
Aron yang mendengar markas nya di serang oleh Mafia GEROGRE LORIDZ terkejut, ia tidak percaya mafia itu menyerang mafia miliknya. Aron bingung kenapa kelompok Mafia GEROGRE LORIDZ menyerang kelompoknya, padahal ia tidak pernah menyinggung ataupun membuat masalah pada kelompok tersebut.
"Pa, apa yang akan kita lakukan?" tanya Laura yang takut.
"Kita harus segera pergi dari sini, menjauh sejauh mungkin."
"Pergi kemana pa?"
"Entahlah, yang penting kita menjauh dari kelompok mengerikan itu. Papa tidak ingin kita mati di tangan mereka," jawab Arno mengemasi barang-barang nya dan menghubungi supirnya untuk segera pergi dari tempat itu.
Saat kelompok GEROGRE LORIDZ meratakan markas dan membunuh semua anak buahnya, Arno membawa semua keluarganya kabur dari tempat ini. Ia marah, sangat-sangat marah dengan apa yang terjadi. Semua hasil kerja kerasnya hancur. Perusahaan bangkrut akibat orang yang tidak kenal, dan ulah dari semuanya adalah King dan Chloe.
Arno tidak menyangka akan mengalami hal itu setelah berurusan dengan seorang wanita yang tidak memiliki status kekuasaan tinggi. Namun kenyataannya wanita yang di singgungnya itu adalah putri dari raja dan ratu mafia di dunia bawah. Dan kini akibat ulahnya sendiri, semuanya hancur tanpa sisa dan hidup menjadi gelandangan.
Arno tidak tahu mau pergi kemana, tujuannya tidak jelas. Ia sungguh pusing, apalagi saat mendengar Laura terus bertanya dan bertanya.
"Tidak bisakah kau diam! Papa pusing mendengarnya," kesal Arno memijit pelipisnya, pusing dengan apa yang terjadi.
Laura diam, tidak berani bertanya. Tapi entah kenapa semua ini seperti ada sangkut pautnya dengan Queen. Mengingat nama Queen, Laura marah, mengepalkan tangannya dengan kuat. Apalagi saat mengingat Queen menyiksa hingga keadaan nya sangat memprihatinkan.
Arno menatap keluar jendela, berpikir apa yang akan di lakukannya. Saat memikirkan jalan keluar tentang masalahnya, ponselnya berdering. Sebuah nomor asing menghubunginya.
"Siapa?" gumamnya dengan kening berkerut.
Arno pun mengangkat panggilan itu dan saat mendengar siapa yang menghubunginya dan orang itu memintanya untuk datang ke tempatnya, Arno pun wajahnya menjadi sumringah. Akhirnya dirinya memiliki kesempatan untuk membalas semuanya nanti, karena ia tahu orang yang menghubunginya adalah orang yang memiliki kekuatan besar.
.
.
.
Di markas ZAPATA, Calvin kesal karena tidak menemukan bos dari mafia ZAPATA. Wajahnya suram dan mengerikan. "Badjingan sialan itu beraninya kabur saat aku mengurus anak buahnya. Sungguh licik."Gumamnya tidak menyangka Arno bergerak cepat. "Menyebar dan cari pria tua itu?"
"Baik bos," seru mereka dan akan berpencar mencari keberadaan Arno. Calvin yakin Arno belum jauh dari tempat ini.
Semuanya pun berpencar, mengendarai mobil mencari keberadaan Arno. Namun apa yang di lakukan terlambat, Arno kini di kawal oleh anak buah orang yang menghubungi nya tadi menuju tempatnya berada.
Calvin yang mengetahui Arno tidak di temukan kesal. Apa yang akan di laporkan pada nyonya nanti, dan ia hanya bisa berharap, semoga saja nyonya itu tidak marah padanya.
.
.
.
Di Negara R, tepat nya di sebuah pulau. Queen berbaring di atas ranjang mewah yang di siapkan oleh king. King duduk di samping cucunya itu, mengelus kepala itu dengan lembut.
"Daei perkiraan saya mungkin nanti malam nona akan sadar," jawab Dokter itu memprediksi.
"Baguslah," ucapnya melambaikan tangan, meminta dokter itu untuk pergi dan dokter itupun langsung berpamitan, pergi.
Benar seperti yang di katakan dokter tersebut, sore hari Queen membuka matanya, sadar. Pandangan pertama yang di lihatnya adalah langit-langit kamar yang nampak berbeda. Queen melihat sekeliling tempatnya berada, benar-benar tempat yang asing.
"Dimana ini?" gumamnya menyentuh kepalanya yang sedikit sakit.
Saat Queen bingung tentang keberadaan nya saat ini, pintu di buka oleh seseorang dan orang tersebut adalah King yang ingin menjenguknya. Dan saat King masuk, betapa terkejutnya dia saat melihat cucunya telah sadar.
"Kamu sudah sadar, cucu ku," ucapnya mendekati, senang melihat Queen yang telah sadar.
Queen mengangguk, dan tersenyum kecil melihat perhatian King. Sungguh perasaan yang lama tidak ia rasakan.
"Kakek akan panggilkan dokter terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan mu," Queen lagi-lagi mengangguk, membiarkan kakeknya itu menghubungi dokter pribadinya.
Dan tak lama dokter pun datang dan langsung mengecek kondisi tubuh Queen. Dokter mengangguk, mengatakan jika keadaan Nona muda nya sudah stabil dan hanya butuh pemulihan beberapa hari lagi.
King senang dan dia pun memberi hadiah pada dokter itu karena telah melakukan yang terbaik untu cucunya.
"Aku akan meminta Lucifer untuk memberi mu hadiah," ucap king dan dokter pun mengangguk, berterimakasih.
Setelah beberapa hari masa pemulihan, Queen akhirnya telah sembuh total. Keadaannya sudah lebih baik. Dan Kini Queen sering bersama di kastil besar itu, mengobrol dan saling cerita. hingga Queen ingin tahu siapa yang membuatnya terluka.
"Apa kakek tahu, siapa yang menyerang ku waktu itu?"
"Dari penyelidikan, pelakunya adalah anak buah musuh kakek, THE BLANCO," jawab King dan menjelaskan tentang siapa THE BLANCO secara garis besar. Queen yang mendengar diam, ia harus siap berhadapan dengan ketua THE BLANCO yang bernama Damian itu. Dan Queen pun akan berusaha berlatih lebih baik agar suatu saat bisa mengalahkan orang tersebut .
"Aku harus berlatih lebih giat agar suatu saat bisa mengalahkan Damian itu. Akan ku balas berkali-kali lipat perbuatan nya selama ini," ucap Queen menggebu.
King tersenyum, mengelus kepala Queen dengan lembut, "Berlatihlah dengan giat. Dan setelah kamu pantas, kakek akan memberikan semua yang kakek miliki pada mu,"
Queen mengangguk dan setelah itu hari-hari Queen berlatih bersama Lucifer langsung. Di bimbingnya hingga menjadi wanita kuat, pantas menjadi ketua dari mafia KING GOLD HOLD.
.
.
.
Bersambung.
Maaf ya, kemaren Update cuman satu. Author lagi sakit, dan hari ini pun masih sedikit pusing, badan lemas. 🙏🙏🙏