
Tristan dan Queen bingung, kenapa king tidak memperbolehkan mereka menemui orang tua mereka. Apa mungkin King tidak ingin Queen bertemu orang tua kandungnya?
"Kenapa anda melarang? Apa anda tidak ingin kakak ku bertemu dengan orang tuanya?"
"Aku hanya tidak ingin musuh mengetahui dengan cepat tentang Queen. Kita harus memikirkan apa yang terjadi. Dan asal kalian tahu, saat ini baik musuh ku maupun musuh mommy mu sedang mencari tahu tentang Queen,"
Queen diam, ternyata banyak yang mencari tahu tentang dia. Sungguh sangat rumit.
"Baiklah, untuk saat ini biarkan berjalan seperti biasanya. Aku akan kembali ke Negara J untuk memberitahu kan tentang ini semua pada Mommy dan Daddy," ucap Tristan dan di angguki Queen dan King. "Oh ya kak, simpan nomor ku. Jika membutuhkan sesuatu, aku bisa membantu mu,"
Queen pun menyimpan nomor ponsel Tristan. Dan keesokan harinya, Tristan berencana untuk kembali ke negaranya, untuk memberi tahu tentang Queen pada Chloe dan Jaeden, bahwa telah menemukan kakaknya yang hilang.
Queen tidak mengantar Tristan sampai bandara. Karena jika sampai ada yang tahu, bisa jadi akan datang masalah yang menghampirinya.
"Kakak tidak mengantar ku?" tanya Tristan berharap.
"Apa kau anak kecil?"
"Tentu saja, aku ini kan adik mu,"
Queen memutar bola matanya malas,. Sebenarnya ia sedikit kesal dengan pria muda itu. Setelah mengetahui bahwa dirinya kakak nya, Tristan seolah tidak mau jauh, dekat dan dekat, dan membuatnya kesal, sampai-sampai tangannya tidak bisa di kontrol memukul dan meninju perut adiknya karena kesal dengan tingkah Tristan yang berubah manja padanya.
"Jika kau menginginkan aku mengantar mu, maka bersiaplah untuk mendapatkan lebih dari semalam," ancamnya membuat Tristan langsung mundur satu langkah. Tidak, itu sangat mengerikan. Kakaknya yang lagi marah dan kesal sungguh menakutkan, bahkan tatapannya hampir persis dengan kakeknya, Tian. Dan mungkin saja jika Tristan tetap bersikeras, bukan hanya tinjuan yang mendarat di tubuhnya, bisa jadi pisau akan bersarang di perutnya yang indah.
"Lebih baik aku pergi sendiri tanpa diri mu. Aku tidak ingin mati di tangan kakak ku yang galak,"
Mendengar kata galak, Queen melotot kan mata, "Berani kau!"
"Tidak!" Tristan kabur dan masuk mobil, memerintahkan supirnya untuk cepat melajukan mobilnya, tidak ingin mendapatkan amukan dari kakak nya. "Aku pergi," pamitnya dengan melambaikan tangan.
Queen dan King mengangguk dan perlahan mobil itu menghilang dari pandangan mereka.
"Kenapa tidak mengantarnya?"
"Tidak ingin mengekspos diri," jawab Queen berbalik dan masuk ke dalam rumah. King yang melihat menghela nafas, hanya bisa menatap punggung Queen yang perlahan hilang dadi pandangan nya. King menatap langit pagi dan bergumam.
"Semoga tidak terjadi sesuatu dengan nya." King berharap setelah ini musuhnya tidak menemukan keberadaan Queen, cucunya.
.
.
.
Satu minggu kemudian, Gavin membawa Devin dan Devan kembali ke Negara C untuk bertemu dengan Queen. Davin dan Devan sangat-sangat bahagia, mereka begitu bersemangat bertemu dengan Mommy yang lama tidak mereka jumpai. Dan tak hanya dia kembar itu saja yang bahagia, Gavin pun tak kalah semangatnya, tidak sabar bertemu dengan wanitanya yang selalu ia rindukan setiap pagi dan malam.
"Aku datang sayang,"
Mobil yang di tumpangi Gavin melaju ke rumah Queen. Namun saat dirinya melewati sebuah jalan, betapa terkejutnya mereka melihat seseorang berjalan dengan tubuh terseok-seok, dan pingsan. Gavin yang sedikit mengenal punggung seorang wanita itu meminta supirnya untuk menghentikan mobil. dan Gavin langsung keluar menghampiri wanita tersebut.
Saat dirinya membalik tubuh itu dan melihat siapa wanita tersebut betapa terkejutnya dia melihat siapa wanita itu?
"Sayang," serunya tidak percaya dengan apa yang ada di depannya. Wanitanya saat ini tak sadarkan diri, dengan beberapa luka di tubuh dan perut nya yang kini terdapat banyak darah.
Gavin memeluk wanita itu dengan erat dalam dekapannya, dan air mata menetes di pipi, jatuh mengenai wajah Queen yang tak sadarkan diri.
"Sayang, bangun sayang. Aku ada disini," ucapnya menepuk wajah Queen dengan lembut, berharap Queen sadarkan diri.
Davin dan Devan yang melihat Daddy nya memeluk orang tersebut menjadi penasaran, mereka turun dari mobil dan menghampiri. Saat dekat, mereka terkejut melihat siapa yang di peluk Daddynya, Mommy nya, mommy yang saat di rindukannya.
