My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 1. Datangnya Jiwa Asing



Bab 1 MMIMSH


Bugh…..


Sebuah pukulan yang menghantam kepala membuat kepala itu cedera dan terluka parah. Darah mengalir dari kepalanya karena kuatnya pukulan tersebut, membuat wanita itu langsung lemas dan tak berdaya. 


Dan tak hanya di bagian kepala saja yang terluka, tubuh bagian dada dan punggung juga terluka. Sebuah luka akibat tebasan pedang panjang dan juga senjata api yang menembus dadanya.


Wanita itu adalah Quesha Aquena Tesla, seorang putri pertama dari pasangan Chloe Dominic dan Jaeden Briandy Tesla dari keluarga Dominic kerajaan NEVOLEON dan Keluarga Tesla yang hilang akibat sebuah tragedi penculikan beberapa tahun yang silam, hingga membuatnya hidup sendiri dan terlunta di negara yang jauh dari orang tua aslinya.


Tubuh yang kini dalam keadaan sekarat itu menatap sayu seorang yang berbicara di depannya dengan senyum yang mengerikan. Ia tidak terima mati dengan cara seperti ini. Ingin membalas dendam, tapi tubuhnya tidak bisa melakukannya. Dan akhirnya hanya bisa pasrah dengan nasibnya, mati di tangan orang yang tidak dikenalnya. 


"Putra ku, maafkan Mommy. Mommy tidak bisa menjagamu lagi," batinnya sambil meneteskan air mata dan perlahan menghembuskan nafas terakhirnya.


.


.


Saat jiwa itu pergi meninggalkan tubuh yang terluka parah, sebuah jiwa dari zaman lampau tersesat dan masuk kedalam tubuhnya. Sebuah jiwa yang ternyata adalah seorang putri raja dari sebuah kekaisaran, yang entah kenapa bisa masuk kedalam tubuh seseorang. Padahal ia telah mati puluhan, bahkan ratusan atau jutaan tahun yang lalu. Dan mungkin itu memang sebuah takdir, takdir yang diberikan Tuhan untuk tidak membiarkan tubuh itu mati dengan sia-sia di tangan seseorang yang memiliki hati keji dan kejam.


Perlahan mata itu terbuka. Gelap itulah yang dilihatnya. 


"Di mana ini?" Batinnya bingung melihat tempat di depannya. Nampak gelap tanpa adanya cahaya sedikitpun.


Tubuh yang tidak bisa digerakkan membuatnya hanya bisa diam sambil matanya menatap lurus ke depan. Rasa sakit di bagian kepala dan tubuhnya membuatnya beberapa kali ia meringis dan mendesis.


"Kenapa tubuhku sakit sekali? Seolah tubuh ini masihlah hidup dan terluka. Sebenarnya kenapa aku ini?" Batinnya yang belum mengetahui bahwa dirinya hidup kembali. Hidup di zaman modern yang belum pernah ia lihat sekalipun.


Rasa sakit yang sering dirasakan saat bertarung di zamannya membuatnya mengetahui jika tubuhnya seperti terluka. Tapi bukankah dirinya telah mati? Kenapa bisa merasakan rasa ini lagi.


"Tolong, tolong aku!" jeritnya dalam hati berharap apa yang dipikirkan nya benar, bahwa sebenarnya dirinya hidup kembali.


Cukup lama menunggu ada seseorang yang menolongnya, kini harapannya menjadi kenyataan. Ada beberapa orang yang melihat keberadaan nya dan membawanya ke sebuah rumah sakit yang sedikit jauh dari tempat dimana dirinya terluka. Bunyi ambulan dan orang yang membawanya membuatnya terus bertanya-tanya, sebenarnya dirinya berada di mana. Kenapa ada suara aneh seperti itu. Dan pakaian yang dikenakan orang-orang yang menolongnya juga nampak aneh, tidak seperti dimana asal nya berada. Dan akhirnya hanya diam, tidak berkata karena untuk bertanya saja ia tidak sanggup, lemah dan tak berdaya.


Setelah cukup lama di dalam benda bergerak yang memiliki bunyi aneh, kini dirinya sampai di sebuah rumah sakit besar. Matanya yang sayu menatap bangunan besar dan lampu yang menerangi setiap sudut bangunan itu. Dirinya masih bertanya-tanya dimana sebenarnya ia ini. Hingga akhirnya ia tak sadarkan diri karena dokter memberikan obat bius saat dirinya di operasi.


