My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Ban 76, Bantuan Tiba



Laura datang menghampiri Queen dan Gavin. Berjalan dengan sikap sombongnya, bersedekap dada menatap sinis Queen, seolah meremehkan keduanya.


"Sungguh pasangan yang serasi. Padahal aku hanya meminta mu untuk datang," tunjuknya pada Queen, "Tapi ternyata kau membawa nya juga,"


Queen hanya diam, malas menjawab ucapan Laura. Tatapan nya begitu dingin dan dengan gerakan cepat, tangan Queen bergerak mencekik leher Laura, membuat Laura terkejut dan merasakan sakit akibat cekikan kuat itu.


"Le...lepas kan tangan mu wa...nita ja...Lang," Laura meronta mencoba melepas tangan Queen dari leher nya.


Anak buah Lucas yang ada di samping Laura ingin membantu, tapi sebelum mereka bergerak membantu, Queen menodongkan pistolnya tepat di depan wajah Laura, membuat Laura melotot tidak percaya Queen berani padanya.


"Ja...lang sialan, ji....jika kau berani membunuh ku, a...aku akan meminta orang yang menjaga anak mu membunuh mereka," ancam Laura membuat pandangan Queen semakin datar dan dingin.


"Kau mengancam ku, Laura? Kau pikir aku takut? Jika mereka berani menyentuh anak ku, ku pastikan tempat ini akan menjadi lautan darah. Dan diri mu bersiaplah mati di tangan ku," jawab Queen tanpa takut.


Laura yang mendengar tertawa, berpikir Queen hanya belas mengancamnya. Ia meremehkan tidak yakin Queen mampu untuk membunuhnya dan membunuh semua anak buah Lucas.


Dari tempat yang sedikit dekat, Arno yang keluar dari bangunan itu dan melihat Putrinya di cekik dan di todong pistol oleh Queen, dia mengangkat tangannya dan menarik pelatuk senjatanya, menembakkan pistolnya ke arah Queen.


Door.....


Gavin yang melihat apa yang di lakukan Arno, menarik tubuh Queen untuk menghindar dari tembakan itu, dan Laura pun berhasil lepas dari cekikan Queen, memegang lehernya yang terasa sakit.


"Dasar wanita ja-lang," kesalnya karena merasakan sakit. "Bunuh wanita itu. Jangan biarkan dia kabur dari tempat ini," perintahnya pada anak buah Lucas.


Mendengar perintah itu mereka langsung maju dan menyerang Queen dan Gavin. Lucas yang berada di atas gedung hanya mengamati tanpa bertindak, menurutnya itu bukan urusannya. Urusan yang sebenarnya adalah menunggu kedatangan Chloe Dominic dan membunuhnya.


Pertarungan 2 melawan beberapa orang membuat orang yang melihat terasa terhibur, begitupun dengan Arno dan Laura yang percaya bahwa Gavin dan Queen akan kalah dan tunduk di bawah kakinya.


Queen dan Gavin bertarung bersama, saling melindungi. Tebasan pedang dan tembakan, pukulan serta tendangan mereka berdua layangkan pada setiap musuh yang menyerangnya. Seperti saat ini, saat seorang dari musuh ingin menyayatkan sebuah pisau ke arah Gavin, Queen yang melihat memegang bahu Gavin dan melompat menendang pria tersebut. Gavin yang melihat langsung dengan cepat, menembak pria tersebut hingga mati.


Kekompakan yang di lakukan Gavin dan Queen membuat Laura dan Arno geram, ternyata tidak mudah untuk mengalahkan wanita tersebut. Bahkan anak buah Lucas tidak sedikitpun mampu menyentuh tubuh Queen dan Gavin.


"Sialan!" umpat Arno kesal, mengepalkan tangan. Begitu pun dengan Laura yang marah karena melihat Queen yang susah untuk di bunuh.


Queen dan Gavin yang kini berhasil mengalahkan beberapa orang itu tersenyum menyeringai. Ia menatap tajam Laura maupun Arno.


Nafas Laura memburu karena sangat marah. Laura juga marah karana anak buah Lucas tidak ada yang berguna. Padahal hanya untuk mengalahkan dua orang saja, tapi mereka tidak mampu.


"Dasar tidak berguna," batinnya dengan tangan terkepal kuat.


Sebenarnya bukan mereka tidak berguna, memang kenyataannya anak buah Lucas yang bersama Laura adalah orang-orang yang berkekuatan lemah, tidak terlalu terlatih seperti anak buah yang di siapkan Lucas untuk melawan Chloe Dominic. Lucas tidak ingin rugi, dan hanya bisa melakukan itu. Menjadikan umpan lemah itu untuk maju lebih dulu. Walaupun sebelumnya tidak ada Laura, Lucas juga akan tetap menggunakan anak buahnya yang lemah itu untuk menjadi tameng paling depan untuk mengulur waktu dan merugikan pihak musuh.


Tapi saat Lucas melihat Queen dengan mudah mengalahkan beberapa anak buahnya, ia pun menjadi khawatir, takut Queen menghancurkan rencananya.


"Perintah anak buah kita bagian pertama untuk membereskan wanita itu," perintah Lucas pada Hazel yang tidak jadi mencari tahu siapa Queen dan hanya memberi perintah pada bawahannya mencari tahu informasi tentang wanita tersebut.


"Baik, tuan," jawab Hazel pergi untuk memberi perintah bagian kelompok pertama.


Lucas menempatkan anak buahnya menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama di bagian depan, kelompok dua, kanan dan kiri, dan terkahir kelompok utama, kelompok yang akan mengikuti dan mendampinginya.


Setelah Hazel memberi perintah pada kelompok pertama, mereka langsung bergegas menuju tempat Queen dan Gavin berada. Laura yang melihat mendapatkan bantuan tertawa penuh kesombongan. Namun kesombongan itu tida berlangsung lama. Queen yang jengah dan muak dengan tingkah Laura menembak bahunya, membuat Laura memekik kesakitan.


Door....


Argh....!!!


Arno yang melihat putrinya terluka panik, dan membawa nya masuk kedalam bangunan. Tapi sebelum itu ia memberi perintah kelompok pertama untuk menghabisi Queen dan Gavin. Saat mereka hendak menyerang Queen, beberapa tembakan melesat ke arah mereka, membuat mereka melihat siapa pelakunya Dan ternyata sekelompok pasukan dengan persenjataan lengkap.


.


.


.


.


Bersambung