My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 52, Keputusan Albern/King



Tristan tersenyum kecil membuat Queen mengerutkan kening. "Apa yang kau tertawakan?"


"Tidak ada," jawab Tristan menatap Queen yang sedang menyipitkan mata, menyelidik.


Queen bersedekap dada, memberi tatapan datarnya pada pemuda yang sok dekat itu. Queen menghela nafas, dan berkata, "Jadi kau tetap tidak ingin mengatakan? Baiklah, akan ku buat kau membuka mulut,"


Queen pergi ke dapur dan mengambil sesuatu, sesuatu yang tajam, sebuah pisau yang kini ada di tangannya. Ia berjalan mendekati Tristan dengan senyum seringainya, membuat Tristan yang melihat bergidik ngeri.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanyanya khawatir Queen akan nekad membunuhnya.


"Kenapa? Apa kau takut dengan ini?" ucapnya menunjukkan pisau yang ada di tangannya, begitu tajam.


"Singkirkan itu?" perintahnya tidak ingin mati di tangan kakak yang beluk jelas.


"Mana bisa. Aku menggunakan ini agar orang yang bermain dengan ku tahu, bahwa aku ini tidak main-main. Dan kau tahu, apa yang akan ku lakukan?"


Queen menyentuh dagu Tristan dengan pisau tajam itu, mengangkatnya agar menatapnya, "Katakan dengan jelas apa niat mu, atau pisau ini akan memotong burung mu," ancamnya dengan mendekatkan pisau itu kearah burung Tristan, dan hal itu membuat Tristan berkeringat dingin, takut pisau itu benar-benar memotong miliknya.


Queen melihat wajah pucat Tristan tersenyum kecil. "Kau takut?"


"Tidak!" jawab Tristan mengelak.


"Baiklah, sepertinya kau memang ingin aku melakukan nya,"


"Tidak! Jangan!" teriak Tristan dengan cepat. Nafas Tristan memburu, takut wanita di depannya akan melakukan hal gila.


"Hmm...Cepat katakan apa tujuan mu sebenarnya,"


"Aku sedang mencari tahu kebenaran," jawab Tristan membuat Queen bingung.


"Kebenaran? Kebenaran apa?" tanya Queen penasaran akan kebenaran yang di katakan Tristan


Tristan diam, bingung. Apakah harus mengatakannya? Tapi jika dirinya mengatakan, semuanya belum jelas, belum membuktikan Queen adalah kakaknya. Queen yang melihat diamnya Tristan penuh keraguan menghela nafas, tidak ingin memaksa.


Queen tahu Tristan tidak memiliki niat jahat padanya, hanya saja rasa penasarannya akan pemuda yang selalu mengikutinya membuatnya ingin tahu apa niatnya. King yang tinggal di samping rumahnya Queen diam, melihat rekaman langsung yang di lakukan anak buahnya lewat sebuah pen pengintai.


King tahu siapa pemuda yang bersama Queen, Tristan, putra dari Chloe Dominic. Pandangan nya dingin. Ia tahu apa niat Tristan mengikuti Queen akhir-akhir ini yang tak lain adalah mencari kebenaran tentang Queen benar-benar kakaknya atau bukan.


Hah, king menghela nafas. Rasa lelah dengan semua yang di lalukan keluarga Dominic dan Tesla untuk terus mencari keberadaan Queen membuatnya sedikit tidak tega. Ingin ia membuka informasi yang di tutupinya agar mereka tahu kebenarannya. Tapi jika ia membukanya, semua musuh akan muncul dan pertarungan pun mungkin tidak bisa di hindari lagi. Musuhnya dan musuh Mafia GEROGRE LORIZD pasti akan muncul dan berusaha membunuh Queen.


"Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya bingung.


Ia pun menghubungi Lucifer tentang musuhnya. Apakah melakukan pergerakan atau tidak. Dan panggilan pun tersambung, bertanya tentang tujuannya.


"Apa mereka melakukan pergerakan?"


"Benar tuan, akhir-akhir ini mereka telah melakukan pergerakan. Saya rasa mereka telah mengatahui keberadaan nona," jelas Lucifer tentang kelompok King Eagle yang di pimpin Damian.


"Sepertinya sudah waktunya mengungkap semuanya."


