My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 12. Kedatangan Gavin Di Negara C



Laura yang mengetahui Queen berada di negara C tidak akan melepaskan nya. Ia akan membuat wanita itu menyesal. Dan dimana Queen tinggal saat ini benar-benar menguntungkan untuk Laura. Ia akan membuat Queen menyesal karena membuat Gavin pernah memikirkannya.


.


.


Di sebuah ruangan yang luas, Queen berdiri di depan Jhon. Wajah Jhon yang dingin dan datar tidak membuat Queen takut, ia malah menatap pria tersebut dengan tatapan yang sama. Dan hal yang di lakukan Queen benar-benar membuat Jhon sedikit terkejut, karena melihat seorang wanita yang sedikit pun tidak takut dengan nya.


"Kau ingin melamar pekerjaan?"


"Ya," jawabnya mengangguk


"Apa kau tahu syarat jika ingin melamar pekerjaan disini?"


"Tidak," jawabnya jujur. Pikirnya jika hanya untuk menjadi sekuriti hanya membutuhkan keberanian dan pendidikan. Dirinya sudah memiliki, dan pastinya ia akan di terima.


"Kau ingin melamar menjadi bagian keamanan pastinya kau tahu apa yang harus di lakukan?" Queen diam, berpikir. Namun sebelum ia menjawab, Jhon menepuk tangannya dua kali, dan sedetik kemudian, muncul 3 wanita menggunakan pakaian rompi lengkap dengan senjata di tangannya.


Queen yang melihat mengerutkan kening, mungkinkah ini maksud yang di katakan pria berwajah dingin itu. Ia harus mengalahkan 3 wanita yang pastinya telah terlatih.


Mereka saling berhadapan, sedangkan Jhon duduk menyilangkan kakinya, dan akan menonton pertunjukan tersebut.


"Jika kau mampu mengalahkan mereka bertiga, maka aku akan menerima mu. Karena kau tahu, tempat ini bukanlah untuk orang-orang yang lemah,"


Queen yang mendengar mengangguk, ia akan melawan ketiga wanita itu. Ia yakin mampu mengalahkan nya dan mendapatkan tempat untuk bekerja demi untuk menghidupi kedua anaknya. "Em," Queen mengangguk dan bersiap, mengambil posisi untuk melawan mereka bertiga.


Ketiga wanita itu memasang senyum remeh, menganggap Queen wanita lemah. Sedangkan Jhon tidak sabar menunggu pertunjukan tersebut, entah kenapa ia yakin wanita itu mampu untuk mengalahkan ketiga anak buahnya yang terlatih. Dan kini ia siap melihat pertunjukan tersebut.


Queen berdiri dengan diam, menatap satu persatu wajah tersebut. Di lihat dari tubuhnya, kekuatan mereka bertiga memang kuat, namun ia tidak ambil pusing. Melawan tiga orang bukanlah hal sulit.


Queen memberi kode untuk mereka maju, dan itu benar-benar membuat mereka bertiga marah, seolah mereka di remehkan oleh wanita yang menurutnya lemah.


Mereka bertiga langsung maju, menyerang Queen. Queen yang melihat, menghindar dari pukulan tersebut, dan setelah itu menendang tubuh, membuat salah seorang wanita itu tersungkur.


Bugh...


Tak hanya tendangan yang di lakukan Queen kepada mereka. Ia juga meninju dan memukul bagian tubuh yang di jangkau nya. Pertarungan sengit satu lawan tiga itu membuat Jhon terhibur, ia tidak menyangka Queen mampu menghadapi ketiga anak buahnya. Ia pun merekam aksi tersebut dan mengirimkannya kepada tuannya.


Ting....


Bunyi pesan masuk di ponsel Aldirch Dominic.


Aldirch membukanya dan melihatnya, keningnya berkerut saat melihat adegan pertarungan itu. Dan setelah itu membalas pesan tersebut, memintanya untuk membawa wanita itu di hadapannya.


"Bawa dia keruangan ku," bunyi perintah pesan tersebut.


"Baik, tuan," jawab Jhon langsung menghentikan pertarungan mereka. Dan setelah itu membawa Queen menghadap tuannya.


.


.


"Benarkah nama mu Queen?" tanya Aldirch tak lepas dari wajah cantik itu.


"Benar,"Jawab Queen dengan nama aslinya bukan nama pemilik tubuh. Lagian nama di dalam ijazahnya memang Queen Serrena, nama pemberian dari orang tua angkatnya.


"Baiklah. Aku tadi sudah melihat mu dari Vidio yang di kirim asisten ku. Aku melihat talenta mu dan itu memang cocok untuk pekerjaan saat ini. Maka dari itu, mulai sekarang kau akan di terima menjadi pihak pengaman disini. Dan tugas mu untuk saat ini di bagian luar. Apa kau keberatan?" tanya Aldirch yang tidak biasanya menerima karyawan baru sendiri. Biasanya ia akan menyerahkan kepada bawahannya, tapi khusus untuk Queen, ia ingin sekali berbicara dan menerimanya sendiri.


Queen yang mendengar mengangguk, "Terimakasih tuan," jawabnya senang karena kini ia telah memiliki pekerjaan.


"Oh ya, jika nanti ada jadwal di luar kau bisa menemani ku," ucapnya dan di angguki Queen.


Setelah di terima di perusahaan ADS Group, kini Queen menjalankan tugasnya dengan baik, hingga tak terasa, setengah bulan telah berlalu. Kedua anak kembarnya pun kini telah bersekolah tak jauh dari tempat dimana ia bekerja. Dan saat ini ia harus menyambut tamu dari luar negara, dan tamu itu adalah tamu penting yang akan berkerja sama dengan ADS Group, perusahan Menzies Crop's.


.


.


Di perjalanan menuju perusahan ADS Group, seorang pria yang berada di dalam mobil melihat ke arah pinggir jalan. Namun saat dirinya mengamati ramainya jalanan, matanya menangkap sesuatu yang membuatnya menarik. Dan dengan cepat ia meminta asistennya menghentikan mobilnya .


"Berhenti!" serunya dan asistennya langsung menginjak pedal remnya.


Tanpa berkata, pria yang tak lain adalah Gavin langsung turun dari mobil dan berlari ke arah anak yang di lihatnya. Namun saat hendak mendekati anak tersebut, beberapa pejalan kaki membuatnya tidak bisa menyusul dan sialnya seorangw wanita yang bersamanya menghentikannya, bergelayut di lengannya dengan menja.


"Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba keluar? Apa yang sedang kau kejar?" tanya Laura yang melihat sekeliling, namun tidak menemukan apapun, hanya melihat banyaknya orang pejalan kaki.


Gavin masih melihat sekeliling, mencari dua anak yang membuatnya tertarik. Namun di lihatnya tidak ada lagi, berpikir mungkin dua anak kembar itu telah pergi.


"Tidak ada," jawabnya dan kembali. Namun dalam pikirannya terus memikirkan dua anak yang wajahnya tidak asing. Ia akan meminta Tio untuk mencari tahu, tapi tidak di depan Laura. Jika Laura tahu, sudah di pastikan semuanya nya akan kacau.


"Siapa anak itu?" tanyanya dalam hati, berpikir keras.


Laura yang ada di disampingnya mengerutkan kening, bertanya-tanya dengan tunangannya itu? Kenapa nampak aneh setelah turun dari mobil. Mungkinkah ia melihat sesuatu yang membuatnya tertarik? Tapi apa?


Laura juga berpikir keras, berharap Gavin tidak melihat wanita yang ingin di cari nya itu.


.


.


.


.


Bersambung