siang.
'Aduh, hari semakin siang kenapa mereka blom tiba juga?Aku harus sudah menyiapkan girls jam 6 sore nanti, karena tamu- tamu penting akan tiba jam 7 malam ini.'
ciit..
Terdengar suara ban mobil berhenti di depan teras villa.
Segera Siska berlari menuju teras villa. Seorang gadis cantik berpakaian kaos putih kebesaran dan celana selutut turun dari mobil hitam diikuti pria gendut dan pria brewok.
Gadis cantik melihat ke kiri dan kanan dan merekam semua sisi rumah yang bisa dilihat.
'Rumah ini cukup besar, ada pintu menuju taman samping. Tembok cukup tinggi, di belakang tembok itu ada jalan kecil terhubung dengan hutan pinus yang kulewati tadi. '
"Ayo jalan nona." perintah pria brewok dengan kasar mendorongnya.
Gadis itu menoleh ke belakang dan menatap pria brewok dengan tatapan tajam akan balas menendangnya, tangannya sudah dikepalkan tapi otaknya memerintahkannya untuk bersabar, karena ia pasti kewalahan menghadapi 3 pria ini ditambah beberapa security di villa ini.
Gadis itu berjalan memasuki hall ruang depan yang cukup luas.
' Ini seperti ruang pesta. Di setiap pintu yang terhubung ke taman ada 2 security yang berjaga.'
Siska menatap gadis yang baru saja datang yang sedang sibuk melihat isi rumah kepalanya menoleh ke kiri dan kanan. Ia bisa menebak gadis ini berparas sangat cantik dengan mata hitam yang indah, alis mata yang lebat , hidungnya mancung ,dan bibirnya yang seksi .Ia hanya menyuruhnya mandi dan mendandaninya dengan make up soft, ia pastikan gadis ini akan jadi pusat perhatian.
'Ia sudah dilahirkan dengan wajah dan tubuh bidadari dari khayangan.'
"Hallo, selamat datang. Ayo segera kita naik ke atas." kata Siska.
Siska menuntun gadis itu untuk menaiki tangga menuju lantai 2. Siska membawa gadis itu ke salah satu kamar yang paling besar. Ia memanggil pelayan untuk menyiapkan peralatan mandi dannia menyuruh gadis itu untuk masuk membersihkan dirinya.
Gadis itu memasuki kamar mandi yang sangat besar. Ia melihat dirinya di cermin .
'Akhirnya aku bisa merasakan wangi- wangian kesukaanku dan bisa mandi sesuai seleraku dan aku menyukai tempat ini, tidak seperti di desa. Apakah aku seorang princess?Tapi aku harus segera mencari akal untuk keluar dari tempat ini.'
Setelah ia keluar dari kamar mandi . Ia langsung disambut oleh seorang pria kemayu yang langsung menata rambutnya yang panjang dan memberikan sentuhan make up pada wajahnya. Akhirnya selesai sudah juga pria kemayu mendandani gadis itu.
Semua mata orang di ruangan terpana takjub melihat gadis itu dan mereka saling berbisik ataupun berkata dalam hati mereka.
'Gadis ini titisan Dewi Fortuna.'
Bersambung🙏
^ Dukung terus Author yach dengan memberikan Vote, Like dan Comment😁 Thanks🙏