My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 48, Ketakutan Fanny.



Queen mengganti pakaiannya. Ia tidak tahan dengan apa yang di lakukan Arno. Queen tahu beberapa orang yang selalu mencoba membunuhnya adalah anak buah Arno, dan malam ini Queen akan membuat Arno dan seluruh keluarganya menyesak karena masih berani mengusiknya.


"Lihat apa yang akan ku lakukan," Gumamnya dan keluar untuk menuju rumah sakit, dimana Laura di rawat hingga saat ini.


Tristan dan Sevana yang melihat Queen keluar lagi, mengikuti. Sedangkan anak buah king yang melihat juga mengikuti, dan itu dapat di lihat Tristan.


"Siapa mereka? Kenapa mengikuti Queen," batinnya dan akan menyelidiki siapa rombongan tersebut.


Tristan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Cari tahu kelompok siapa yang berada di sekitar Queen,"


"Baik tuan," jawabnya dan Tristan memutus panggilan mengikuti kemana Queen pergi.


Setelah sampai di rumah sakit, Queen masuk. Ia melihat sekeliling, mencari waktu yang tepat. Saat melihat seorang Suster lewat, ia yang bersembunyi langsung memukul tengkuk suster tersebut dan membuatnya pingsan. Queen menarik tubuh itu kedalam suatu ruangan yang tidak di huni pasien, dan mengambil pakaian nya untuk di kenalannya.


"Hm....selesai," puas akan penampilannya. Ia memakai masker dan pergi menuju ruangan Laura di rawat.


Saat sampai tak jauh dari ruangan tersebut, ia melihat Arno dan istrinya berbincang. Dan setelah itu Arno pergi meninggalkan istrinya dan Laura disana tanpa ada pengawalan.


Queen tersenyum, melihat sekeliling, tidak ada orang. Benar-benar keberuntungannya.


Queen berdiri di depan pintu, menengok di sekitarnya. Dan merasa aman, Queen masuk. Fanny yang ada di dalam terkejut, karana seorang suster masuk.


"Saya akan memeriksa keadaan nya, nyonya," Fanny mengangguk, berpikir mungkin suster itu di perintah dokter yang merawat putrinya.


Di depan pintu ruangan tersebut, anak buah king langsung berdiri, berjaga. Tidak ingin ada seseorang masuk dalam ruangan tersebut. Tahu nona mudanya akan melakukan suatu hal.


"Sebenarnya siapa mereka?" gumam Tristan dan Sevana menggeleng, tidak kenal.


"Aku tidak tahu. Tapi dari apa yang ku tahu tentang ke adaan Queen, tidak mungkin dia mampu menyewa banyak orang seperti ini,"


Tristan diam, mungkinkah Queen bukan Quesha? batinnya saat banyaknya pengawal bayangan yang menjaga. Jika Queen hanya orang biasa, tidak mungkin ada yang melindungi secara diam-diam. Dan sudah di pastikan, Queen mungkin dari keluarga yang ada. Dan dia harus segera menemukan faktanya secepatnya.


.


.


Queen Berpura-pura memeriksa keadaan Laura yang saat itu sedang tidur. Queen mengeluarkan sebuah suntikan dan menyuntikkannya di lengan Laura membuat Laura membuka mata. Laura terkejut saat tahu siapa yang ada di depannya, karena saat ini Queen membuka sebentar maskernya agar Laura melihat Wajahnya yang saat ini tersenyumlah menyeringai.


"Ka.....Ka....Ka....kau," Laura pingsan. Namun semua itu tidak di ketahui oleh Fanny


"Selesai."


Entah apa yang di berikan Queen pada Laura, yang pasti itu adalah hal yang akan membuat Arno sangat-sangat marah.


Fanny yang saat itu sedang bermain hp langsung menatap suster itu, merasa aneh. Ia mendekati dan mencoba membangunkan Laura. Namun saat dia membangunkan Laura dan Laura tidak kunjung bangun, ia panik dan langsung berteriak, menatap tajam Queen.


