
Laura di siksa Queen dengan berbagai cara. Dari mulai menyayat wajah, menguliti wajah, memotong tangan dan masih banyak lainnya. Darah mengalir deras di tempat itu hingga terdapat banyak darah di lantai.
Gavin yang melihat muntah-muntah melihat apa yang di lakukan Queen pada Laura. Ia tidak menyangka wanitanya mampu melakukan hal kejam itu, membuat Laura mati mengenaskan dengan tubuh tidak utuh lagi.
"Hahaha.....Ini akibat kalau berani bermain dengan ku," ucap Queen tertawa bahagia. Tapi sedetik kemudian wajahnya berubah dingin. Ia menatap tubuh Laura yang tidak utuh itu, dan melihat sekeliling, mencari sesuatu untuk membakar tubuh itu, berharap tidak meninggalkan jejak bahwa dirinya yang melakukan hal tersebut.
Setelah mendapatkan apa yang di cari, bensin, Queen menyiramkan nya dan membakar tubuh Laura dan api pun menyala membakar tubuh tersebut.
Queen dan Gavin keluar dari tempat tersebut, namun beberapa langkah Queen melangkah keluar, tubuh Queen jatuh terkulai di lantai. Gavin yang melihat begitu panik dan dia pun membawa Queen keluar dari bangunan tersebut.
Gavin kini telah berada di luar dengan membopong tubuh Queen. Saat dirinya di luar ia di kejutkan dengan hadirnya keluarga Tesla.
"Apa yang terjadi?" tanya mereka semua menghampiri Gavin, melihat keadaan Queen.
"Dia kelelahan dan banyak kehilangan darah, kita harus segera membawanya ke rumah sakit. Jika terlambat mungkin nyawanya tidak akan tertolong lagi," jelas Gavin dan semuanya mengangguk.
Mereka semua kini pergi dari tempat itu menuju rumah sakit. Dan satu jam kemudian, mereka akhirnya sampai. Queen di bawa ke ruang operasi dan beberapa dokter langsung menanganinya karena mereka tahu siapa orang yang mereka layani, keluarga Tesla.
Chloe, Jaeden, Gavin dan lainnya menunggu di depan ruang operasi dengan gelisah, takut Queen tidak tertolong karena tubuh Queen yang sudah dingin, bahkan nafasnya pun seperti sudah tidak ada.
Di ruang operasi.
"Bagaimana?" tanya seorang dokter.
"Nafasnya sangat lemah dan banyak kehilangan darah. Kita harus segera melakukan nya, jika tidak wanita ini akan mati,"
Semua mengangguk, dan mulai bekerja. Namun persediaan darah di rumah sakit kurang Karana banyak nya Queen membutuhkan kantong darah dan akhirnya hanya bisa meminta pada bagian keluarga Tesla yang membawanya.
Cklek.....
Pintu di buka dan membuat semuanya berdiri, menghampiri.
"Bagaimana dok?" tanya Jaeden dan Queen.
"Nona banyak kehilangan darah dan persediaan darah di rumah sakit ini kurang karena banyaknya darah yang di butuhkan nona. Apakah dari kalian ada golongan darah yang sama, AB?" Jelas dokter tersebut dan Jaeden langsung mengangguk.
"Ambil darah ku," Jawab Jaeden dengan pasti karena darah miliknya sama dengan darah Queen, yang berarti Queen memanglah darah dagingnya yang hilang beberapa tahun lalu.
"Baiklah, mari ikut saya," Dokter itu pun masuk kembali kedalam ruang operasi. Sedangkan Jaeden mengelus kepala Chloe dengan lembut, tahu akan kekhawatiran istrinya.
Di tempat pertarungan sebelumnya Lucifer kini berhasil menyelesaikan semuanya, meratakan dan membinasakan anggota THE BLANCO, dan kini sedang membakar mayat-mayat yang mati dengan di tumpuk menjadi satu.
Ponselnya berdering, sebuah panggilan masuk dari nomor nona nya.
"Hallo nona, bagaimana anda sekarang?" tanya Lucifer senang karena nona nya menghubunginya, yang berarti nonanya baik-baik saja.
"Aku Gavin," jawab Gavin membuat kening Lucifer berkerut karena ternyata itu bukanlah nonanya.
"Dimana nona Queen?" tanya Lucifer dengan nada dingin.
"Datanglah ke rumah sakit Y, kau akan bertemu dengan nona mu," jawab Gavin dan memutus panggilan.
Lucifer yang mendengar kata rumah sakit langsung bergegas pergi, takut terjadi sesuatu dengan nonanya. Tapi sebelum itu ia juga menghubungi King, mengatakan Queen mungkin saja terluka dan saat ini di rawat di rumah sakit. King yang mendengar langsung bergegas pergi dengan ke Negara J menggunakan jet pribadinya.
Kekhawatirannya pun tak kalah dengan Lucifer dan yang lainnya. Ia sungguh sangat panik, takut terjadi sesuatu dengan cucunya itu.
"Semoga kamu baik-baik saja cucu ku," gumamnya menatap awan yang di lewati nya. Ia menghela nafas karena butuh waktu beberapa jam baru bisa sampai ke Negara J, dan itu membuatnya sangat kesal karana lama.
Di Negara N, pria tua yang sedang menopang kepala nya kini sedang mendengar penjelasan dari bawahannya. Dia adalah Tian Dominic yang kini telah berusia tua.
"Tuan, cucu anda kini sedang berada di rumah sakit. Beliau mengalami luka yang sangat serius, beberapa dokter telah menanganinya dan tinggal menunggu nona sadar,"
"Hm....lalu bagaimana dengan pria yang berani itu?" tanya Tian tentang Beno dan Lucas yang ternyata masih hidup saat Chloe pergi dari tempat mereka bertarung. Chloe berpikir, Lucas telah mati, tapi ternyata pria itu hanya pingsan.
"Mereka berada di tempat yang aman, dan saat ini anak buah anda yang ada di Negera J sedang menahannya."
"Bagus. Siap kan pesawat, aku akan pergi melihatnya," perintah Tian membuat bawahan itu terkejut. Tidak pernah tuannya itu pergi hanya karena masalah sepele, hanya untuk bertemu dengan dua orang tidak berguna itu. Padahal sebelumnya ia tidak peduli, bahkan cucunya hilang pun ia tidak ikut membantu, karena ingin melihat apakah pikirnya Chloe Dominic mampu mencarinya atau tidak, tapi ternyata putrinya tidak berhasil menemukannya dan itu membuatnya kecewa.
Tian sebenarnya tahu dimana Queen berada dan di rawat oleh siapa. Hanya saja ia membiarkan nya. Bahkan ia juga tahu semuanya tentang ada campur tangan dari King, mafia dari THE GOLD HOLD. Bukan ia tidak sayang dengan cucunya, ia hanya ingin menjadikan cucunya itu berani dengan apa yang akan di hadapinya, karena di dalam darahnya ada darah keturunan mafia. Tapi semua nya itu sia-sia karena Tian tidak tahu, jika jiwa asli telah di ambil alih oleh jiwa asing yang pemberani, dan pantas menjadi putri dari keturunan mafia.
.
.
.
Bersambung