
"Berikan ponsel mu pada putra ku, aku ingin bicara dengan mereka," ucap Queen membuang muka.
Gavin yang melihat tersenyum. Tidak ingin menggoda terlalu lama, ia pun mengiyakan perintah itu, dan memanggil putranya. Tapi sebelumnya ia mengenakan pakaiannya dan kini mereka bertiga mengobrol dengan Queen di kamar Gavin.
"Mom, aku merindukan mu," ucap Devan
"Mommy juga merindukan mu," jawabnya dan melihat wajah Davin yang terus menatapnya tanpa berkata. "Davin, apakah kamu tidak merindukan mommy?"
Hm....jawabnya singkat. Namun sudah membaut Queen bahagia. Tahu sifat anak yang satu seperti itu, Queen tidak mempermasalahkan.
"Kalian baik-baik saja bukan?"
"Ya, kami baik-baik saja Mom"
"Syukurlah. Nanti jika mommy bertemu orang baik yang menolong kalian, mommy akan mengucapkan terimakasih kepada mereka. Em...jika boleh tahu siapa mereka?"
"Mereka dari keluarga Tesla. Jika nanti kamu datang ke Negara ini, aku akan membawa mu untuk menemuinya," jawab Gavin mengangguk. Jika nanti ada kesempatan dirinya bisa datang ke Negara J, ia akan mengucapkan terima kasih karena telan menyelamatkan orang yang berarti dalam hidupnya.
.
.
Keesokan harinya, Leonard yang di perintah Arno untuk datang ke Negara C kini telah sampai. Ia langsung menuju rumah sakit dimana ibu dan adiknya di rawat. Dan saat melihat keadaan ibu dan adiknya yang mengenaskan, Leonard marah. Tidak menyangka orang tersebut berhati iblis, sampai tega melakukan hal ini kepada keluarganya.
"Siapa yang melakukan pa?"
"Queen, wanita berhati kejam tanpa ampun," jelas Arno penuh dendam saat menyebutkan nama Queen.
"Queen," Leonard berpikir nampak tidak asing dengan nama tersebut. Cukup lama mengingat, ia akhirnya mengingat siapa itu Queen. "Queen wanita itu?"
"Em ...Ya, Queen Serrena," jawab Arno mengangguk.
"Queen Serrena?" geram Leonard tidak menyangka jika yang melakukan adalah orang yang di kenal. Wanita yang juga membuatnya kesal dan marah.
Leonard pun meminta papanya untuk menjelaskan semuanya tentang apa yang terjadi. Dan Arno pun menjelaskan semuanya tanpa terkecuali dari awal mereka memiliki masalah. Arno yang mendengar berpikir, Queen pastilah bukan orang sembarang. Jika di lihat dari semua tindakan Queen pada keluarga nya, dan adanya pihak yang membantu di belakang nya, ia yakin Queen tidak sesederhana itu.
"Pa, menurut ku lebih baik untuk saat ini kita berhenti mengusiknya. Kita tidak tahu apa yang akan di lakukan wanita itu lagi jika kita masih mengusiknya, dan mungkin saja dia akan langsung membunuh kita semua. Untuk saat ini lebih baik kita kembali ke Nagara J untuk menyembuhkan mama dan Laura. Jika keadaan semua nya sudah lebih baik, baru kita akan membuat rencana lagi untuk membunuhnya."
Arno mengangguk, membenarkan ucapan Leonard. Benar katanya, lebih baik mundur untuk saat ini dan menyusun rencana lagi untuk membinasakan Queen, wanita yang susah untuk di singkirkan. Dan sejak itu, mereka pun langsung kembali ke Negara J, membawa Laura dan Fanny.
Queen yang mendengar kepergian Arno tersenyum kemenangan. Tapi ia tidak boleh lengah. Orang picik seperti Arno harus tetap di waspadai. Ia yakin Arno tidak akan berhenti sampai di situ saja, ia yakin Arno pasti akan melakukan hal lain, dan itu harus membuatnya tetap berhati-hati.
.
.
.
Di Negara lain, seorang yang di perintah oleh tuan untuk mencari tahu siapa yang ada di keluarga Tesla saat itu kini telah menemukan kebenarannya, melaporkan apa yang di dapatkannya. Menghadap tuannya yang tidak sabar mendengar penjelasan nya.
