
Setelah mendapatkan perintah dari bosnya, Calvin membawa pasukannya yang berjumlah tidak banyak ke markas THE BLANCO. Rasa kesal karena harus berhadapan dengan mafia abal-abal itu membuatnya tidak semangat.
"Sangat membosankan," gumam Calvin dengan lesu. Beberapa anggota GEROGRE LORIDZ yang ikut bersama Calvin menggelengkan kepala melihat pemimpin mereka. Tahu apa yang di keluhkan.
Walaupun Calvin memiliki umur lebih muda dari mereka, mereka semua tidak keberatan di pimpin langsung oleh pemuda itu, karena mereka tahu Calvin bisa di andalkan.
Di dalam mobil, Calvin berkali-kali menghela nafas. Nampak malas datang ke markas ZAPATA.
"Ah bos, kau tidak adil pada ku," ucapnya keras, membuat orang lainnya terkejut.
Semuanya menatap Calvin penuh tanya. Sedangkan Calvin yang melihat melototi mereka, membuat mereka langsung menunduk, takut.
"Jika kau menatap seperti itu, ku congkel mata mu nanti," ucapnya membuat mereka diam membisu.
Beberapa menit kemudian, mereka sebentar lagi akan sampai di markas ZAPATA. Sedangkan di markas ZAPATA sendiri, anggota nya tidak mengetahui jika mereka akan di serang dan di hancurkan. Bahkan Arno sendiri tidak mengetahui akan kehancuran mafianya.
"Jika sebelumnya Markas ZAPATA di Negara C di hancurkan oleh anak buah King, berbeda dengan sekarang, markas ZAPATA di Negara J akan di hancurkan oleh Chloe Dominic sampai akar-akar nya.
"Bos sebentar lagi kita sampai," lapor anak Buha Calvin yang menyetir mobil.
"Baiklah, ayo kita bermain main dengan mereka. Jangan biarkan satu pun lolos termasuk bos mereka,"
"Baik bos,"
Calvin mengambil pisau tajamnya, melihatnya dengan teliti, apakah sudah tajam atau belum untuk menyayat tubuh para badjingan itu.
"Sepertinya ini cukup untuk menggorok leher mereka." gumamnya dengan senyum seringai. "Siapkan senjata kalian, dan hancurkan dengan cepat. 30 menit, 30 menit harus selesai,"
Whaat....!!
Seru mereka yang ada di mobil tidak percaya. 30 menit? Itu bukan waktu yang lama, dan mereka harus menghabisi mereka dalam waktu yang di berikan, sungguh mustahil. Jika lebih, tamat riwayat mereka. Bersiap mendapatkan pelatihan khusus dari Calvin pribadi.
"Matilah kita," batin mereka lemas.
Tapi karana tidak ingin mendapatkan pelatihan khusus yang sangat mengerikan, mereka semua dengan semangat berapi-api akan melakukan yang terbaik. Dalam waktu 30 menit, mereka harus bisa membunuh mereka semua yang jumlahnya tidak sedikit.
Sebenarnya mereka merutuki Calvin. Kenapa tidak membawa banyak anggota jika menginginkan waktu sesingkat itu. Dan hanya membawa anggota yang jumlahnya sangat sedikit ini.
"Semoga menang,"
"Harus menang,"
"Jangan kalah,"
"Buktikan pada bos kita bisa,"
Semuanya menyemangati diri sendiri.
Dan setelah sampai, mobil paling depan yang di kendarai Calvin, menabrak pagar besi itu dengan kuat dan membuat nya hancur. Calvin membuka atap mobil dan muncul mengeluarkan senjata Laras panjangnya, setelah itu menembakkan ke arah pasukan Mafia ZAPATA, dengan cepat. Berputar, mengarahkan setiap tembakan membuat siapa yang mendekat pasti akan tertembak oleh senjatanya
Drrrrrrrrtttt ....
Drrrrrrrrtttt .....
"Hahaha......ku bunuh kalian, ku bunuh kalian, hahaha....." Tawa Calvin dengan lantang sambil menembak pasukan itu. Anak buah Chloe yang di bawa Calvin menepuk jidat masing-masing, sudah biasa melihat pemandangan gila itu.
