My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 75, Tidak Mengenal



Queen tidak ada cara lain selain menghadapai langsung orang-orang yang mencoba menghadangnya. Queen menyimpan satu pistolnya dan mengambil salah satu pedang yang ada di punggungnya, untuk melindunginya dari serangan mereka.


Queen berjalan dengan langkah pasti, wajahnya begitu datar, dan tatapan matanya begitu dingin. Langkah sedikit lebar itu membuat Queen terlihat begitu keren apalagi di lihatnya Queen membawa dia senjata yang berbeda di tangannya.


Door....


Tembakan Queen lesatkan ke arah satu orang yang mencoba menodongkan senjatanya ke arahnya. Dengan kecepatan nya membuat orang tersebut lebih dulu tertembak di tangannya sebelum menembakkan senjatanya ke arah Queen.


Rekan lainnya yang melihat Queen membunuh temannya tanpa melihat, terkejut. Begitu tepat sasaran. Dan mereka pun tidak bisa meremehkan seorang wanita yang dengan beraninya datang sendiri. Mereka yakin wanita ini bukanlah wanita sembarangan.


"Laporkan pada tuan, ada seorang wanita asing yang menerobos tempat kita," perintah dari mereka yang mengawasi pergerakan Queen.


Mereka tidak tahu siapa Queen sebenarnya. Karena dari perintah tuannya, bukalah wanita ini yang harus di bunuh, melainkan Chloe Dominic, nyonya dari keluarga Tesla. Dan saat melihat wanita muda cantik datang dengan membawa senjata di tangannya, mereka bingung karena tidak mengenal. Mereka tidak tahu bahwa yang membawa Queen ke tempat itu adalah Laura, orang yang di perintah tuannya untuk menculik dua bocah kembar. Dan bodohnya mereka, mereka tidak tahu jika wanita muda yang ada di depannya adalah ibu dari dua bocah kembar itu.


Seorang yang di perintah itu langsung pergi untuk menemui tuannya, melaporkan tentang adanya wanita asing yang mencoba membuat keributan.


"Tuan," orang tersebut kini berdiri di depan tuannya. Lucas yang melihat anak buahnya terlihat panik, bertanya. Apa kah terjadi sesuatu? Atau Chloe telah datang mencari dua anak kembar itu.


"Ada apa?"


"Ada seseorang yang menerobos masuk di tempat kita tuan. Dia wanita yang begitu berani, dan pandai dalam bertarung."


Lucas mengerutkan kening, mungkinkah pemikirannya benar bahwa Chloe telah datang.


"Apa kah Chloe Dominic yang datang?"


Orang itu menggeleng, mengatakan jika itu bukanlah Chloe, melainkan wanita asing yang masih muda. "Bukan tuan, dia seorang wanita yang masih muda," jelasnya membuat Lucas penasaran. Dan akhirnya Lucas melihat siapa wanita itu dari atas bangunan.


Di lihatnya, seorang wanita yang bertarung dengan lihainya melawan beberapa anak buahnya yang berjaga di luar. Wanita yang tak lain adalah Chloe menembak dan menebas tubuh anak buahnya hingga mati. Lucas yang melihat diam dengan tatapan datar. Tidak tahu siapa wanita asing itu dan alasan apa wanita itu datang ke tempatnya.


"Dia orangnya tuan," ucap orang itu yang menunjuk Queen.


Lucas mengangguk, mengerti, "Panggil Hazel kemari," perintahnya untuk memanggil asistennya.


"Baik tuan," jawab orang itu dan pergi.


Queen berhasil membunuh orang-orang tersebut, menatap sekeliling, melihat mereka semua yang tergeletak dengan tubuh bersimbah darah, puas karena berhasil membunuh mereka semua. Tiba-tiba dari arah belakang terdengar seseorang memanggilnya. Queen menoleh, di lihatnya Gavin berlari ke arahnya dengan nafas terengah-engah. Lucas yang melihat kedatangan Gavin semakin bingung, kenapa bukannya Chloe Dominic, tapi ini malah dua orang yang tidak di kenalnya.


"Siapa pria itu?" gumam Lucas yang memang tidak mengenal Gavin. Karena sebelumnya Lucas tidak berada di Negara J, dan hanya memberi perintah pada Hazel untuk memantau semuanya tentang keluarga Chloe Dominic.


Hazel yang di panggil kini berdiri di samping tuannya, bertanya apakah tuannya memerlukan bantuannya. "Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?"


Lucas menunjuk arah Queen dan Gavin, bertanya tentang mereka berdua, "Siapa mereka?"


Hazel pun melihat arah tunjuk tuannya, alis Hazel saling menaut saat melihat keduanya. Untuk Gavin ia mengenal, tapi tidak untuk wanita yang ada di samping Gavin, ia begitu asing dengan wajah wanita tersebut.


"Pria itu saya mengenalnya tuan, tapi untuk wanita itu,"


"Maksud mu kamu tidak tahu siapa wanita itu?"


"Benar tuan, karena baru kali ini saya melihat nya,"


"Lalu siapa pria itu?"


"Dia adalah Gavin Menzies, putra dari keluarga Menzies, mantan tunangan Nona Laura Patrice,"


"Mantan tunangan?" gumam Lucas tidak percaya bahwa pria itu datang ke tempatnya.


Lalu untuk wanita yang tidak di ketahui siapa nama dan dari mana asalnya, membuat Lucas bertanya-tanya, apa niat wanita datang ke tempatnya.


Rasa penasaran dengan siapa wanita itu, Lucas meminta Hazel mencari tahu. Tapi sebelum Hazel melaksanakan perintah itu, Laura muncul dan berjalan menghampiri keduanya dengan di dampingi beberapa anak buah Lucas.


.


.


Bersambung