Lucifer yang mendengar terkejut, mungkinkah tuannya akan menunjukkan Queen sebenarnya pada dunia, bahwa Queen adalah cucunya dan anak dari Chloe Dominic. Jika itu terjadi, nonanya pasti akaan dalam bahaya.


"Tuan, apa anda yakin?"


"Entahlah, aku sendiri tidak yakin. Jika aku mengungkap semuanya Damian pasti akan mengutus anak buahnya untuk menyakiti Queen, bahkan bisa jadi dia akan membunuh Queen seperti hal nya pada Sena ku. Tapi aku tidak yakin jika tetap menutupinya Damian tidak akan menemukan nya. Bahkan keluarga Dominic dan Tesla saja saat ini sudah mulai curiga akan Queen yang sebenarnya adalah Quesha."


"Lalu apa yang anda lakukan tuan?" tanya Lucifer kasihan pada tuannya yang takut kehilangan Queen.


"Maksud anda, anda akan mengetakan siapa nona sebenarnya?"


"Ya, mungkin itu lebih baik. Agar dia tahu bahaya yang siap menghampirinya,"


Lucifer diam mendengar keputusan tuannya. Tidak bisa berkata atau mencegah. Dan mungkin saja jujur dengan nona adalah hal yang benar.


"Baiklah, semoga nona bisa menerima anda," jelas Lucifer dan panggilan pun selesai.


King menghela nafas dan beranjak untuk kerumah Queen yang saat ini Queen sendiri sedang menakuti Tristan dengan caranya.


Tok...Tok...Tok....


Queen dan Tristan yang mendengar suara oinyu di ketuk langsung menoleh ke arah pintu. Siapa? Pikir mereka dalam hati.


Queen berjalan ke arah pintu, mengintipnya dari jendela. Di lihatnya pria yang di kenalnya, king itulah yang di kenalnya.


"Ada apa pria tua itu datang kemari?" gumamnya dan memberi kode pada dua orang yang menjaga Tristan, memintanya menyembunyikan pria muda itu.


Dengan patuh, dua orang itu mengangguk dan membawa Tristan. Tristan yang ingin di sembunyikan, langsung berteriak. Dan dengan cepat dua orang iyu membungkam mulut Tristan agar orang yang ada di luar tidak mendengarnya.


"Mmmm....Lepaskan aku badjingan!" umpat Tristan tidak bisa mengungkapkan nya karena terlalu kuat bungkaman itu.


King yang pendengaran nya masih tajam mendengar teriakan itu. Ia yakin Tristan saat ini pasti sedang di sembunyikan. Cucunya ini sungguh sangat berhati-hati. Senyum kecil terbit di bibirnya.


Sedangkan Queen yang mendengar melotot, memberikan tatapan tajamnya pada Tristan. Berani sekali dia berteriak. Dia pikir akan ada yang membantianya, jangan harap Queen akan melepaskannya. Tidak akan.


Setelah menyembunyikan Tristan, Queen membuka pintunya. Di lihatnya pria tua yang sering berlunjung di rumahnya tersenyum ramah. Dan Queen pun memperailahkan pria yang tidak muda itu untuk masuk.


"Silahkan kek,"


King mengangguk dan duduk. Sebelum itu ia melihat sekeliling ruangan tersebut. Bersih, seolah tidak ada yang terjadi di tempat itu. Queen yang melihat mengerutkan kening, otaknya langsung berpikir. Mungkinkah kakek king mendengar teriakan Tristan?


"Badjingan sialan itu, awas saja kau," batinnya akan membuat Tristan menyesal.


Queen memberikan minum pada King dan king langsung meminumnya dan meletakkan kembali gelas itu di atas meja.


"Putra mu belum kembali?" tanyanya basa-basi


"Mungkin mereka betah bersama dengan Daddy nya disana," jawab Queen membuat King mengangguk.


King sebenarnya tahu apa yang di alami keluarga Menzies dan siapa yang menyelamatkan mereka. Tapi ia diam saat keluarga Tesla membantu. Ia yakin mereka akan baik-baik saja di keluarga itu.


"Baguslah kalau mereka baik-baik saja," jawab King tahu memiliki cicit dari Queen yang pernah bercerita. Walaupun sebenarnya Queen tidak bercerita, king juga telah mengetahui dua cicitnya yang tampan itu.


.


.


.


Bersambung.


Ayo ayo like, komen dan votenya karena Author begitu berharap๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