"Mommy!" teriak Davin dan Devan bersamaan dan ikut menangis melihat ke adaan Mommynya.
.
.
Davin dan Devan menangis mengetahui keadaan, Queen. Sedangkan Gavin diam membisu, berpikir siapa yang melukai wanitanya. Bukankah dia sudah meminta bantuan pada orang yang di sewanya? Tapi kenapa Queen tetap terluka. Dan di mana para pengawal yang menjaga nya.
Saat berpikir dengan keras, ia menoleh saat mendengar suara langkah mendekat. Seorang pria tua yang di kenalnya, King.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya King panik saat mendengar Queen terluka dari panggilan Gavin.
"Dia sedang di operasi. Saya berharap dia baik-baik saja," King mengangguk, dirinya pun berharap seperti itu, Queen baik-baik saja.
Mereka kini menunggu sampai Queen selesai di operasi. King berpikir bagaimana bisa Queen mengalami hal ini. Ia menghubungi satu anak buahnya yang bersama dengannya untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Dan tak lama menyelidiki, anak buah itu mengabarkan jika ada pertarungan di dalam hutan tak jauh dari jalan tempat Queen di temukan. Disana anak buah King mati semua dan beberapa orang yang tidak di kenalnya, yang mungkin saja pengawal Queen yang disewa Gavin dan masih ada yang lainnya. Kelompok yang memiliki tato di lengannya, sebuah gambar burung rajawali.
"KING EAGLE," gumam King geram, ternyata mereka sudah mengendus keberadaan Queen sekarang.
Anak buahnya yang ada di sini dan mengawal Queen telah mati di tangan mereka. Namun kelompok King Eagle juga mati, dan itu membuatnya sedikit lega. Butuh waktu Damian untuk tahu kabar yang terjadi.
King menghubungi Lucifer untuk segera menjemputnya. Dia meminta Lucifer untuk berhati-hati. Jangan sampai kelompok King Eagle mengetahui kepergiannya di Negara C.Dam Lucifer pun mengangguk, mengerti.
"Baik, tuan,"
"Bagus secepatnya kau jemput kami. Aku akan membawa Queen ke kastil,"
King akan membawa Queen pergi ke Negara R, dimana tempat king sebelumnya tinggal. Dia akan meminta dokter pribadinya untuk merawat Queen hingga sembuh hingga Queen siap untuk melawan pada musuh itu, menjadikan Queen pengganti di kelompok Mafia nya, menjadi ketua dari kelompok KING GOLD HOLD.
King tidak membawa Davin dan Devan bersamanya. Ia meminta Gavin untuk menjaga mereka berdua. Jika mereka ikut, bisa saja nyawa mereka akan terancam, dan mempermudah Damian mengancam dan menghancurkan KING GOLD HOLD.
"Gavin, aku akan membawa Queen pergi dari ini. Aku serahkan Davin dan Devan pada mu, jaga mereka, jangan sampai mereka berdua terluka,"
"Anda mau membawa Queen kemana?" tanya Gavin sebenarnya tidak ingin Queen di bawa oleh King, yang statusnya hanya orang lain, karena Gavin sendiri tidak tahu jika sebenarnya King adalah kakek Queen.
"Ketempat asal ku berada. Yakinlah aku akan menjaga disana, karena jika disana keselamatan nya akan terjamin," ucap King. Dengan Queen berada di Negara R, tempat markas besarnya berada, king tidak perlu khawatir akan penyerangan Damian. Anak buahnya yang berkumpul di Negera R akan menjaga nya dengan nyawa mereka, berbeda saat berada di Negera C, hanya sebagian kecil saja anak buahnya yang menjaga, dan itu benar-benar tidak menguntungkan nya untuk melindungi Queen.
"Oh ya, jika terjadi sesuatu dengan mereka berdua, kau harus cepat datang ke keluarga Tesla, minta bantuan pada mereka," pedan King membuat Gavin bingung. Kenapa harus meminta bantuan kepada Keluarga Tesla, apa urusannya.
Gavin belum mengetahui jika Queen adalah putri yang hilang dari keluarga Tesla, maka dari itu saat king memintanya untuk meminta bantuan pada keluarga Tesla ia bingung. Dan demi menutupi kebingungan nya, ia mengangguk dan akan meminta bantuan ke keluarga Tesla jika terjadi sesuatu yang buruk pada kedua putranya.
.
.
Di Negara J sendiri, Chloe dan Jaeden belum mengetahui jika Putrinya telah di temukan oleh Tristan. Karena saat ini Tristan sendiri sedang berbaring tak sadarkan diri, koma selama seminggu akibat kecelakaan parah saat hendak menuju kediaman Tesla akibat rem blong yang di lakukan musuhnya.
Chloe sudah menangkap siapa pelaku, bahkan Chloe sudah membunuh dan mencincang tubuhnya dan memberikannya kepada peliharaan nya karena pria itu tidak mau mengaku siapa tuan yang memberi perintah.
.
.
.
Bersambung
Bab ini untuk mengganti bab kemaren, karena Update cuman satu bab ya. Dan nanti akan di susul 2 bab lainnya.
Selamat membaca, jangan lupa
Likenya....
Komennya.....
Vote...
dan Bunga nya.😘😘😘😘😘😘