My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 90, Queen Dan Laura.



"Mom......!"


"Sayang!"


Teriak Devan, Davin dan Gavin bersamaan saat melihat Queen tertembak dua peluru.


Queen tersenyum di depan Davin, ia tidak ingin memperlihatkan sisi lemahnya. Berbalik dan menguatkan diri, menatap Laura dengan tatapan sangat-sangat dingin. Kini Queen tidak lagi memperdulikan apapun, kedua putranya ada bersamanya.


"Menjauh lah bersama dengan Daddy mu. Mommy nya akan mengurus wanita sialan ini," perintah Queen dan Gavin menolak, ingin membantu tapi di cegah oleh Queen. Biarkan dirinya yang menyelesaikan urusannya dengan Laura.


"Pergilah, dan bawa putra mu menjauh. Aku akan membunuh wanita di ini. Dan jangan biarkan mereka putra kita melihatnya," ucap Queen tidak ingin kedua putranya melihat apa yang akan di lakukan pada Laura.


Gavin sebenarnya tidak ingin wanitanya bertarung sendiri. Tapi saat mengingat Laura tidak bisa apa-apa, Gavin membiarkan Queen mengurus wanita itu seorang diri.


Gavin membawa Davin dan Devan menjauh, tidak ingin kedua anaknya melihat adegan kekerasan yang di lakukan mommy mereka. Dan setelah mereka menjauh, Queen merobek pakaiannya dan melilitkan di punggungnya yang terluka untuk menghentikan darah yang keluar dari tubuh. Queen hanya mengenakan tank top berwarna hitam, dan tangannya memegang dua senjata berbeda, pistol dan pisau kecil, menatap tajam wanita yang berpakaian sek si di depannya.


"Akan ku pastikan kau mati hari ini," ucap Queen dengan nada dingin, melangkah maju mendekati Laura.


Laura yang melihat mundur beberapa langkah, haruskan dirinya melawan wanita yang cukup menyeramkan ini. Tapi jika tidak, dirinya akan mati dengan mudah. Dan akhirnya Laura mau tidak mau harus melawan Queen.


Laura melemaskan otot tubuhnya dan siap untuk melawan Queen. Ia akan menunjukan siapa dirinya sebenarnya yang sebenarnya juga bisa bertarung. Hanya saja selama ini ia berpura tidak pandai karena demi di anggap lemah.


Dengan menggunakan pakaian seksi ia akan melawan. Dan Queen yang melihat mengerutkan kening, berpikir mungkinkah Laura bisa bertarung sepertinya.


"Jangan harap kau bisa mengalahkan ku dengan mudah. Karena aku tidak akan membiarkan mu berhasil membunuh ku," jawab Laura percaya diri.


"Buktikan jika kau mampu," jawab Queen dan maju, begitupun dengan Laura yang maju dengan memegang pisau kecil yang di bawanya.


Ting ....


Bunyi pesan saling beradu.


Keduanya menunjukkan senyum seringainya. Menekan dengan sekuat tenaga, menahan nya.


"Akan ku kalahkan dan ku bunuh kau Queen Serrena,"


Queen tidak menjawab, ia melayangkan tendangannya, menghantamkannya ke tubuh Laura. Namun Laura yang melihat menangkisnya dengan tangan dan membuat dia berhasil menghalau serangan itu.


Bugh.....


Laura dan Queen tidak berhenti sampai di situ saja, mereka pun bertarung kembali, menendang, memukul dan melayangkan pisaunya untuk menusuk dan menggores tubuh masing-masing.


Bugh....


Bugh....


Bugh....


Syuut...


Syuut...


Craas...


Satu goresan berhasil melukai lengan dan membuatnya berdarah.


Laura yang melihat lengannya terluka, marah. Wajahnya memerah karena menahan amarah. Tangannya meremas erat pisau yang di pegang nya.


"Beraninya kau!"


Namun Queen tidak membiarkan Laura melawan balik. Ia maju kembali dan menyerang terus menerus tanpa memberi kesempatan Laura menyerangnya.


Bugh....


Bugh....


Bugh....


Syuut.... Syuut....


Craas....Craas....


Keduanya saling melayangkan pisau mereka, menggores dan menusuk dan keduanya sama-sama terluka. Pakaian yang di kenakan sobek karena terluka oleh goresan pisau mereka, di pinggang, punggung dan juga tangan masing-masing mendapatkan luka itu.


Bugh....


Satu tendangan menghantam dada membuat mereka saling mundur satu sama lain. Tapi saat Queen mundur, ia memutar tubuh dan melesatkan tembakan ke arah Laura.


Door...


Tembakan itu berhasil mengenai dada Laura.


.


.


.


Bersambung