Princess Alice

Princess Alice
56.Hukuman Alice



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Setelah menempuh perjalanan 1 jam menembus kemacetan di tengah kota, akhirnya Alice tiba di Gedung kantor Property Tjokro Grup. Alice melihat mobil Alphard hitam milik oma Alice sudah terparkir di basement .


Alice segera mengganti celana pendek dengan rok A-line motif polkadot rancangannya dan kaos putihnya diganti dengan baju off shoulder motif polkadot rancangannya.


Alice mengganti sneakernya dengan high heels hitamnya.


Alice melepaskan wignya dan mengikat rambut panjangnya ala pony tail. Ia merapikan bibirnya dengan memberikan sentuhan lipstik pink .Setelah puas melihat dirinya di kaca tengah mobil. Ia pun beranjak keluar dari mobilnya.


"Selamat siang nona Alice." sapa satpam.


"Selamat siang pak." ucap Alice sambil tersenyum.


Alice berdiri di depan lift


tring..


Alice melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift. Ia menekan tombol 15. Pintu lift tertutup.


tring..


Pintu lift terbuka. Alice melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju ruang kerja Arya. Baru saja ia akan membuka pintu , sayup- sayup terdengar suara oma Alice yang sedang berbicara dengan Arya.


"Apakah kau sudah menyelidiki pengacau pembangunan Apartment X?" tanya Nyonya.


"Sudah Nyonya. Pelakunya mandor kita. Tapi aku rasa ada orang yang memberinya uang untuk membuat kekacauan ini." ucap Arya memberi laporan pada Nyonya.


"Apakah ada kemungkinan Gerald terlibat dalam hal ini?" tanya Nyonya.


"Kami masih menginterogasi mandor kita. Kami blom menemukan bukti- bukti yang mengarah pada Pak Gerald." ucap Arya.


ceklek.


Pintu dibuka oleh Alice.


"Hallo kak. Eh..ada oma hallo omaku tersayang." ucap Alice menghampiri oma dan mencium pipinya.


"Ini kak. Tadi ketinggalan kan di rumah." ucap Alice menghampiri Arya sambil mengedipkan mata sebelah memberi kode.


Arya menatap Alice dan segera mengecek USB yang diberikan Alice. Arya lalu membuka folder yang ada di USB itu. Arya terpaku dengan data keuangan Perusahaan yang ada di folder itu.


' Ini pasti data milik pak Gerald. Bagaimana Alice bisa mendapatkannya?'


Arya melirik Alice sejenak, gadis itu dengan santainya mengunyah permen karet dan duduk dengan menyilangkan kakinya putih mulus di sofa. Ia tampak santai sambil becanda dengan oma nya.


Arya memencet intercom


" Dimas kemari!" pinta Arya.


"Baik pak." ucap Dimas


Tak lama kemudian Dimas datang dan segera ke meja kerja Arya.


Arya menunjukkan data transaksi keuangan perusahaan yang mencurigakan.


Dimas menolehkan mukanya pada Arya


"Dapat darimana pak? dan siapa yang membuat ini?" tanya Dimas asisten Arya penasaran.


"Dari Alice. Menurutmu apakah ini kerjaan pak Gerald?" ucap Arya dengan suara pelan.


Dimas menaikkan kedua bahunya dengan ekspresi bingung. Arya memanggil Alice


"Honey kemari sebentar!" pinta Arya dengan lembut.


"Iya sayang. Sebentar oma suamiku memanggilku nanti kita lanjutkan pembicaraan ini." ucap Alice pada oma.


Nyonya yang melihat muka Arya dan Dimas yang serius, ia memilih meninggalkan mereka agar tidak menganggu mereka yang sedang bekerja.


"Alice sayang, oma ke ruang Adrian dulu. Nanti kita lanjutkan pembicaraan kita." ucap oma.


"Okay oma. " ucap Alice.


