My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 57, Kepanikan Gavin.



Lucifer secara pribadi datang menjemput tuannya, dengan pengawal utama kelompok KING GOLD HOLD yang terlatih. Dengan pengawalan ketat anak buahnya, Lucifer mengendarai jet pribadi datang ke negara C untuk menjemput tuan dan nona mudanya.


Di bandara, King dan Gavin dan seorang dokter yang di minta King untuk memantau keadaan Queen yang belum sadar, langsung membawa masuk tubuh Queen ke Jet pribadinya dan akan terbang langsung ke Negera R.


Setelah semuanya aman, dan keadaan Queen aman juga, King berbicara dengan Gavin, agar Gavin tidak terlalu menghawatirkan keadaan Queen. King berjanji akan menjaga Queen dengan baik. Dan sebaliknya, Gavin juga harus menjaga dua kembar dengan baik pula.


"Ingat pesan ku. Jika sampai ada masalah dengan Davin dan Devan, kamu harus segera melaporkan semuanya pada Keluarga Tesla. Dan jangan sekali-kali menundanya, karena mereka akan menjamin keselamatan mereka berdua."


Setelah berpesan dan berpamitan kepada Devan dan Davin, King masuk kedalam jet pribadinya dan siap mendarat ke Negera R.


Davin, Devan dan Gavin yang melihat pesawat itu telah pergi kembali ke kediaman Queen, malam ini mereka akan beristirahat disana dan kembali ke Negara J esok paginya.


.


.


Di tempat Keluarga Tesla, Chloe sedang menunggu Tristan yang belum sadarkan diri juga. Ia mengelus dengan lembut kepala putranya. Rasa bersalah karena tidak bisa menjaga putranya membuatnya begitu sedih.


"Mommy akan mencari siapa orang yang berani melukai putra ku. Tak akan ku biarkan orang itu tertawa setelah ini. Akan ku buat dia menyesal dan menderita karena telah menyakiti putra dari Chloe Dominic," Wajah Chloe berubah dingin. Sifat dingin dan kejam nya kembali muncul setelah melihat apa yang di alami putranya.


Hari ini Chloe akan kembali menjadi dirinya yang sebelumnya, memimpin langsung kelompoknya dan menggerakkan mereka untuk mencari dalang pelaku tersebut..


.


.


Di tempat Keluarga Patrice, Laura telah sadar. Melihat keadaan nya dan apa yang di alami mamanya, membuatnya semakin membenci dan ingin balas dendam kepada orang yang menyakiti tubuhnya. Dia tidak akan melepaskan orang tersebut, dan akan membuat orang itu menyesal seumur hidup.


"Queen, lihatlah. Setelah ini akan ku balas semua perbuatan mu ini pada ku. Akan ku buat kau menyesal seumur hidup dengan cara menyingkirkan kedua putra mu," ucapnya mengepalkan tangan, duduk di kursi roda karena lumpuh.


Laura berencana membunuh Davin dan Devan yang saat ini bersama dengan Gavin. Ia meminta papanya untuk meminta anak buah mafia ZAPATA untuk mengurus dua anak kecil itu. Dan Arno pun menyetujui, dan memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Davin dan Devan.


Davin dan Devan yang saat ini pulang dari bermain bersama dengan Tania tiba-tiba mobilnya di kejar oleh sebuah mobil hitam yang dengan beraninya menembakan senjata mereka ke arah mobil yang di kendarai Tania.


Door....


Door....


Suara tembakan terdengar di jalan raya. Tania meminta supir untuk menambah kecepatan agar mereka tidak terkejar oleh mobil hitam yang asing.


"Tambah kecepatan pak," perintah Tania pada sopirnya


"Baik, nyonya," jawabnya dan menginjak pedal kas semakin dalam, membuat laju mobil itu semakin cepat. Davin dan Devan sedikit takut saat merasakan kecepatan itu, mereka berdua mencengkram lengan Tania, tanda rasa khawatir yang mereka rasakan.


Merasakan cengkraman kuat Davin dan Devan, Tania menenangkannya, mengatakan jika mereka semua akan baik-baik saja.


"Tenang lah, kita pasti akan selamat. Oma akan mencoba menghubungi Daddy kalian," ucap Tania dengan gugup mengambil ponselnya dan menghubungi Gavin yang saat ini ada di kantor.


Drrtt....


Drrt....


"Ada apa ma?" hanya Gavin menjawab panggilan mama nya.


"Apa yang terjadi? Ma, katakan apa yang terjadi?" Panik Gavin saat mendengar tembakan dan jeritan Davin dan Devan yang sepertinya sangat ketakutan


"Ada mobil yang mengejar kami Vin, dan mereka mencoba membunuh kami,"


Door....


Door....


Suara tembakan itu terus terdengar di telinga Gavin dan membuat Gavin langsung pergi dari kantornya untuk menyusul dimana mama dan dua putranya berada.


Tio yang melihat Gavin seperti buru-buru bertanya, "Mau kemana tuan?"


"Aku harus segera pergi, mereka dalam bahaya,"


Tip bingung, siapa yang dalam bahaya. "Tuan," panggil Tio yang melihat Gavin berlari kecil meninggalkan nya.


Gavin tidak peduli dengan panggilan itu. Saat dirinya ingin masuk kedalam mobil, Tio mencegahnya dan meminta Gavin untuk duduk di kursi belakang. "Biarkan saya yang menyetir, tuan," Gavin mengangguk membiarkan Tio untuk menyetir.


Kepanikan Gavin mampu di lihat oleh Tio, sebenernya apa yang terjadi? Kenapa wajah tuannya nampak gusar. Tio melanjutkan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat, menuju tempat yang di katakan mamanya padanya tadi.


"Semoga kalian baik-baik saja," gumam Gavin gelisah.


Gavin meremat ponselnya. Rasa paniknya melupakan pesan King yang untuk meminta bantuan pada keluarga Tesla jika terjadi sesuatu dengan Davin dan Devan. Ia begitu khawatir hingga tidak mengingat hal tersebut.


"Lebih cepat! Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mereka,"


Tio yang masih bingung, akhirnya bertanya untuk mengetahui apa yang sedang di khawatir tuannya ini. "Tuan, sebenernya apa yang terjadi?"


"Putra ku dan mama dalam bahaya. Ada yang mencoba membunuh mereka," jawab Gavin membuat Tio terkejut. Jadi kepanikan Gavin di sebabkan oleh nyonya dan tuan muda kecilnya yang saat ini sedang dalam masalah besar. "Cepat Tio,"


"Baik Tuan," Tio menambah kecepatan nya, tidak peduli jalanan ramai. Ia menerobos dan menyalip mobil-mobil yang ada di depannya.


Setelah hampir sampai di tempat yang di tuju, Gavin tiba-tiba mengingat pesan King yang memintanya untuk meminta bantuan pada keluarga Tesla.


"Keluarga Tesla, ya, keluarga Tesla. Aku harus menghubungi dan meminta bantuan pada mereka," gumam Gavin dan mencari nomor ponsel milik Tuan Jaeden. Dengan tangan sedikit gemetar, Gavin akhirnya menemukan nomor yang di carinya. Dan mengubunginya.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa like, komen dan votenya. Insyaallah nanti tambah satu bab lagi kalau ada yang minta.


Salam sayang dari Author. Selamat menunaikan ibadah puasa.


Nyanyor daun singkong, goreng iwak asen, Karo nyambel paleng enak yo. 🤤🤤🤤


Lanjut habis berbuka jika ada yang minta,😘😘