
Queen setelah beberapa hari perawatan akhirnya telah pulih total. Kehidupannya di Negara R sudah tenang dan damai karena musuh dari kakeknya telah mati dan kelompok THE EAGLE di bubarkan. Sedangkan untuk anggota yang masih hidup menjadi tawanan Mafia THE GOLD HOLD, di tempatkan di penjara bawah tanah untuk menjadi bahan siksaan anak buah Queen.
Queen berencana untuk kembali ke Negara C. Ia pamit kepada King untuk pergi esok hari. King yang tahu meminta Queen untuk membawa beberapa pengawal, namun Queen menolak. Ia tidak ingin terlaku mencolok di mata umum. Dan akhirnya King setuju, tapi dengan syarat, jika terjadi masalah yang serius harus segera menghubunginya atau Lucifer. Queen mengangguk, menyetujui syarat tersebut.
Dan keesokan harinya Queen pun berangkat, King dan Lucifer mengantarkan nya sampai bandara. King selalu mengingatkan Queen untuk menghubunginya jika terjadi sesuatu disana nanti. Entah kenapa King merasa akan terjadi sesuatu dengan Queen. Dan berharap perasaannya salah, King menepis pikiran buruk itu.
"Ingat, hubungi kakek jika terjadi sesuatu dengan mu ataupun cicit ku disana,"
"Ya, ya. Aku akan menghubungi kakek jika terjadi sesuatu dengan kami," jawab Queen berharap kakek nya lekas diam.
"Bagus," jawab King puas dan lega.
Queen kini mendekati Lucifer yang sedari tadi diam. Queen pun memeluknya dengan erat, terasa berat meninggalkan orang yang selalu berada di dekatnya.
"Jika kakak rindu dengan ku, datanglah ke Negara C," ucap Queen dan di angguki Lucifer. Pasti, Lucifer pasti akan merindukan adik angkatnya itu.
Queen melepas pelukannya dan pergi, melambaikan tangan dan tak lupa memberikan senyum manisnya.
"Kakek akan merindukan mu," gumam King dan memberi perintah pada Lucifer untuk membawa banyak anggota untuk pergi ke Negara C. King tidak tenang jika Queen sendirian disana. Musuh dari ibu Queen sendiri masih berkeliaran, dan tentunya membuat nya begitu khawatir, takut Queen berseteru dengan mereka. Yah walaupun King sendiri tahu bahwa targetnya bukanlah Queen, melainkan Chloe. Tapi king tetap tidak tenang, ia hanya takut Queen di jadikan umpan untuk mengalahkan dan membunuh Chloe Dominic.
"Beritahu anak buah kita untuk pergi ke Negara C secara diam-diam. Jangan biarkan Queen tahu akan hal ini,"
"Baik, tuan," jawab Lucifer tahu maksud tuannya.
Beberapa jam perjalanan, Queen akhirnya sampai di bandara Negara C. Sedangkan Lucifer beserta bawahannya juga sampai setelah satu jam Queen sampai. Dan kini Lucifer dan anak buahnya berada di sebuah mansion besar yang di beli beberapa waktu lalu, tidak bersama dengan Queen yang kembali ke rumahnya sebelumnya.
.
.
.
Di Negara J, Laura yang kakinya telah pulih kini sedang bersama dengan Arno dan beberapa anak buah Lucas memantau dua anak kecil yang sedang bermain di taman bersama pengasuhnya dan beberapa anak buah Chloe.
Saat siang hari mereka pun akhirnya pulang. Namun saat di perjalan mobil yang mereka kendarai di hadang oleh dua mobil hitam yang tak di kenal. Empat penjaga dan satu pengasuh Davin dan Devan yang melihat mobil itu langsung mengambil senjata yang mereka simpan di bawah kursi mobil.
"Tuan muda, tetap disini. Jangan keluar dari mobil. Jika kami tidak bisa melindungi anda, anda harus segera menghubungi nyonya dan meminta bantuannya," pesan pengasuh pada dua anak itu.
Mereka berpesan karena tidak yakin bisa melindungi tuan mudanya, apalagi saat melihat orang yang menghentikan mereka lebih banyak jumlah nya.