Alice melangkahkan kakinya menuju kursi Arya. Ia berdiri bersandar di meja Arya sambil mengunyah permen karet dan tersenyum.


"Iya sayang. Ada apa?" ucap Alice.


Arya mendelikkan matanya tajam pada Alice.


"Darimana kau dapatkan itu? milik siapa data itu?" tanya Arya dengan ekspresi marah.


"Dari komputer om Gerald. Aku baru saja dari apartmentnya" ucap Alice tersenyum sambil terus mengunyah permen karet.


"Dimas kau teliti data itu, lalu kau print data itu. Umumkan besok kita adakan rapat dengan Dewan direksi. Aku pergi sebentar." ucap Arya.


Arya menarik lengan Alice keluar dari ruangan kerjanya. Sesampainya di luar Arya merangkul pinggang istrinya menuju lift.


tring..


Pintu lift khusus Direksi terbuka. Arya menarik lengan Alice untuk masuk ke lift. Alice melihat muka Arya yang kesal dan tegang.


"Kak, kita mau kemana?" tanya Alice memanyunkan bibirnya.


Arya menolehkan mukanya pada Alice. Ia terus mendesak Alice ke pojok lift. Alice menatap muka Arya yang begitu kesal dan tegang


'Apa yang membuatnya kesal ? apa aku berbuat kesalahan padanya?'


Tangan kanan Arya ditempelkan ke dinding lift sedang tangan kiri Arya sedang bergerilya di balik rok A- line Alice dan membuat Alice berdesah pelan dan memejamkan matanya menikmati permainan suaminya.


tring..


Pintu lift terbuka. Mereka tiba di basement parkiran.


Arya membetulkan rok Alice yang sedang digerilya oleh tangannya. Ia langsung menarik tangan Alice keluar dari lift menuju mobil Arya.


Alice tersenyum senang walaupun sedikit bingung


'Hukuman apa yang ingin dia berikan padaku? apa ini hukumanku darinya? Not bad.. I like it.'


Alice senyum- senyum sendiri sambil mengikuti langkah Arya. Arya membukakan pintu mobil bagian kiri depan buat Alice.


"Ayo masuk." perintah Arya.


Alice segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil hitam milik Arya.


Arya segera meluncur ke Apartmentnya yang berada di tengah kota yang berjarak 20 menit dari kantornya.


Arya membukakan pintu mobil dan menarik lengan Alice. Mereka menuju lobby apartment. Di lobby Arya merangkul pinggang istrinya sambil tersenyum pada satpam Apartment.


"Selamat siang pak Arya." sapa Satpam sambil melirik Alice.


'Enak jadi pak Arya mempunyai istri yang kaya, cantik, seksi dan masih muda. Andai aku jadi pak Arya.' gumam pak satpam


Arya menganggukan kepala sambil tersenyum. Mereka berjalan menuju lift.


tring..


Pintu lift terbuka. Arya menarik tangan istrinya untuk masuk ke lift. Arya menempelkan card khusus pemilik apartment.


"Kak. Aku minta maaf kalo aku ada buat kesalahan padamu." ucap Alice dengan muka memelas.


Arya tersenyum melirik Alice, ia menarik pinggang Alice yang masih dalam rangkulan tangannya semakin menempel pada tubuhnya. Alice bisa merasakan degup jantungnya berdetak cepat dan pipinya berubah warna.


Tangan kanan Arya merangkul pinggang ramping Alice, sedang tangan kiri Arya sedang bergerilya di balik bajunya dan menemukan benda kenyal favoritnya dan memulai permainannya disana. Alice mende*** pelan sambil memejamkan matanya menikmati permainan tangan suaminya.


tring..


Alice yang masih memejamkan matanya mengikuti tarikan tangannya yang ditarik Arya. Arya memencet password di pintu apartmentnya.


ceklek


Pintu apartment pun terbuka. Alice mengikuti tarikan tangan Arya menuju meja kerja Arya. Arya mengangkat tubuh Alice ke atas meja.