Setelah beberapa jam melakukan operasi, kini Quesha atau Queen, nama lain gadis yang mengambil alih tubuhnya, di bawa di sebuah ruang rawat untuk menjalani pemulihan. Di luar ruangan itu, dua anak berusia 5 tahun menangis melihat keadaan ibunya. Saat mereka tidak melihat ibunya tak kunjung pulang dari bekerja, mereka pun meminta tolong kepada tetangga rumah untuk mencari keberadaan ibunya. Dan saat tahu keberadaan ibunya yang mengenaskan, mereka tentu saja sedih, dan hanya bisa menangis terus menerus. Berharap ibunya tidak meninggalkan mereka berdua.


"Hik… Hik…. Hik….Kak, apakah Mommy akan sembuh?" Tanya seorang bocah dengan Isak tangisnya yang menjadi adik dari bocah di sampingnya. 


"Ya, Mommy pasti sembuh?" Jawab kakaknya agar adiknya lebih tenang. Walaupun dirinya tidak seperti adiknya menangis terus menerus, dan untuk menutupi agar terlihat tegar di mata adiknya, namun sebenarnya dalam hati ia menangis histeris melihat keadaan Mommynya yang terluka parah. Jika terjadi sesuatu dan Mommynya tidak bisa menemani mereka lagi, bukankah mereka akan sendiri dan itu tidak diinginkan.


"Mom, cepatlah sadar. Davin tidak ingin kehilangan Mommy," batinnya berharap sambil matanya menatap pintu di mana Queen di rawat.


Melihat ada yang menghampiri mereka, Davin dan Devan mendongak menatap Dokter tersebut


"Adik, kenapa kalian berdua duduk di lantai?" Tanya Dokter itu menatap dua bocah kembar yang memiliki kemiripan sama. 


"Saya menunggu mommy saya, dok. Mommy saya di rawat di dalam. Kami menunggu nya sampai dokter mengizinkan kami masuk," jawab Davin yang memiliki pemikiran lebih dewasa dibandingkan adiknya. 


Dokter itu melihat ke arah pintu, setelah itu menatap dua anak itu lagi. Tidak tega jika dua anak itu tidur di lantai apalagi waktu sudah malam, dokter itu membawa mereka masuk kedalam ruangan Queen berada. Tapi dengan syarat tidak boleh menangis dan mengganggu Mommy nya yang saat ini dalam perawatan. Mereka pun mengangguk menyetujui dan dengan senang mereka masuk mengikuti dokter itu.


Dua hari berlalu, perlahan Queen membuka mata. Pandangan pertama yang dilihatnya langit-langit kamar inap dimana dirinya berada, sebuah tempat yang menurutnya asing, nampak bagus dan bersih.


Queen menoleh dan dilihatnya ada dua anak yang sedang tertidur pulas di sebuah kursi. Queen mengerutkan kening, bertanya dalam hati tentang siapa dua anak itu.


"Siapa mereka?" Batinnya bertanya-tanya.


Setelah menunggu dua anak itu bangun dan menjelaskan semuanya, kini Queen tahu siapa dirinya setelah dua bocah itu bercerita panjang lebar padanya. Queen pun menyadari jika dirinya berada di tempat yang benar-benar asing untuknya. Apalagi saat mengetahui bahwa dirinya telah memiliki anak, bahkan dua anak. Mengetahui kenyataan baru yang dialaminya, Queen hanya bisa menghela nafas, sungguh permainan tuhan tidak bisa ditebak.


.


.


Queen yang asing dengan dunia barunya meminta anaknya untuk menjelaskan semuanya. Berpura-pura bahwa dia mengalami lupa ingatan, membuat kedua anaknya mengerti karena tahu mommy nya mengalami luka di bagian kepala. Dan mungkin itu sebab awal dari mommy nya lupa ingatan. 


Dengan telaten, Davin dan Devan menjelaskan semuanya, sampai alat-alat transportasi dan alat canggih lainnya Davin dan Devan jelaskan. Karena mommy nya benar-benar melupakan benda-benda itu juga. Terkadang kedua nya bingung, tapi mereka tetap menjawab saat ibunya itu bertanya yang tidak diketahui. Hingga akhirnya Queen pun telah mengetahui semuanya. Dan sekarang dirinya ada di dunia yang disebut Zaman Modern.


.


.


Setelah beberapa bulan kemudian dan Queen perlahan pulih dari luka nya, Queen pun mencari informasi tentang asal muasal pemilik tubuh. Tapi semuanya sia-sia, ia tidak menemukan asal usulnya, bahkan siapa suaminya. Dan hanya menemukan siapa orang tua angkatnya yang kini telah tiada. 


Karena tidak menemukan siapa sebenarnya jati dirinya dan asalnya dari mana, Queen pun akan menjalani hidupnya bersama dengan dua putra kembarnya. Menjalani hidup sebagai keluarga semestinya. Merawat dua anak itu dengan kasih sayangnya, walaupun dalam hati belum bisa menerima kenyataan tersebut, bahwa dirinya telah memiliki anak. 


.


.


.


Bersambung