
Dua Minggu kemudian, Queen dan semua anggota THE GOLD HOLD bersiap untuk melakukan penyerangan ke markas THE EAGLE. Queen ditemani Lucifer sebagai tangan kanannya yang akan melindungi Queen dalam bahaya di pertarungan nanti.
Pihak THE EAGLE pun sama, mereka juga bersiap melawan THE GOLD HOLD untuk mengakhiri dendam lamanya.
Kedua kubu sudah bersiap dan akan tiba di tempat yang di tentukan. Mereka akan mengakhiri perselisihan itu dengan mengalahkan satu di antara mereka berdua. Queen dan Damian pun saling setuju dengan hal ini, dan melakukan hal yang sudah di sepakati. Bertarung hingga titik darah penghabisan.
"Nona, apa anda sudah siap?" tanya Lucifer yang bersama Queen, melihat Queen membawa beberapa senjata di tubuhnya.
"Ya, aku sudah siap,"
Lucifer mengangguk. Lucifer janji akan melindungi nonanya di tempat tersebut. Apapun yang terjadi, tidak boleh nonanya terluka, dan biarkan tubuhnya nanti yang akan menjadi tameng untuk nona mudanya itu.
Queen yang sudah memakai pakaian tempurnya kini berjalan beriringan dengan Lucifer menuju tempat pasukannya berkumpul. Hari ini hidup dan mati ada di depan mata mereka semua, tidak bisa mundur sedikitpun
"Hari ini kita akan bertempur melawan THE EAGLE. Kalahkan mereka dan hancurkan Mafia THE EAGLE," seri Queen dengan lantang di depan anak buahnya.
Semuanya yang mendengar berseru dengan keras, begitu semangat dan tidak sabar untuk mengalahkan dan menghancurkan THE EAGLE.
HANCURKAN..!
KALAHKAN..!
HANCURKAN..!
KALAHKAN..!
Seru mereka dengan lantang. Dan setelah itu mereka berbondong-bondong pergi ke tempat dimana dua kubu akan saling bertemu.
Setelah semuanya sampai di tempat yang di tentukan, ternyata pasukan Mafia THE EAGLE sudah tiba lebih dulu. Mereka semua menatap remeh kelompok THE GOLD HOLD yang sekarang di pimpin oleh seorang Wanita, Queen Serrena.
"Heh, ternyata berita itu benar, bahwa THE GOLD HOLD sekarang di pimpin oleh seorang wanita. Apakah tidak ada penerus lain selain seorang wanita yang sepertinya le___mah ini?" ucap Damian merekam Queen yang tak jauh darinya.
Queen yang mendengar diam, tidak merasa marah sedikitpun dengan apa yang di katakan Damian. Menurut nya Damian sengaja ingin memprovokasi nya agar marah dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan pada anak buahnya dan berakhir menjadi kekalahan di kelompoknya.
Queen menyunggingkan senyumnya, dan balas menatap remeh Damian. "Dan apa kau tahu apa yang ku pikirkan setelah melihat wajah asli mu itu? Ternyata kau adalah pria tua yang sudah tidak memiliki kekuatan. Dan ku yakin kau tidak akan mempu untuk mengimbangi kekuatan ku," serunya membuat Damian mengepalkan tangannya kuat, marah dengan hinaan Queen yang mengatakan dirinya sudah tua. Tapi memang kenyataan nya seperti itu, Damian memang lah pria yang tidak muda lagi, karena umurnya saat ini sudah ada 40 tahunan.
"Ja-lang sialan! Beraninya kau," marahnya geram, mengeraskan rahang, tidak sabar untuk membunuh Queen dan mencincang tubuh tersebut.
Queen yang melihat kemarahan Damian tersenyum kecil. Ternyata Damian adalah seorang pria pemarah dan mudah di singgung.
"BUNUH MEREKA SEMUA. DAN HANCURKAN MAFIA THE GOLD HOLD," seru Damian memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Mafia THE GOLD HOLD.
Queen yang mendengar juga tidak mau kalah, ia mengangkat tangannya dan memberi perintah untuk melawan pasukan Mafia THE EAGLE,
"HANCURKAN..!!
Semua bersiap dengan senjata masing-masing.
Anggota THE EAGLE menembakkan senjatanya ke arah Kelompok THE GOLD HOLD. Sedangkan Anggota THE GOLD HOLD, yang paling depan membuat tameng untuk menahan tembakan tersebut. Sedangkan yang lainnya melempar granat ke arah pasukan THE EAGLE dan meledak.
BOOM....
BOOM....
BOOM....
"Sialan!" umpat Damian melihat puluhan anak buahnya mati dalam sekali serang. Sedangkan pasukan Queen belum satu pun yang gugur dalam pertarungan itu
Damian tidak mau kalah, apapun yang terjadi ia harus mengalahkan Mafia THE GOLD HOLD. Dan ia pun memerintah anak buahnya untuk maju dan menyerang jarak dekat.
Queen yang melihat tidak tinggal diam. Dia juga memberi perintah untuk anak buah nya maju, bertarung jarak dekat. Dan ada sebagian yang bertanggung jarak jauh.
Pertarungan dua kubu akhirnya begitu sengit. Dentingan pisau dan teriakan terdengar mengerikan. Dan tak hanya itu saja, suara tembakan senjata dan bom menggema di tempat itu, membuat tempat yang semula sepi kini menjadi ramai dan hancur akibat ledakan bom dua kubu yang saling di lempar.
Boom....
Boom....
Duuar....
Duuar....
Tempat itu benar-benar sangat kacau. Queen dan Damian saling tatap, belum memulai untuk bertarung. Sedangkan Lucifer dan Ardo, orang kepercayaan Damian tidak sabar untuk saling bertarung, ingin mengalahkan satu sama lain.
"Nona, biar saya yang menghadapi mereka berdua. Anda tetap lah disini,"
"Apa kamu pikir aku ini lemah? Bukankah kau tahu sendiri seperti apa aku ini?"
Lucifer diam, tidak berani berkata lagi. Ia tahu kekuatan Queen. Walaupun nonanya itu seorang wanita, tak di ragukan lagi untuk pengalaman dan tenaga nya, dia adalah wanita yang kuat.
"Maafkan saya nona," Queen tidak memperdulikan lagi. Menurutnya hal penting saat ini adalah melawan Damian dan mengalahkannya agar Kelompok THE EAGLE tidak menggangu kelompoknya lagi.
"Kau lawanlah pria di samping Damian. Dan biarkan aku melawan Damian sendiri,"
Lucifer terkejut. Walaupun Damian tidak muda lagi, tapi kekuatan Damian tidak bisa di remehkan. Tapi saat mengingat dirinya pernah di kalahkan oleh Queen dalam sebuah pelatihan, Lucifer percaya nonanya pasti akan mampu untuk menghadapi dan melawan Damian yang tenaganya besar itu.
Damian menaikkan sebelah alisnya melihat Queen dan Lucifer saling berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan, Damian yakin Queen pastilah takut dengannya.
.
.
.
Bersambung
Selamat membaca. Jangan lupa Like, komen dan votenya.
Untuk Update Author tidak pasti karena sesempat nya Author nulis. Tapi untuk jadwalnya setiap hari Author Update hingga tamat, jika memang tidak ada kesibukan yang amat sibuk ya. Tunggu aja selalu. Dan makasih yang sudah selalu dukung dan mampir. Author hanya bisa mendoakan semoga kalian sehat selalu dan di murahkan Rizki dan segala urusan nya.
😘😘😘😘😘