Serangan itu membuat gaduh markas, membuat pasukan yang masih di dalam langsung keluar melihat apa yang terjadi, membawa senjata mereka masing-masing untuk melawan penyerang tersebut.
"Berani nya kalian menyerang markas kami, badjingan sialan! Kau belum tahu siapa kami. Kami adalah anggota Mafia ZAPATA, mafia yang tak kenal takut. Dan bersiaplah mati di tangan kami karena kelancangan kalian," seru seorang anggota mafia ZAPATA, menunjuk Calvin yang sedang memegang senjatanya.
"Ho...ho...ho....aku sungguh takut sekali," Ucapnya memasang wajah ketakutan. Tapi tiba-tiba secepat kilat tangan kirinya memegang pistol, dan menembakkan peluru itu tepat di kepala pria barusan. "Terlalu berisik," sebal dengan celotehan tidak jelas itu.
Tubuh pria itu ambruk dan tersungkur di tanah dengan luka tembakan di keningnya. Semua yang ada di sana terkejut. Mereka seakan tidak melihat gerakan itu, dan tiba-tiba temannya mati di tangan pria yang saat ini dengan santai mencium ujung senjatanya.
"Huh, lemah. Terkana tambakan saja sudah mati," ucapnya membuat semua nya berpikir, mungkin kah pria itu gila. Bagaimana menurut mereka tidak gila, pria itu dengan santai nya berbicara aneh seperti itu. Semua orang tahu, jika mendapatkan tembakan di kepala pastinya orang itu pasti akan mati. Dan tadi pria itu mengatakan bahwa lemah, dia pikir kepala manusia sama dengan robot?
"Dasar orang gila, akan kami bunuh kalian semua," marah semuanya dan siap menyerang.
Calvin yang melihat tersenyum menyeringai, meminta semua anggota yang di bawanya keluar. untuk menghadapi mereka.
"Keluar dan bunuh mereka semua," perintah Calvin sambil menunjuk anggota ZAPATA yabg jumlah nya tidak sedikit.
"Baik," jawab semuanya dan keluar dari mobil, berjejer rapi sambil memegang senjata masing-masing di tangan mereka. Siap menembak mereka secara beruntun.
"SERANG!!!"
Seru anggota Mafia ZAPATA untuk menyerang pihak Calvin yang lancang masuk ke markas.
"HANCURKAN!!"
Seru Calvin untuk memulai penyerangan itu.
Semuanya memegang senjata, mengarahkannya ke arah musuh. Begitu pun anggota Mafia ZAPATA, yang mengerahkan tembakan demi Tembakan ke arah anak buah Calvin
Door.....
Door....
Door....
Adu tembak menggema di tempat itu. Peluru melesat berlawanan, membuat siapa pun yang terkena tembakan akan mati saat itu juga.
Pertarungan sengit itu mengakibatkan banyak korban, terutama korban dari kelompok Mafia ZAPATA. Dan itu sangat-sangat menguntungkan pihak Calvin.
"Cepat selesaikan, atau aku akan menghukum kalian semua," Calvin malah santai duduk di atas mobil, melihat pertarungan tersebut yang menurutnya membosankan.
Calvin sangat malas untuk ikut bersenang-senang dengan bawahannya itu. Tapi saat dirinya bersantai, dari arah belakang, seorang anggota ZAPATA berjalan dengan pelan, mengendap-endap ingin membunuh Calvin.
Saat berpikir Calvin lengah, pria itu mengangkat tangannya hendak menghubungkan pisaunya pada tubuh Calvin. Yang yang tahu gerakan itu menangkap tangannya dan memelintirnya.
"Berani sekali kau ingin membunuh ku! Benar-benar cari mati"
Krak....
Argh....
Lengan itu patah karena kuatnya Calvin mematahkannya. Membuat orang yang ingin membunuhnya berteriak dengan histeris dan setelah itu mati karena Calvin mengambil pisaunya dan mengorok leher itu dengan pisau tajam nya.
.
.
.
Bersambung