
Setelah mendengar cerita lengkap dari King, Queen menghela nafas. Ternyata ada kejadian seperti itu. Sungguh musuh yang sangat berani. Sedangkan Tristan yang mendengar mengepalkan tangannya dengan kuat, tidak menyangka kakaknya mengalami hal seperti itu.
"Badjingan mana yang melakukan hal itu," marahnya pada kelompok yang membuat Queen jauh dari keluarganya. "Akan ku temukan kalian dan akan ku bunuh kalian semua karena berani menyakiti kakak ku dan membuat Mommy ku menderita selama ini. Lihatlah akan ku temukan kalian secepatnya," geram Tristan dalam hati.
Queen yang kini telah mengetahui semuanya, meminta izin pada King untuk mengizinkan dirinya menemui kedua orang tuanya yang berada di Negara J. Dan saat dirinya meminta izin, Tristan tiba-tiba muncul dengan wajah bahagia dan berhasil membuat king dan Queen terkejut melihatnya.
King diam dengan pandangan biasa, karena sebenar nya ia tahu Tristan ada disana. Berbeda dengan Queen yang kini melotot dengan tatapan tajam, beraninya pria ingin kabur dari nya.
Namun sebelum kata keluar dari mulut Queen, Tristan berlari dan memeluk tubuh Queen dengan erat, membuat Queen semakin marah. Beraninya pemuda itu memeluknya di depan King. Queen tidak ingin king berpikir buruk tentang nya. Dan dengan cepat ia mencoba mendorong tubuh besar yang saat ini memeluknya. Tapi Tristan tidak melepaskan, ia malah semakin erat memeluk dan isak tangis terdengar di telinga Queen, membuat Queen bingung. Ada apa dengan pemuda ini, kenapa malah menangis? tanya Queen dalam hati.
"Akhirnya.... akhirnya aku menemukan mu," ucap Tristan tidak bisa menahan air matanya. Walaupun Tristan adalah pria dingin dan kejam, ia tetap manusia biasa, punya perasaan haru, sedih dan bahagia. Dan saat ini ia begitu bahagia, sampai bahagia nya, tidak bisa menahan air matanya.
Queen bingung. Ia menatap King dan King mengangguk, memintanya untuk membiarkan Tristan memeluknya. Queen diam, dalam pelukan Tristan, dan akhirnya membiarkan pria itu memeluknya dengan puas. Tapi dalam hati, ia kesal, risih dengan pelukan itu karena tidak terbiasa.
"Aku merindukan mu____kak," ucap Tristan membuat kening Queen berkerut. Apa katanya tadi? Ia tidak terlalu jelas mendengar nya. "Akhir nya setelah sekian lama aku bisa melihat mu. Aku sangat bahagia dan tidak menyangka jika ini benar-benar kamu,"
Queen mendorong tubuh Tristan untuk memastikan apa yang di dengar nya tadi. Ia menatap wajah sembab itu, wajah yang juga di hiasi dengan senyum manisnya, membuat wajah tampan itu terlihat lucu dan menggemaskan. Apalagi melihat hidung Tristan yang merah akibat baru menangis.
Tristan menarik tangan Queen untuk di genggamnya. Namun Queen menepis, tidak suka dengan perlakuan itu. Tapi Tristan tidak menyerah, ia menggenggam dengan kuat tangan Queen agar tidak lepas, mengelusnya dengan lembut.
'Apa yang kau lakukan? Lepas!" ucap Queen dengan nada dingin, tidak suka.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan lagi. Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu lagi. Sudah bertahun-tahun lamanya aku mencariz dan kini telah menemukan. Maka jangan harap kau akan melepaskan mu lagi."
"Apa maksud mu? Jangan membuat ku marah," Queen benar-benar sudah habis kesabarannya, ingin membunuh pria muda di depannya yang tak tahu diri itu.
King yang mendengar menghela nafas, dan menepuk bahu Queen, membuat Queen langsung menoleh. "Jangan kasar pada nya. Dia mengatakan itu memang dia tidak akan melepaskan mu lagi. Tidak akan membiarkan mu pergi meninggalkan nya lagi,"
"Dia__," belum selesai Queen berbicara, ingin membantah, King menyela dan mengatakan jika pemuda itu adalah adiknya.
"Dia adik mu," jawab King membuat Queen terkejut, adik? Queen dengan cepat menatap Tristan uang mengangguk.
"Ya, aku adik mu, Tristan kak," jawab Tristan dengan tersenyum manis sekali, benar-benar sangat manis
"Adik?" ucap Queen lirih. Benarkah pria muda di depannya adiknya? Ia sungguh tidak percaya jika adiknya ada di depan matanya saat ini.
Setelah Tristan menjelaskan semuanya tentang dirinya yang terus membuntuti dan memantau Queen untuk mencari kebenaran tentang kakaknya di diri Queen, Tristan tidak menyangka jika hasilnya benar-benar sesuai yang di inginkan, Queen adalah Quesha.
"Kak," panggil Tristan dan di jawab dengan Hm belaka "Apa kamu tidak senang bertemu dengan ku?"
"Kata siapa? Aku sangat senang karena akhirnya bisa melihat mu lagi." jawab Queen membuat Tristan tak henti menetap wajah cantik kakaknya.
'Bagaimana jika besok langsung pergi ke Negara J untuk bertemu dengan Mommy dan Daddy?, Dan aku yakin mereka pasti senang dengan kejutan ini."
King yang mendengar langsung menyela pembicaraan mereka, melarangnya untuk tidak pergi ke Negara J, dan itu berhasil menghentikan mereka berdua.
.
.
.
Bersambung