My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 78, Kemarahan Queen



Semuanya diam, tidak menjawab pertanyaan Queen.


"Cepat katakan!" bentak Queen dengan tatapan tajam, kesal karena pertanyaannya tidak di jawab oleh mereka.


Beberapa anak buah Lucas yang kini di kepung Queen menelan ludah dengan susah. Tubuhnya sedikit gemetar melihat mereka semua yang menurutnya mengerikan, apalagi tatapan Lucifer yang sangat-sangat tajam.


Semuanya masih diam, Lucifer yang melihat dan tidak tahan melihat nonanya diabaikan menjadi geram. Lucifer mengangkat senjatanya dan memberi perintah pada anak buahnya, menodongkan senjata kepada mereka semua.


"Cepat katakan! Dimana mereka berdua?" bentak Lucifer dengan wajah mengerikan.


Tubuh mereka gemetar, apalagi saat melihat senjata mengarah ke tubuh mereka. Namun semua ketakutan itu tidak bertahan lama, Hazel dan banyak anak buahnya datang ke arah mereka. Lucifer, Queen dan Gavin yang melihat hanya memberikan tatapan dinginnya, menatap seorang yang menjadi ketua dari mereka.


"Singkirkan senjata kalian," seru Hazel dengan suara keras, membuat anak buah Lucifer minggir. "Siapa kalian?" tanya Hazel yang tidak mengenal kelompok Lucifer.


Lucifer tersenyum menyeringai, dan bertanya, "Apa kau ketua dari mereka?"


"Tidak penting menjawab pertanyaan mu. Katakan, apa mau kalian datang kemari?"


"Serahkan dua anak yang kalian tahan, dan aku akan mengampuni kalian semua," Jawab Queen menyela membuat Hazel diam. Anak? Jadi mereka datang karena dua anak di tawan Laura. Apa hubungan mereka sampai menginginkan dua anak itu?


"Tidak ada anak di sini. Kalian salah tempat mencarinya di tempat ini," jawab Hazel berbohong.


Queen yang mendengar jawaban Hazel tertawa, "Jangan coba-coba berbohong di depan ku. Kau pikir aku akan percaya dengan apa yang kau katakan? Serahkan mereka atau aku akan benar-benar menghancurkan tempat ini dan membinasakan kalian," ancam Queen tidak tahan, takut terlalu lama menyelamatkan putranya dan berakhir terjadi sesuatu dengan mereka.


Hazel sedikit terkejut dengan ucapan Queen, pikirnya siapa wanita itu, kenapa begitu berani mengancam dirinya.


"Menghancurkan tempat ku, kalau kau mampu lakukan lah," tantang Hazel membuat Queen dan Lucifer menyeringai.


Queen dan Lucifer yang mendengar tentu saja senang, seolah itu Hazel mengizinkan untuk mereka berdua melakukan apa yang mereka mau.


"Hancurkan mereka dan bunuh pria itu," perintah Queen pada anak buahnya dan Lucifer untuk mengurus Hazel yang terlalu berani.


Tanpa menunggu lagi semuanya pun kembali bertarung dengan sengit. Anak buah Queen yang jumlah nya tida terlalu banyak berusaha untuk mengimbangi kekuatan mereka semua. Sedangkan Queen sendiri bersama dengan Gavin kini pergi dari tempat pertarungan untuk mencari dua anak mereka.


Setiap melewati tempat Queen selalu.di hadang oleh anak buah Lucas, namun Queen dengan mudah membereskan mereka dan membuat Queen berhasil masuk dalam bangunan tersebut.


Saat berada di ruangan yang cukup besar, Queen dan Gavin di kepung oleh beberapa orang yang di yakini anak buah pria tadi.


"Bereskan mereka secepatnya, aku tidak mau putra kita dalam bahaya," ucap Queen dan Gavin mengangguk.


Queen dan Gavin bekerja bersama untuk mengalahkan mereka yang jumlahnya tidak sedikit. Queen memegang pedang dan pistolnya,.


sedangkan Gavin memegang dua pisau di tangannya.


Keduanya pun langsung maju dan menyerang, menembak, menebas dan menghunuskan pisau di tubuh mereka.


Craaas.....


craaas.....


Darah berceceran di tempat itu. Membuat bau amis menyeruak di indra penciuman.


Keributan di ruangan itu membuat Arno dan Laura yang ada di dalam penasaran dan akhirnya mengintip apa yang terjadi.


