
Queen memutar otaknya, mencari cara bagaimana agar Laura melepaskan kedua putranya. Ia melihat ke arah Gavin, berbicara lewat mata. Gavin yang tahu akan tatapan itu mengangguk. Dan mereka pun memulainya.
"Sebenarnya apa mau mu, Laura?" tanya Queen mengulur waktu.
"Tidak ada, tidak ada yang ku inginkan."
"Lalu kenapa kau melakukan ini?"
Itu karena aku membenci mu. Aku ingin kau "menderita seperti apa yang ku alami, sedih dan sakit karena kehilangan orang yang di cintai."
Queen diam, tahu apa maksud yang di katakan Laura, dan semua itu tentang Gavin yang bersamanya. "Jika sebenarnya aku tidak menginginkan nya dan akan ku kembalikan apa yang kau inginkan, apa kau akan menyerahkan anak ku?"
Laura diam, tapi setelah itu menggeleng. "Tidak, aku tidak menginginkannya lagi. Aku hanya ingin melihat mu menderita, dan bila perlu kau mati di tangan ku." jawab Laura dengan senyum sinis. "Kau tahu kenapa aku tetap menginginkan kematian mu dan tidak ingin Gavin lagi, itu semua karena kau telah menghancurkan ku, membunuh semua keluarga yang aku miliki. Dan saat ini aku tidak memiliki siapapun di dunia ini, maka dari itu kau juga harus merasakannya, bagaimana rasanya di tinggal oleh keluarga yang kamu sayangi," sambungnya dan menekan ujung senjata pada kepala Devan.
"Mom," takut nya saat benda itu menempel di kepalanya, tidak ingin mahi.
"Berhenti!" teriak Queen menghentikannya, panik dan takut jika Laura benar-benar menembak kepala putranya.
Laura yang melihat wajah panik Queen, tertawa keras. Membuat Queen bertindak dengan hati-hati. Mengambil pistol dan dengan gerakan cepat menembak nya ke arah Laura.
Door....
Laura yang saat itu tertawa lepas, tidak menyadari jika Queen melesatkan tembakannya. Dan akhirnya ia memekik kesakitan saat peluru itu menembus lengannya dan melepas Davin dan Devan
Argh...
Laura menjerit merasakan tembakan itu. Sakit, tentu saja sakit.
Davin dan Devan yang lepas mencoba menjauh dari Laura. Gavin yang melihat kesempatan dengan gerakan cepat menarik Devan. Tapi saat tangan satunya ingin menarik Davin, Laura menyadari dan menarik Davin kembali padanya, mendekapnya dengan kuat sambil menodongkan kembali senjatanya.
"Mom, Dad," panggil Davin meminta pertolongan.
"Mungkin kau dan pria mu itu berhasil menyelamatkan satu anak mu, tapi untuk anak ini tidak akan ku biarkan lepas. Aku akan membunuh nya,"
Davin yang mendengar terkejut. Tidak, dia tidak ingin mati di tangan wanita gila itu. Ia memikirkan cara untuk bisa lepas agar Mommynya bisa mengurus wanita itu.
Davin yang di dekap menggigit lengan itu dan menyikut perut, membuat Laura mengerang sakit dan melepaskan Davin. Laura yang tahu anak kecil itu mencoba kabur dari nya, mengarahkan senjatanya ke arah tubuh Davin yang berlari ke arah Queen.
"Ku bunuh kau anak sialan!" marahnya dan menarik pelatuk senjata, membidik nya ke arah Davin yang menuju Queen.
Queen dan Gavin yang melihat melotot saat Laura mengarahkan tembakan itu ke arah anaknya. Dan dengan cepat mereka berdua berlari ke arah Davin untuk melindungi.
Syuuut...
Door....
Door....
Dua tembakan menembus tubuh, membuat luka yang cukup dalam di bagian punggung. Dan langsung memuntahkan seteguk darah dari mulut, mengenai wajah Davin yang terkejut melihat kejadian itu.
.
.
.
.
Bersambung