"Apa yang kau lakukan pada putri ku?"


Queen melepas maskernya dan betapa terkejutnya Fanny ternyata wanita di depannya adalah orang yang ingin di bunuh suaminya. Ia tahu jika di depannya adalah Queen karena Arno telah memberikan foto wajah Queen, sehingga saat ini ia mengetahui jika yang ada di depannya adalah wanita yang membuat putrinya hancur.


Queen tersenyum menyeringai. Ia berjalan dengan santai dan duduk di sofa, menyilangkan kakinya dan menatap Fanny dengan remeh.


"Mau apa kau di sini?"


"Tentu saja membuat putri mu menderita,"


"Hanya sesuatu yang akan membuat suami mu marah," jawab Queen begitu santai.


Fanny sangat marah, ia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita ini saat suaminya tidak ada. Fanny mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya, agar suaminya bisa membunuh Queen saat ini. Namun gerakan itu dapat di lihat Queen, Queen mengambil pistolnya dan menembak lengan Fanny membuat Fanny menjerit dan ponsel itu jatuh.


Queen beranjak, dan menghampiri. "Kau ingin menghubungi suami mu?"


"Jangan mendekat!" pintanya mundur sambil memegang lengannya yang berdarah dan sakit.


"Kenapa? Apa kau takut?" Queen menatapnya dengan tatapan yang mengerikan, dan itu berhasil membuat Fanny benar-benar takut setengah mati.


Fanny tidak menyangka jika wanita yang ingin di bunuh suaminya adalah wanita yang mengerikan. Ia menelan ludah dan terus berkata jangan mendekat.


Queen tidak peduli, ia mengangkat pistolnya dan


Door....


Satu tembakan mengarah ke lantai dekat kaki Fanny.


Fanny menjerit dengan kuat, takut mati di tangan Queen yang menurutnya gila.


"Jangan bunuh aku, jangan bunuh aku," Tubuh Fanny gemetar, takut, tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.


Queen yang ingin membuat Fanny ketakutan tersenyum mengerikan dan tertawa dengan keras.


Hahahaha......


Tawa Queen sampai di dengar orang yang ada di ruangan itu, membuat mereka semua bertanya-tanya tentang apa yang di lakukan Queen di dalam.


Sedangkan di ruangan lain tidak ada yang berani keluar. Mereka takut akan di bunuh dan hanya bisa menghubungi dokter di rumah sakit itu.


Queen semakin mendekati Fanny yang ketakutan setengah mati, dan kini ia mengeluarkan sesuatu yang membuat Fanny semakin ketakutan, sebuah cairan di dalam suntik. Entah cairan apa itu, Fanny tidak tahu. Dan dengan cepat Queen menyuntikkan nya ke dalam tubuh Fanny dan setelah itu pergi. Tapi sebelum keluar, ia menembakkan senjatanya ke arah Fanny tepat di dinding di samping Fanny berada, dan itu berhasil membuat Fanny gemetar dan menjerit.


Queen yang membuka pintu di kejutkan beberapa orang berdiri menjaga ruangan itu. Tahu orang itu yang menjaganya, memintanya untuk segera pergi.


"Tinggalkan tempat ini,"


"Baik, nona," jawab mereka dan pergi. Dan tak berselang lama, dokter dan beberapa penjaga keamanan datang. Di lihatnya sepi, tidak terjadi sesuatu. Dan saat mereka melihat kedalam ruangan Laura, mereka di kejutkan dengan Fanny yang gemetar ketakutan di pojokan. Dan Laura yang tak sadarkan diri akibat sesuatu yang di masukkan kedalam tubuh pasiennya.


Sedangkan Queen yang telah keluar menatap rumah sakit yang mulai ramai, karena beberapa polisi kini telah datang akibat perbuatannya.


"Ini akibat jika berani mengusik ku,"


.


.


.


.


Bersambung


......* Jangan lupa like nya komen dan vote, agar author semangat*......