My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 80, Pertarungan Tiga Kubu



Door...


Door...


Suara tembakan memekikkan telinga mereka semua yang ada di sana.


Semuanya menoleh, melihat ke arah asal tembakan tersebut. Baik Lucifer maupun Hazel dan Lucas semuanya melihat ke arah rombongan besar yang di pimpin oleh seorang wanita dan seorang pemuda muda. Dia adalah Chloe Dominic dan Calvin.


Lucas yang melihat kedatangan Chloe mengepalkan tangannya dengan kuat, kemarahannya memuncak melihat wanita yang tak muda lagi itu. Marah karena ingat tentang kejadian sebelumnya dan secepatnya ingin membalas semuanya dan membunuh Chloe Dominic.


Sedangkan Lucifer hanya diam dengan pandangan datarnya, ia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang memimpin organisasi mafia kuat dari kelompok GEROGRE LORIDZ, putri dari Tian Dominic.


Lucifer berpikir, mungkinkan Chloe Dominic mengetahui apa yang terjadi di tempat ini. Jika benar, kesempatan untuk menang dapat di dapatkan. Dengan jumlah pasukan yang di bawa Chloe pasti mampu mengimbangi kekuatan Lucas yang baru saja keluar.


Hazel yang melihat kemarahan tuannya, mendekati. Berdiri di samping tuannya dan berkata, "Tuan, wanita itu akhirnya tiba juga,"


Lucas hanya diam. Tatapan matanya tidak lepas sedikitpun dari Chloe yang mulai mendekat. "Persiapkan semuanya. Dan fokus pada wanita itu," perintah Lucas dan Hazel mengangguk mengerti. Semua pasukan yang di miliki akan di fokuskan untuk mengalahkan kelompok yang di bawa Chloe. Sedangkan untuk kelompok Lucifer, hanya sebagian saja yang akan di perintah untuk menangani mereka.


Tapi Hazel tidak menyepelekan kelompok Lucifer sedikit pun, karena anak buah yang di perintah untuk menangani kelompok Lucifer adalah sebagian kelompok pertama yang terlatih. Sedangkan untuk dirinya akan ikut dalam barisan tuannya melawan Chloe dan Calvin yang terlihat sombong.


"Kalian," tunjuknya pada bagian kelompok pertama. "Sebagian urus mereka dan sebagian ikut aku menghadapi Mafia GEROGRE LORIDZ," perintah Hazel dan mereka berpencar mencari dua, menempatkan diri berhadapan dengan kelompok Lucifer dan Chloe.


Lucifer yang seakan di rendahkan geram, marah karena di anggap kelompoknya lemah. Apalagi saat melihat anak buah Lucas yang di perintah berhadapan dengan nya berjumlah sedikit dari yang lainnya. Ia bersumpah akan membinasakan mereka secepat mungkin dan menyusul nonanya yang saat ini ada di dalam bangunan besar tersebut.


"Bunuh mereka semua, jangan biarkan seorang pun dari mereka hidup," perintah Lucifer pada anak buahnya.


Semuanya mengangguk dan maju, bertarung dengan anak buah Lucas.


Pertarungan dua kelompok itu sudah berlangsung sengit. Sedangkan Lucas dan Chloe saling berhadapan, Lucas dengan tatapan tajam penuh dendam, Chloe dengan tatapan bingung karena tidak mengenal pria muda tersebut.


"Siapa kau?" tanya Chloe ingin tahu siapa pria muda yang berdiri di depannya, yang di yakini adalah ketua dari kelompok tersebut.


"Lucas Wilbert," jawab Lucas dengan suara beratnya.


"Lucas Wilbert," gumam Chloe mengingat nama tersebut. Namun nihil tidak mengingat pernah mengenal nama tersebut. Namun nama Wilbert ia sempat mengenal nya, dia adalah pria yang pernah mati di tangannya.


Chloe yang berpikir keras akhirnya mengerti, mungkin pria muda di depannya adalah anggota keluarga dari keluarga Wilbert. Dan mungkin saja pemuda itu ingin membalas sesuatu yang pernah di lakukannya.


"Apa kau ingin membalaskan dendam tentang masa lalu?" tanya Chloe santai, bersedekap dada.


"Kau harus membayar apa yang telah kau berbuat. Akan ku buat kau merima apa yang di rasakan ayah ku selama ini. Dengan tangan ini kau akan merasakan bagaimana rasa nya mati mengenaskan," jawab Lucas


"Apa kau yakin mampu?" jawab Chloe meremehkan.


"Wanita tua sialan! Lihatlah, akan ku buat kau merasakannya."


Lucas memberi kode pada anak buahnya untuk bersiap menyerang pasukan Mafia GEROGRE LORIDZ.


Setelah mendapatkan perintah, semuanya langsung maju, menyerang dan bertarung.


Keributan dentingan senjata serta tembakan menggema di tempat itu. Semuanya sangat kacau. Bom pun saling di lempar untuk membunuh, melawan musuh masing-masing.


"Kita selesaikan hari ini juga," ucap Lucas dan Chloe tidak mempermasalahkan. Namun Calvin yang mendengar keberatan. Ia tidak terima jika nyonya nya berhadapan dengan Lucas yang tenaganya masih kuat karena masih muda.


"Aku yang akan menggantikannya," jawab Calvin namun di bantah oleh Hazel.


"Lawan mu adalah aku. Tak akan ku biarkan kau menganggu tuan ku," jawab Hazel langsung maju dan menyerang Calvin.


Calvin yang melihat Hazel menyerangnya, menangkis pukulan itu.


Stt...


Calvin mengeluarkan pisaunya dan menyerang Hazel dengan serius. Hazel pun sama dan kini keduanya saling beradu untuk bisa melukai dan mengalahkan satu sama lain.


Lucas yang melihat tersenyum menyeringai, berpikir tidak ada yang akan mengganggunya untuk membunuh wanita tua di depannya. Namun semua pikiran nya salah, suara seorang dari arah samping membuatnya menoleh, dan itu adalah Tristan.


"Lawan mu adalah aku," seru Tristan menghampiri mereka berdua, berdiri di samping Mommynya.


Lucas menatapnya tajam, tidak menyangka jika ada yang ikut campur lagi.


"Karena kau ingin mengantarkan nyawa, maka sekalian aku membunuh kalian berdua," ucap Lucas tidak tahan lagi. Dan keduanya maju bertarung.


Ting.....


Ting.....


Ting.....


Pisau keduanya beradu saat kedua nya saling menyerang.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Tak hanya tangan yang bergerak menyerang, kakinya pun menendang untuk bisa menumbangkan tubuh lawannya.


Tristan yang memiliki tenaga sama dengan Lucas bisa mengimbangi pertarungan itu. Pukulan, sayatan, tendangan terus melayang ke tubuh mereka masing-masing. Pertarungan sengit mereka membuat mereka tidak memperdulikan keadaan sekitar yang sangat kacau. Dimana mereka bisa melawan dan bertarung, mereka berdua tetap bertahan tanpa memperdulikan mayat tergelatak di tanah dimana mereka berada.


Sedangkan Chloe hanya diam, memperhatikan mereka semua. Sesekali ia membunuh anak buah Lucas yang mencoba membunuhnya. Menembak dan menusuk tubuh mereka dengan mudah.


.


.


.


Bersambung