Arya menarik turun rok Alice dan melucuti baju Alice sehingga tersisa dalaman yang berwarna merah marun. Arya tersenyum yang melihat muka Alice yang bingung tapi menikmati permainannya.


"Bagaimana kau bisa datang ke apartment pak Gerard." tanya Arya sambil tangan kirinya mere*** benda kenyal favoritnya .


"Aku aaa...kak, aku minta tolong Oliv sepupuku untuk membukakan pintu apartment papanya aaa.." ucap Alice sambil berdesah pelan.


"Apakah kau kesana berdua dengan Oliv? adakah orang lain yang tau kedatangan kalian?Adakah pak Gerald di sana ?" tanya Arya sambil terus melakukan permainan tangannya yang bergerilya di tubuh istrinya .


"Aaaa..kak, aku janjian bertemu Oliv di parkiran apartment. Pamanku ada di Malaysia, lagipula aku pakai wig rambut tidak ada yang mengenaliku...aaa." ucap Alice memejamkan matanya sambil mengigit bibir bawahnya menahan desahan yang keluar dari mulutnya.


"Setelah kau keluar dari apartment pak Gerald. Kau langsung menuju kantor? Adakah yang mengikutimu?" tanya Arya sambil tangannya yang bergerilya ke dalam segitiga merah marun Alice.


"Aaa...iya. tidak ada." ucap Alice sambil meliukkan badannya ke kiri dan ke kanan.


"Kau janji tidak mengulangi lagi tindakanmu yang sangat luar biasa ini. Kau tau kau bisa saja tertangkap anak buah pamanmu. Kau membuatku kuatir . Mengerti kah?" ucap Arya sambil menghentikan sesaat permainan tangannya.


"Aku janji. Sayang, kok berhenti ?" tanya Alice memanyunkan bibirnya.


"Apakah kita meneruskan permainan ini?"tanya Arya sambil menaikkan kedua alisnya.


Alice menganggukan kepalanya, tangannya sudah mulai membuka kancing baju suaminya . Arya menatap Alice yang sedang sibuk membuka kancing bajunya


"Honey, aku sangat menginginkanmu sekarang. Bolehkah?" bisik Arya di telinganya dengan lembut.


Alice mengangguk perlahan. Arya langsung melu*** bibir Alice dan menggigit bibir bawahnya sehingga permainan li*** dimulai. Setelah puas, ia menji*** leher putih istrinya dan tangannya sibuk bergerilya . Alice berdesah pelan dan memejamkan matanya menikmati permainan panas suaminya. Akhirnya setelah beberapa jam melakukan permainan panas mereka, mereka tertidur pulas.


Matahari mulai terbenam, Alice terbangun karena perutnya merasa sangat lapar karena mereka lupa makan siang dan habis berolahraga panas di siang hari.


" Sayang, bangun aku lapar. Ayoo kita cari makan dulu." ucap Alice sambil menggoyang - goyangkan lengan Arya.


Arya terbangun dan tersenyum padanya.


'Aku sudah berhasil menanam benihku .'


"Apakah kau sudah lapar?baiklah aku pesan makanan online dulu." ucap Arya sambil sibuk berselansar di ponselnya mencari makanan .


"Kalo gitu aku mandi dulu kak, badanku sangat lengket." ucap Alice melangkah masuk ke kamar mandi.


"Eh..tunggu aku, sekalian aja mandi bersama." ucap Arya menggodanya.


" Ngak mau. Aku udah kunci pintunya." ucap Alice tersenyum sendirian sambil mengingat peristiwa yang baru saja dialaminya.


Arya tertawa melihat tingkah istrinya, di dalam hatinya ia merasa bahagia mendapat istrinya yang cantik dan cerdas, tetapi kadang keras kepala dalam bertindak.


'Aku akan selalu menjaganya sampai detik nafasku berhenti.'


BERSAMBUNG🙏


^Ayo dukung terus Author dengan kasih Vote, Like dan Comment.😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita😊