My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 37, Tristan Arzen Tesla



Arno menunjukkan foto kiriman dari anak buahnya kepada Laura. Laura yang melihat terkejut, bagaimana bisa dia melupakan hal itu. Dua putra Queen.


"Apa kau mengenal mereka?" tanya Arno ingin tahu, apakah Laura mengetahui anak yang kini bersama dengan Ryan.


"Ya, aku mengenalnya,"


"Siapa?" tanyanya ingin segera tahu.


"Mereka adalah putra wanita itu?"


"Putra wanita itu?" gumamnya tidak percaya. Lalu kenapa dua anak itu ada bersama Ryan dan Tania. "Benarkah yang kau katakan?"


"Tentu saja, aku sudah menyelidiki sebelumnya. Hanya saja tidak di ketahui siapa ayahnya,"


Arno berpikir dengan keras, memutar otaknya. Queen memiliki anak, dan anak ini kini bersama dengan Ryan dan Tania. Sedangkan Gavin terus mengejar wanita itu sampai-sampai mencampakkan putrinya. Mungkinkah? "Apa anak itu anak Gavin?" ucapnya dengan lirih, namun masih bisa di dengar Laura.


"Anak Gavin? Tidak mungkin. Bagaimana bisa Gavin memiliki anak dengan wanita itu?" Laura seakan tidak percaya jika Gavin memiliki hubungan sejauh itu.


"Itu hanya tebakan papa. Tapi jika memang itu bukan anak Gavin, tidak mungkin Ryan dan Tania bersama dengan mereka. Pastinya mereka memiliki hubungan. Dan mungkin saja, mereka benar-benar anak Gavin dengan wanita itu,"


"Tidak, ini tidak benar. Pasti ini salah," Laura benar-benar tidak terima jika memang anak Queen adalah anak Gavin.


.


.


Di tempat King berada, saat ini King sedang mendapatkan panggilan dari Lucifer tentang informasi potongan kain dengan gambar tidak lengkap itu. King mendengarkan penjelasan itu dengan sungguh-sungguh, tidak ingin apa yang di dengarnya salah tentang siapa yang membunuh putrinya.


"Tuan, dari pencarian yang kita dapat, potongan kain ini adalah simbol dari Mafia King Eagle, musuh kita," jelas Lucifer membuat King diam.


"King Eagle?" gumamnya dan langsung mengepalkan tangan. Ternyata di balik kematian putri dan menantunya adalah musuh bebuyutannya sendiri.


"Sialan! Jadi semua ini adalah ulah mereka," Marahnya dengan nafas memburu. "Awas kau Damian, akan ku hancurkan semua apa yang kau miliki,"


King tidak menyangka jika semua itu adalah ulah Damian, musuhnya. Jika tahu sejak dulu, pasti king akan mencari dimana keberadaan Mafia King Eagle. Tapi seolah hilang di telan bumi, mafia King Eagle lenyap begitu saja, tanpa ada yang mengetahui keberadaan di mana markas mereka.


"Cari keberadaan King Eagle. Apapun yang terjadi temukan dan secepatnya laporkan pada ku,"


"Baik tuan,"


.


.


.


Hah, Queen menghela nafas dan meletakkan ponselnya di meja. Baru saja dirinya menaruh ponsel tersebut, sebuah panggilan dari Sevana masuk. Dan dengan cepat ia menjawabnya.


"Hallo Sevana," sapa Queen menatap layar ponsel tersebut yang menampilkan wajah cantik Sevana.


"Hai juga Queen," sapa Sevana di seberang telepon. "Bagaimana keadaan mu disana? Maaf ya sebelumnya tidak pamit pada mu. Aku terburu-buru karena ada urusan." ucapnya menjelaskan


"Tidak masalah. Oh ya kamu sekarang dimana?" tanya Queen tidak tahu jika Sevana berasal dari Negara M.


"Aku berada di Negara M. Rumah ku disini, jauhkan?"


Queen tersenyum. Ya, memang cukup jauh dengan keberadaan nya. Keduanya pun mengobrol cukup lama. Tristan yang masih betah di tempat Sevana masuk ke kamar itu nyelonong begitu saja, tanpa peduli apakah pemilik kamar marah atau tidak. Tristan melempar tubuhnya di ranjang membuat Sevana kesal. Lagi lagi pria berwajah datar siap mengganggu waktunya.


Tristan mendengar obrolan meraka berdua. Entah kenapa rasa penasaran muncul di hatinya tentang siapa wanita tersebut. Tristan duduk dam menatap layar ponsel tersebut, menampilkan wajah Queen yang membuatnya langsung terkejut


Sungguh mirip dengan mommy nya saat masih muda. Tristan menggelengkan kepala, takut penglihatan salah.


"Siapa wanita ini?"


"Queen, Wanita yang pernah aku ceritakan pada mu," Tristan diam, Berpikir keras dengan apa yang di katakan Sevana.


Tristan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang, berpikir keras tentang wanita yang saat ini mengobrol dengan Sevana. Cukup lama Sevana mengobrol, Queen pun mengakhiri panggilan, karena waktu yang sudah malam.


Tristan yang melihat, Sevana selesai mengobrol langsung meminta Sevana menjelaskan siapa wanita tersebut. Dan Tristan yang mendengar benar-benar penasaran akan wanita yang ternyata om nya telah lebih dulu menyelidiki tentang wanita itu dan nyatanya wanita itu bukanlah anggota dari keluarganya.


"Aku akan pergi ke Negara C untuk memastikan nya lagi. Entah kenapa aku merasa wanita itu ada ikatan dengan ku,"


"Aku juga berpikir seperti itu. Hanya saja setelah melihat hasil tes DNA yang mengatakan Queen bukanlah Quesha_____Hah,,," Sevana menggelengkan kepala.


"Oh ya, apa kau berencana pergi ke Negara C?"


"Em, sebenarnya tidak. Tapi jika kau ingin kesana, aku akan menemani mu."


"Baiklah, minggu depan kita berangkat kesana," Sevana mengangguk, mereka akan menjalankan rencana tanpa di ketahui oleh siapapun, termasuk Chloe dan Jaeden. Jika hasilnya nanti memuaskan, mereka akan menjadikan ini kejutan untuk seluruh keluarga.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa Like, Komen dan Vote. Dukung karya Author ya😘😘😘