"Queen," gumam mereka berdua yang melihat Queen bertarung melawan anak buah Lucas.


"Pa, bagaimana ini?" tanya Laura


"Kamu tetaplah disini, jaga mereka berdua. Papa akan melihat keadaan. Jika benar-benar tidak menguntungkan dan anak buah tuan Lucas tidak bisa menghentikan wanita ja-lang itu, papa akan turun tangan untuk menghadapi nya,"


"Tapi......," Ragu Laura pada papanya yang bisa melawan Queen yang ternyata pandai bertarung.


"Jangan khawatirkan papa. Jika papa tidak bisa melawan nya kau harus membalas semua nya. Ancam dia dan bunuh anak sialan itu di depan matanya," Laura mengangguk, mengerti dan akan melakukan apa yang di katakan papanya.


Arno pun keluar membawa senjata di tangannya. Walaupun ia ragu apakah bisa menang atau tidak, Arno akan melakukan yang terbaik, bertarung dengan wanita yang menghancurkan hidupnya, bila perlu dapat membunuh Queen dengan tangannya.


Door.....


Sebuah tembakan mengenai bahu belakang Gavin membuat Gavin meringis merasakan sakit bagian tubuh nya yang tertembak timah panas.


"Gavin.....!" teriak Queen saat melihat tembakan melesat tanpa di sadari nya.


Mata Queen merah, marah karana ada yang berani melukai. Queen melihat sekeliling, ada Arno berdiri dengan sombongnya, seolah mengatakan Queen akan mati di tangan nya hari ini juga.


"Badjingan biadab! Aku tidak akan melepaskan mu," marah Queen di puncak amarahnya.


Queen mengambil pedangnya dan satu perang lagi yang dada.di punggung. Dan Kini dia memegang dua pedang di tangan nya, berdiri dengan amarah memuncak.


"Sayang," panggil Gavin yang melihat Queen berbeda dari sebelumnya. Wajahnya merah, dan tatapannya sangat tajam, seolah mampu membunuh lawannya dalam sekejap.


"Akan ku pastikan kau mati hari ini juga pria tua," Queen berjalan ke arah Arno tanpa memperdulikan beberapa anak buah Lucas yang masih bertahan.


Anak buah Lucas yang melihat tidak akan membiarkan Queen menyerang Arno, mereka mencoba menghentikan dan menghadang Queen. Namun Queen yang sudah di bakar amarah tidak pandang bulu atau main-main lagi. Ia menebaskan pedangnya dengan gerakan cepat ke tubuh setiap orang yang berani menghentikannya.


Craas.....


Craas.....


Craas.....


Argh....!


Teriak semuanya terkena tebasan pedang tajam Queen. Ada yang patah tangannya, ada yang di tusuk perutnya dan ada yang di gorok lehernya. Dan akhirnya setiap ada yang mencoba menghentikan langkahnya mati di tangan Queen.


Gavin dan Arno yang melihat kekejaman Queen terkejut, tidak menyangka wanita di depannya adalah wanita yang sangat-sangat mengerikan. Arno menelan ludah dengan kasar, tubuhnya sempat bergetar, namun dengan cepat di tepisnya, tidak boleh takut dengan seorang wanita.


Arno mengarahkan tembakan berharap tembakan itu dapat membunuh Queen.


Door...


Door...


Door...


Beberapa peluru melesat sekaligus ke arah Queen. Queen yang santai berjalan ke arahnya dengan pandangan dingin, mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat, menangkis setiap peluru yang melesat ke arahnya.


Ting...


Ting...


Ting...


Peluru itu jatuh ke lantai tanpa satu pun tersisa.


Arno yang melihat semakin terkejut karena Queen berhasil menangkis semuanya tanpa terkecuali. Arno mencoba melawan kembali, tapi saat dirinya menarik pelatuk pistolnya, ia terkejut karena pelurunya ternyata habis.


Queen yang melihat berlari dan menendang tubuh Arno hingga mundur beberapa langkah, dan saat Arno oleng, Queen dengan cepat menebas tangan Arno hingga pergelangan tangannya terpotong, Membuat Arno memekik kesakitan.


.


.


.


Bersambung


MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.


MAAF TIDAK PERNAH UPDATE, HARI LEBARAN TIDAK SEMPAT UNTUK AUTHOR MENULIS. LAGI NGLENCER😁😁😁