
"Datang ke alamat Y. Jika kau tidak datang segera, aku akan membunuh anak mu," ancam nya dan Queen memutus panggilan itu, geram dengan apa yang di dengarnya.
Queen tanpa menunggu lama langsung berangkat ke bandara untuk pergi ke Negara J. Lucifer yang mengetahui Queen hendak pergi ke Negara J, memerintah anak buahnya untuk segera mengikuti kemana Queen pergi. Dengan menggunakan pesawat pribadinya, Lucifer tidak susah untuk membuntuti Queen yang pergi tanpa mengatakan apa pun padanya. Lucifer yakin pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga membuat Queen dengan tergesa-gesa dan mendadak pergi ke Negara J.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, mereka akhirnya sampai ke Negara J. Queen yang baru kali pertama pergi ke Negara J, sedikit bingung. Dan akhirnya memesan sebuah taksi Online untuk mengantarkannya ke tempat alamat yang di berikan Laura.
Queen tidak peduli dengan bahaya yang akan di hadapinya nanti. Yang saat ini ia pikirkan tentang keselamatan kedua anaknya. Queen takut, Laura berbuat di luar batas dan menghabisi anaknya karena keterlambatannya datang.
Queen kini sudah naik di sebuah Taksi dan menghubungi seseorang. Seseorang itu adalah Tristan, adiknya yang berada di Negara J.
Tristan yang melihat nomor Queen menghubungi nya dengan cepat mengangkatnya. Tidak seperti biasanya kakaknya itu menghubungi nya, karena memang kenyataan nya mereka tidak saling komunikasi akibat pernah terluka dan di rawat cukup lama. Tristan penasaran apa yang membuat kakaknya ingat padanya. Dan bertanya saat panggilan itu tersambung.
"Kak, kamu benar-benar melupakan ku,"
"Tutup mulut mu dulu untuk saat ini, kakak butuh bantuan mu. Kirim beberapa senjata untuk ku, yang mudah di gunakan. Aku tunggu di tempat x," perintah Queen dan memutus panggilan.
Tristan yang mendengar perintah itu sungguh bingung. Apa-apaan kakaknya ini, kenapa menghubungi nya hanya untuk memberi perintah. Dan apa tadi katanya? Meminta sebuah senjata? What!! Sungguh aneh sekali. Tapi saat mengingat alamat yang di sebut Queen, Tristan mengerutkan kening, bukankah itu alamat yang ada di Negara J, tak jauh dari keberadaan nya saat ini? Tristan berpikir keras, mungkinkah kakaknya berada di Negara J? Jika itu benar, Mommynya pasti akan senang jika dirinya memberitahukan akan hal ini.
Tristan menghubungi anak buahnya untuk memintanya mengirim senjata seperti yang di minta Queen. Dan dirinya akan menemui Mommynya, memberitahukan bahwa kakak perempuannya ada di Negara J.
Pria yang di minta Tristan kini pergi ke alamat yang di kirim Queen. Disana Queen menyandarkan tubuhnya di mobil taksi, menunggu seseorang yang di perintah Tristan.
Setelah orang itu sampai, dia memberikan sebuah koper besar berisi senjata kepada Queen. Dan Queen membukanya, puas dengan apa yang di kirim Tristan.
"Pergilah," perintahnya meminta orang itu untuk segera pergi. Dan dirinya juga masuk kedalam mobil, meminta supir untuk mengantarkan nya ke tempat tujuan.
Di dalam mobil, Queen membuka koper itu dan mengambilnya, melihat dengan teliti senjata-senjata tersebut.
Sopir yang duduk di kursi pengemudi dan melihat apa yang di pegang Queen, terkejut. Dia tidak menyangka jika hari ini akan membawa seorang wanita yang memiliki senjata mematikan. Tubuhnya berkeringat dingin, takut Queen akan menyakiti nya dan membunuhnya.
"Nona, sepertinya saya tidak bisa mengantarkan anda ke tempat tujuan," ucap sopir itu tidak ingin mati di tangan penumpangnya.
Queen yang mendengar mengerutkan kening. "Apa yang anda katakan? Bisakah kau mengulanginya?" tanya Queen berharap pendengaran nya salah, bahwa sopir itu tidak ingin mengantarkannya
"Itu...anu, nona. Tiba-tiba saya ingat sesuatu tentang istri saya, kalau saya harus kembali ke rumah. Jadi sepertinya saya tidak bisa mengantarkan anda ke tempat tujuan," jawab Sopir dengan suara ketakutan.
Queen yang mendengar menaikkan sebelah alisnya. Tahu jika pria itu sedang ketakutan, mungkin karena dirinya membawa beberapa senjata.
Senyum menyeringai terbit di bibir ranumnya, dan tangannya bergerak, menodongkan pistolnya ke kepala sopir itu, menakuti. Dan aksi Queen benar-benar membuat pria itu sangat ketakutan.
"Anda mencoba untuk menurunkan saya, begitu?" tanya Queen dengan wajah dekat dengan pria tersebut. Dan itu membuat tubuh pria itu kaku karena saking takutnya.
"No...no...no...nona, tidak! Tidak se...seperti itu. Saya hanya____," Belum juga selesai berbicara, Queen menyelanya, dan membuat sopir itu berkeringat dingin.
"Jika anda benar ingin menurunkan saya di sini, saya tidak akan segan menembak isi kepala anda dan menghancurkannya saat ini juga," Dan dengan terpaksa sopir itu menyanggupi karena Queen mengancam akan membunuh jika tidak diantarkan ketempat alamat yang di berikan Laura.
Dan setelah menempuh perjalanan yang jauh dari jalanan kota, dan berada di dalam hutan, Queen seakan tidak percaya jika putranya akan di sekap di tempat yang menakutkan.
"Semoga kalian baik-baik saja," gumam Queen berharap Davin dan Devan baik-baik saja bersama Laura.
Bersambung