My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 72, Lucas menghubungi Chloe



Di tempat lain Tristan dan Gavin mencari keberadaan Davin dan Devan. Memberi perintah pada anak buahnya mencari keberadaan anak kembar itu. Lucas yang mengetahui banyak anak buah Chloe mencari anak kembar itu, memberi perintah anak buahnya untuk memberi informasi palsu untuk membingungkan mereka.


Senyum terbit di bibirnya saat rencananya berhasil. Tristan sangat marah, merasa di permainkan. Ia mencari dan meminta bantuan pada anak buah Mommynya untuk meretas setiap CCTV tak tak jauh dari tempat kejadian, namun yang terlihat hanya dua mobil hitam yang mengikuti tanpa tahu siapa mereka.


"Siapa sebenarnya mereka?" gumam Tristan melihat rekaman CCTV itu, sungguh mereka bertindak dengan hati-hati, melakukan di tempat yang tidak terdapat pantauan CCTV.


"Bagaimana? Apa tahu siapa pelakunya?" Tristan menggeleng, tidak mengetahui siapa yang melakukan.


"Kita harus sabar mencarinya, karena musuh ini bertindak dengan sangat rapi." Gavin mengangguk, ia yakin pasti akan menemukan mereka. Tapi Gavin khawatir pelaku akan menyakiti kedua putranya. Rasa cemas pun di rasakan nya, tidak tenang.


.


.


Sedangkan di tempat Chloe berada, Chloe yang berhasil mengalahkan sekelompok yang menghadangnya, langsung mengambil ponsel miliknya dan menghubungi Tristan, bertanya apakah sudah menemukan Davin dan Devan apa belum. Tapi setelah mendengar bahwa belum menemukan keberadaan mereka berdua, Chloe mengepalkan tangan, marah. Sebenarnya siapa pelaku di balik semua kejadian ini.


Chloe berpikir keras. Selama ini musuh-musuhnya sudah di selesaikan, dan tidak ada yang berani mengusiknya kembali. Tapi ini ada seseorang yang tidak di kenal mulai berani dan mengusiknya. Dan lebih beraninya lagi, dia bermain dengan kelicikan membuat Chloe sangat kesal. Chloe lebih suka menghadapi musuhnya dengan terang-terangan, tidak dengan cara yang menurutnya menjijikan, tidak pantas di katakan orang pemberani. Dan apa yang di lakukan orang yang sekarang berbuat ulah padanya menurutnya seorang pecundang dan lemah.


Saat dirinya memikirkan siapa dalang kejadian ini, sebuah nomor asing memanggilnya.


"Hallo, dengan siapa ini?"


Orang yang menghubungi tersenyum miring, Chloe Dominic, wanita yang ingin dibunuhnya. Mendengar suara wanita yang membunuh ayahnya, orang yang tak lain adalah Lucas yang saat ini sedang memegang sebuah pisau tajam, menancapkan nya pada tubuh seorang yang baru di siksanya hingga mati. Ia melampiaskan kebencian nya kepada orang tersebut, menganggap tubuh itu adalah Chloe Dominic.


"Hello, nyonya Chloe Dominic," sapa Lucas dengan suara lembut. Chloe yang mendengar suara seorang pria mengerutkan kening, siapa pikirnya.


"Siapa ini?"


"Walaupun saya menjawab, saya yakin anda tidak akan mengenal saya," jawab Lucas begitu santai sambil tangannya menusuk-nusuk tubuh di depannya.


Chloe begitu bingung dengan orang yang berbicara dengannya, siapa sebenarnya orang ini? Kenapa orang ini mengatakan jika dirinya tidak mengenali. Mungkinkah seorang yang baru dalam dunia mafia?


"Jika memang saya tidak mengenal anda, kenapa anda menghubungi ku?"


"Karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan, dan apa yang akan ku katakan pastilah akan membuat anda terkejut,"


"Sabar dulu nyonya. Kenapa anda tidak sabaran sekali. Tapi, aaah....baiklah, aku akan mengatakannya nya. Aku tidak tega melihat orang menjadi penasaran karana ulah ku,"


Ting.


Sebuah pesan masuk di ponsel Chloe.


"Bukalah," perintah Lucas untuk Chloe membuka pesan tersebut.


Chloe membuka pesan tersebut, di lihatnya sebuah Vidio yang menampilka. Davin dan Devan di ikat di sebuah kurai dengan mulut di bungkam.


"Badjingan sialan! Apa yang kau lakukan?"


Lucas tertawa saat mendengar Chloe marah dengan apa yang di lihatnya. "Nyonya, menurut mu apa yang akan saya lakukan dengan dua anak itu? Mereka saat ini di jaga oleh beberapa anak buah ku. Dan apa anda tahu, dalam sekali aku perintah, anak buah ku siap menembakkan senjata nya di tubuh anak kecil itu. Dan jika itu terjadi menurut anda bagaimana keadaan anak itu?"


"Jika kau berani melukai atau menyentuh mereka, aku tidak akan membiarkan mu hidup."


"Oh, benarkah? Aku sungguh takut sekali..." jawab nya dengan nada di buat-buat, seolah takut dengan ancaman Chloe.


"Lihatlah, apa yang ku katakan pasti akan terwujud dan bersiaplah menghadapi kematian mu,"


"Akan ku tunggu itu," jawabnya menantikan Chloe melakukannya. Dan setwlah itu panggilan berakhir.


Lucas membuang ponselnya, membakarnya agar Chloe tidak menemukan di mana keberadaan nya. Lucas tahu Chloe akan mencari keberadaan nya, dan itu tidak akan di biarkan nya. Lucas ingin bermain-main lebih dulu dengan Chloe, berharap Chloe marah dan frustasi karena tidak menemukan kedua cucunya. Tapi apa yang di lakukan Lucas akan percuma, karena tempat di mana mereka berada, kini di ketahui oleh Queen karena ulah Laura yang memberitahukan keberadaan kedua anak kembarnya.


.


.


.


.


Bersambung