"Ayo, hadapi mereka," ucap pengasuh itu membawa senjata nya dan keluar dari mobil, berhadapan dengan beberapa orang yang juga membawa senjata di tangannya.
Semuanya saling pandang dengan tatapan dingin, dan dari mobil musuh pintu terbuka, muncul wanita cantik yang tak lain adalah Laura. Ia bersedekap dada layaknya bos dan menatap sinis meraka yang menjaga Davin dan Devan.
"Serahkan bocah ingusan itu, maka aku akan membiarkan kalian tetap hidup,"
Laura tertawa keras mendengar jawaban wanita tersebut, "Dasar keras kepala. Bunuh mereka semua dan seret dua bocah itu," perintah Laura pada anak buah Lucas. Sedangkan Arno yang ada di dalam mobil hanya diam, memperhatikan. Membiarkan Laura mengurus semuanya.
"Baik, nona," jawab anak buah itu langsung menyerang penjaga Davin dan Devan. Dan pertarungan pun terjadi di tempat itu.
Davin dan Devan yang melihat pertarungan itu tubuhnya bergetar, takut dengan apa yang di lakukan mereka. Membunuh dengan kejam di depan mata mereka. Badan mereka pun ikut berkeringat dingin, apalagi saat menyaksikan penjaganya di tusuk dan di tembak hingga mati.
Devan wajahnya sudah pucat. Sedangkan Davin walaupun ketakutan, ia menutupinya. Seolah kuat melihat semuanya.
"Kita akan baik-baik saja," ucap Davin mencoba menenangkan Devan.
Ingat dengan pesan pengasuhnya, Davin mengambil ponselnya dan menghubungi Grand ma nya. Namun panggilan itu tidak di jawab karana pada saat bersamaan, Chloe yang sedang keluar juga di hadang oleh sekelompok orang bersenjata dan membuatnya tidak mengetahui cucunya menghubunginya.
Davin yang melihat panggilannya tidak di jawab, bingung. Harus menghubungi siapa, dan akhirnya teringat dengan nomor ponsel Mommynya yang di ukir di sebuah gelang yang di pakai mereka.
Queen melakukan itu untuk berjaga jika Davin dan Devan membutuhkan untuk menghubunginya. Dan benar saja saat ini mereka membutuhkan mommy nya untuk menyelamatkan mereka.
Drrt....
Drrt....
Panggilan tersambung. Queen yang ada di Negara C dan melihat ponselnya bergetar karena sebuah panggilan nomor tak di kenal, mengerutkan kening, siapa, pikirnya dan mengangkat panggilan itu. Tapi saat mendengar suara yang amat di kenalnya dengan suara bergetar dan tangis membuat darah Queen memanas dan rahangnya mengeras. Apa yang terjadi dengan putranya.
"Mom, tolong kami," ucap Davin dan Devan yang ada di samping juga ikut menyahut. "Devan takut mom. Devan tidak ingin mati," tangis Devan dengan suara serak.
Queen benar-benar syok mendengar apa yang di katakan putranya. Mungkinkah putranya dalam bahaya.
"Devan, Davin, apa yang terjadi? Katakan pada Mommy,"
Davin pun menjelaskan semuanya. Dan Queen yang mendengar mengepalkan tangannya dengan kuat, marah. "Berani nya mereka ingin menyentuh putraku. Akan ku buat mereka menyesal seumur hidup."
Hari itu juga Queen langsung pergi ke Negara J untuk menyelamatkan kedua putranya. Sebelumnya ia menghubungi Gavin, mengatakan jika putranya menghubunginya dan mengatakan sedang dalam bahaya. Gavin yang tidak mengetahui akan kejadian itu tentu saja terkejut, pikirnya putranya akan aman dalam perlindungan keluarga Tesla, tapi ternyata tetap saja kecolongan dan membuat putranya dalam bahaya.
Gavin pun menghubungi Chloe dan mengatakan semuanya. Chloe yang mendengar belum bisa membantu karena dirinya sendiri sedang menghadapi masalah dan akan menyusul jika masalah nya terselesaikan. Namun untuk menggantikannya, Chloe meminta Tristan untuk membantu mencari keberadaan Davin dan Devan.
.
.
.
.
Bersambung