My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 83, Kematian Hazel Ditangan Lucifer



Hazel menatap dingin pria di depannya. Jika di lihat mungkin kekuatan pria asing di depannya lebih kuat dengannya. Hazel melihat sekeliling, anak buahnya nya masih bertarung dengan kelompok GEROGRE LORIDZ, tapi di pertarungan itu sepertinya kelompoknya tidak di untungkan karena banyaknya yang kalah di tangan Mafia GEROGRE LORIDZ.


"Sial," umpatnya dalam hati.


Hazel tidak menyangka jika anak buahnya akan mengalami banyak kekalahan, yah, walaupun belum sepenuhnya kalah dari mereka. Tapi jika di paksakan, dan kelompok Mafia GEROGRE LORIDZ datang semuanya, pasti anak buah nya akan kalah dengan mudah


Hazel merasa di lema, tuannya tidak ada dan malah pergi mengejar wanita yang menjadi ketua Mafia GEROGRE LORIDZ, dan hanya dirinya yang menjadi penguat kelompoknya. Tapi saat melihat seseorang di depannya yang tidak di ketahui kekuatan di belakangnya membuatnya sedikit ragu dapat mengalahkan.


"Apa yang harus ku lakukan?" batinnya bertanya-tanya tentang apa yang harus di lakukannya. Melawan atau menyerah? Jika melawan, mungkin saja dirinya mati dan jika menyerang, mungkin saja juga akan mati. Keduanya berakhir dengan kematian. Hah, Hazel benar-benar bingung.


Lucifer yang melihat raut wajah Hazel ragu tersenyum menyeringai, sangat menyeramkan. Tanpa berkata atau memberi kesempatan Hazel melawan lebih dulu, Lucifer maju dan menyerangnya, tidak membiarkan Hazel memiliki kesempatan untuk lebih dulu menyerang.


Bugh....


Bugh....


Bugh....


Tinjuan dan tendangan di layangkan ke tubuh Hazel, memukul dengan cepat dan Hazel menangkis serangan itu dengan gerakan cepat pula. Namun gerakan Hazel seakan tidak bisa mengimbangi pukulan tersebut membuat dirinya kewalahan dan berakhir terkena pukulan di bagian dagu dan tendangan di bagian perut.


Bugh....


Bugh....


Darah keluar dari mulut karena kuatnya pukulan Hazel dan membuat tubuhnya terpental dan jatuh.


Uhuk.....


Hazel mengusap bibirnya yang berdarah, dan bangkit kembali. Namun sebelum tubuh itu benar-benar berdiri, Lucifer tidak memberi kesempatan, Lucifer berlari dan melompat, menendang kembali tubuh Hazel dan membuatnya kembali terpental.


Bugh....


Uhuk....


Rasa sesak dan sakit di bagian dada membuatnya tidak fokus dengan pertarungannya.


Lucifer yang melihat Hazel sudah lemah, berjalan mendekat dengan santai. Tangannya mengambil senjata api laras panjang yang tergeletak di tanah, dan menentengnya, mengarahkan ke arah Hazel yang menunduk sambil memegang dadanya yang sesak dan sakit.


"Kau ingin mati seperti apa, katakan? Akan ku kabulkan," ucap Lucifer dengan seringai mengerikan nya.


Hazel yang sudah terluka dan lemang karena pertarungannya sebelumnya dengan Calvin, membuatnya dengan mudah kalah di tangan Lucifer yang ternyata memiliki tenaga yang lebih besar darinya.


Hazel mendongak, menatap Lucifer yang berdiri tepat di depannya. "Tembak saja aku sekarang. Karena nanti atau sekarang semuanya sama saja, akan mati di tangan mu,"


Lucifer yang mendengar tertawa keras. "Hahahaha.....Ya kau benar, nanti ataupun sekarang kau akan tetap mati."


"Sebelum kau membunuh ku, katakan, kenapa kau ikut campur dalam urusan ini?" tanyanya ingin tahu alasan Lucifer datang ke markasnya.


"Itu karena kau membuat masalah dengan nona ku," jawab Lucifer membuat Hazel bingung. Nona, nona siapa? Hazel merasa tidak memiliki masalah dengan nona yang di katakan pria di depannya.


"Aku tidak mengenal nona mu," jawab Hazel.


"Kau mungkin mengenal nya, hanya saja kau tidak tahu jika itu dia. Dia adalah Quesha Aquena Tesla atau sering di sebut Queen Serrena, putri dari Chloe Dominic, ketua mafia dari THE GOLD HOLD yang kamu singgung karena menculik kedua anaknya." jelas Lucifer yang telah tahu datangnya Queen karena kedua anaknya yang di sekap oleh Laura, orangnya Lucas.


Hazel yang mendengar kini menjadi tahu alasan pria di depannya datang dan membantu serta menghancurkan dan mengalahkan orangnya. Ternyata pria di depannya adalah anggota kelompok mafia pula.


"Baiklah, bunuh aku sekarang. Aku tidak akan melawan, karena jika melawan pun aku akan tetap mati di tangan mu," ucap Hazel siap mati saat itu juga. Dan Lucifer pun tanpa enggan langsung menarik pelatuk senjatanya, menembak kepala Hazel berulang kali hingga mati.


.


.


.


Bersambung