My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 77, Bantuan Dari Lucifer



Semua orang menoleh ke arah sumber tembakan. Di lihatnya, sebuah pasukan bersenjata lengkap datang mendekat, berjalan dengan gagah. Mereka adalah rombongan dari Lucifer yang mengikuti nona mudanya.


Queen yang melihat rombongan Lucifer datang, menatapnya dengan diam dan datar. Ternyata mereka tetap mengikuti dan menjaganya. Queen tidak bisa marah kepada Lucifer yang lancang karena tanpa perintahnya datang, dan mungkin semua itu adalah perintah dari kakeknya yang selalu khawatir akan keselamatan dirinya.


"Maaf, terlambat," ucap Lucifer yang kini berdiri tepat di depan Queen, mengelus kepala itu dengan lembut.


Gavin yang melihat tindakan itu tentu saja terkejut, berani sekali pria muda itu menyentuh wanita nya. Gavin mendekat dan menepis tangan Lucifer dengan kasar.


Lucifer yang mendapatkan perlakuan itu, menatap Gavin dengan kening berkerut dan mata tajam. Beraninya pria di depannya bersikap lancang padanya.


"Jangan sentuh wanita ku," ucap Gavin membuat Lucifer tahu, ternyata pria muda di depannya adalah prianya Queen.


"Akan ku buat perhitungan dengan mu setelah ini," jawab Lucifer dengan senyum seringainya dan mengabaikan.


Lucifer kini berdiri menghadap para anak buah Lucas. Menatap tajam semuanya dan siap membunuh dan meratakan semuanya. Lucas yang melihat sekelompok asing datang, semakin bingung. Siapa mereka? Kenapa ikut campur dalam urusannya.


Hazel yang sudah kembali kini ikut melihat apa yang terjadi di bawah. Tatapan keduanya begitu dingin. Mereka bukan kelompok Chloe Dominic, lalu siapa mereka?


"Apa kau mengenal mereka?" tanya Lucas dan Hazel menggeleng, tidak mengenal kelompok yang barusan datang. "Baiklah, kita awasi saja dulu. Jika mereka ingin menghancurkan rencana ku, aku tidak akan tinggal diam," sambung Lucas melihat situasi.


Di bawah, semua anak buah Lucas maupun Lucifer saling berhadapan. Kedua mafia beda negara itu saling menatap tajam. Queen, Lucifer dan Gavin berdiri paling depan memimpin kelompoknya untuk mengalahkan mereka semua.


"Kita selesaikan mereka secepatnya, dan jelaskan apa yang membuat mu bisa berada di sini," ucap Lucifer dan Queen mengangguk.


Queen akan menceritakan semuanya setelah menyelesaikan mereka semuanya. Dan kini mereka bertiga siap tempur melawan kelompok anak buah Lucas.


"Bunuh mereka semua dan jangan sisakan satu pun," teriak Queen memimpin.


Gavin sebenarnya bertanya-tanya, kenapa Queen yang memberi perintah pada kelompok yang baru datang. Namun karena masih ada yang harus di selesaikan, Gavin tidak bertanya dan memilih membantu Queen membunuh orang-orang tersebut.


Perkelahian dan pertarungan itu cukup sengit. Lucifer yang memang membawa anak buahnya yang terlatih dan dapat diandalkan bertarung mengimbangi kelompok yang menurutnya lemah. Mereka menebas, menghunus dan menembakkan senjata mereka ke arah musuh.


Queen dan Gavin selalu bersama membantai satu persatu dari mereka. Sedangkan Lucifer dengan sendirian maju dan menyerang membabi buta, menurutnya ini sangat menyenangkan untuk melemaskan otot-otot nya.


Lucas yang melihat pertarungan itu, mengepakkan tangannya dengan kuat, marah dengan apa yang mereka lakukan. Tidak tahan melihat Queen, Gavin dan Lucifer membantai anak buahnya, Lucas pergi dari tempat itu. Dan menuju tempat berkumpulnya anak buahnya yang berjumlah sangat banyak.


"Sekelompok yang tidak di kenal datang dan membuat kekacauan. Aku tidak mau mereka mengacaukan semuanya. Hentikan mereka dan bunuh," perintahnya dengan nada yang mengerikan karena marah. "Panggil Laura kemari," sambungnya memberi perintah pada Hazel.


"Baik tuan," jawab Hazel dan pergi mencari keberadaan Laura.


Brak...


Lucas memukul kursi dengan nafas memburu karena amarah nya sudah tidak bisa di tahan.


"Sebenarnya badjingan dari mana mereka?"


Lucas tidak pernah menyinggung kelompok orang tersebut, tapi kenapa mereka datang dan ikut campur. Mungkinkah Chloe meminta bantuan pada mereka untuk membuat rencana nya kacau? Tapi sepertinya tidak mungkin. Chloe memiliki kelompok sendiri dan kelompoknya terkenal kuat, tidak mungkin Chloe meminta bantuan pada orang lain.


"Sialan!" umpatnya benar-benar pusing memikirkannya.


Queen dan lainnya terus menyerang, Queen menggunakan senjata Laras panjang, mengangkatnya dan membidik mereka, menembak tanpa henti, membuat anak buah Lucas tidak bisa menghindar dan akhirnya mati.


"Huh....Lemah,"


Queen meremehkan mereka. Pikirnya kekuatan mereka tidak sebanding dengan kelompok Damian yang kejam. Bahkan menurut nya ini sangat-sangatlah lemah.


Anak buah Lucas yang melihat anggotanya banyak yang mati, sedikit takut. Mereka berkumpul di tengah-tengah dengan di kelilingi kelompok Queen.


Queen tersenyum menyeringai. Senjata laras panjangnya di letakkna di bahu, berjalan kearah mereka. Tatapannya tajam dan menakutkan seolah Queen seperti peri kematian yang siap mengambil nyawa mereka.


"Katakan, dimana mereka menyembunyikan dua anak ku?" tanya Queen dengan nada begitu dingin.


Anak buah ku as yang tinggal beberapa orang itu saling pandang, anak? Pikirnya dalam hati. Mungkinkah wanita ini datang dan berbuat ulah karena dua anak yang sedang di sekap Nona Laura? Jika itu benar, rencana tuannya untuk menjebak Chloe Dominic benar-benar akan kacau sebelum targetnya muncul.


.


.


.


Bersambung


.


.


.