"Katakan,"
"Mereka adalah Nyonya Tania dan dua cucunya." Jawab bawahan itu dan menjelaskan semuanya tanpa kurang sedikitpun. Bahkan orang tersebut mencari tahu hingga tuntas tentang siapa ibu dari dua anak itu, yang di ketahui bernama Queen Serrena.
"Wanita bernama Queen Serrena, tuan. Dan akhir-akhir ini memiliki konflik dengan keluarga Patrice dari Negara J."
"Keluarga Patrice?" Gumamnya dan di angguki bawahannya itu. " Bukankah wanita itu hanya wanita biasa? Bagaimana bisa dia berani melawan keluarga Patric?"
"Dari laporan yang saya dapat, di belakang wanita itu ada kelompok kuat yang melindungi, tuan,"
"Menarik, menarik. Aku jadi penasaran kenapa salah satu anak buah Chloe mencari tahu tentang wanita itu. Hm....cari tahu kenapa Chloe menyelidiki nya,"
"Baik tuan."
.
.
.
Di tempat Chloe berada, Chloe duduk berpangku tangan, mendengarkan hasil penyelidikan bawahannya.
"Nyonya, dari hasil penyelidikan, dua anak kembar itu putra dari Taun Gavin Menzies dan Nona Queen Serrena. Mereka belum menikah, namun karena suatu kesalahan akhirnya adanya dua anak itu. Nona Queen sendiri berasal dari Negara B, dia putri dari Nyonya Sena dan Tuan Roy, seorang keluarga dari kalangan biasa."
Chloe mendengarkan dengan seksama laporan tersebut tanpa menyela sedikitpun. "Tapi dari penyelidikan akhir, ada suatu kejanggalan dengan keluarga tersebut,"
"Maksudnya?"
Sebelumnya keluarga itu berada di Negara N, tapi entah kenapa tiba-tiba keluarga itu pindah dan menetap di Negara B. Kami saat ini masih menyelidiki nya, nyonya,"
"Negara N ya," gumam Chloe mengangguk. "Selidiki sampai tuntas. Entah kenapa semuanya seperti kebetulan,"
"Baik, nyonya," jawab bawahan itu mengangguk.
"Oh ya, kemana Tristan dan Sevana pergi, apa kau tahu?"
"Mereka berada di Negara C, nyonya."
"Negara C," kening Chloe berkerut, kenapa putranya berada di Negara C? Tidak seperti biasanya dia datang di Negara tempat kakeknya sebelumnya tinggal. "Apa kau mengetahui kenapa dia ada disana?"
"Tuan Tristan sedang menyelidiki seorang wanita, nyonya,"
"Wanita? Siapa? Apa kekasih nya?"
"Bukan nyonya, dia adalah Queen, ibu dari dua anak kembar itu,"
Mendengar itu Chloe benar-benar terkejut, kenapa putranya menyelidiki wanita bernama Queen? Mungkinkah Tristan mengetahui sesuatu yabg tidak dia ketahui? "Awasi dia, jika ada sesuatu yang penting kabari aku,"
"Baik nyonya," jawab bawahan itu dan pergi.
Setelah anak buahnya pergi, Chloe berpikir keras. Kenapa Tristan pergi ke Negara C dan mencari tahu tentang Queen. Mungkinkah putranya mengetahui sesuatu? Jika Tristan mengetahui sesuatu kenapa tidak mengatakannya padanya? Pertanyaan demi pertanyaan terlintas di kepala nya. Dan masih saja tidak menemukan titik terangnya.
Hah, Chloe menghela nafasnya dengan berat. Berharap apa yang di harapkan nya benar. Queen adalah Quesha, putrinya yang hilang. Tapi untuk memastikan nya, ia harus menyelidiki dengan tuntas hal itu, agar tidak mengecewakan nya.
"Aku berharap Queen adalah Quesha,"
.
.
.
Bersambung.
Maaf ya kemaren cuman update satu. Tempat Author mati lampu jadi sinyalnya susah. Dan pagi ini baru hidup. Jadi author cepat garap agar tidak mengecewakan kalian semua.
Jangan lupa hadiahnya, like, komen dan vote.