My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 74, Datang Ketempat Yang Dituju



Queen menuju tempat dimana Laura berada. Sedangkan Tristan kini meminta mommy nya untuk menemuinya, ada sesuatu yang harus di katakan.


"Mom, kamu dimana?"


"Ada apa? Mommy sedang di markas. Datang lah kesini jika ingin bertemu dengan mommy,"


"Baiklah, aku akan kesana. Ada sesuatu yang ingin ku katakan," Chloe mengangguk, menunggu putranya datang menemuinya.


Beberapa menit kemudian, Tristan pun sampai. Ia langsung mencari keberadaan Mommynya yang ternyata sedang berbicara dengan Calvin.


Chloe dan Calvin menoleh saat mendengar pintu di buka. Di lihatnya Tristan mendekat dan duduk di samping Mommynya.


"Ada apa, tumben mencari mommy?"


"Kakak ada di negara ini," jawab Tristan membuat Chloe mengerutkan kening.


"Kakak," gumam Chloe belum paham.


"Ya, kak Quesha," jelas Tristan langsung membuat Chloe terkejut. Quesha putrinya? Chloe seakan tidak percaya jika Quesha ada di Negara J.


"Kamu tidak bohongkan, Tris?"


Tristan mengangguk, mengatakan jika dirinya tidak berbohong dengan apa yang di katakan nya. "Benar mom, barusan kakak menghubungi dan dia benar ada di Negara J. Tapi____"


"Tapi apa? Katakan!"


"Sepertinya kakak ada masalah. Dia tadi meminta ku untuk mengantarkan beberapa senjata untuknya. Tapi aku tidak tahu apa masalah nya, karena kakak tidak mengatakan nya pada ku," jelas Tristan membuat Chloe panik. Entah kenapa ia merasa putri yang belum pernah di temui nya itu dalam masalah besar.


"Sekarang katakan, kemana kakak mu pergi,"


"Aku tidak tahu. Tapi aku sudah meminta seorang untuk mengikutinya, agar mudah untuk kita menyusulnya."


"Sekarang hubungi orang suruhan mu itu, katakan dimana dia saat ini,"


Tristan pun langsung menghubungi orang suruhannya tersebut, bertanya dimana dia saat ini berada.


"Dimana kamu saat ini?" tanya Tristan pada orang yang kini mengikuti kemana Queen pergi.


"Saat ini saya masih mengikuti gadis itu tuan."


"Baiklah, kirim lokasinya, aku akan pergi ke sana," perintah Tristan dan di angguki nak buahnya.


Tak lama panggilan itu terputus, bunyi pesan masuk dari anak buahnya barusan yang mengirim lokasi di mana saat ini dirinya berada.


Setelah mengetahui dimana lokasinya berada, Tristan memberi perintah pada Calvin untuk mengumpulkan beberapa anggota GEROGRE LORIDZ untuk di bawanya ke tempat Queen berada. Ia takut saat ini Queen dalam bahaya.


Di tempat lain, Gavin menghubungi Queen yang hampir sampai di tempat tujuan. Perasaan nya tiba-tiba tidak tenang dan memintanya untuk menghubungi wanitanya itu, takut terjadi sesuatu dengan Queen.


"Sayang, kamu dimana?"


Queen yang mendengar menghela nafas. Tidak ingin mengatakan keberadaan nya saat ini. Tapi saat mengingat pria yang sedang menghubungi nya adalah ayah dari kedua putranya, Queen mengatakan di mana saat ini dirinya berada dan Gavin langsung segera menyusul ke tempat Queen berada.


Queen yang berada di dalam mobil menyandarkan kepalanya di kursi, matanya tak sengaja melihat ke arah kaca spion dan di lihatnya sebuah mobil membuntutinya. Mobil yang tak lain adalah milik suruhan nya Tristan.


Sedangkan jauh dari mereka beberapa mobil juga mengikuti, mereka adalah rombongan Lucifer yang tidak ingin Queen tahu bahwa dirinya dan yang lainnya mengikuti. Queen yang tahu di buntuti sebuah mobil tak di kenal diam saja. Saat ini yang dia pikirkan hanya keselamatan Davin dan Devan. Dan setelah sampai di tempat tujuan, Queen turun dan meminta supir taksi tersebut pergi, tidak ingin melibatkan orang yang tidak bersalah pada masalahnya.


Queen yang turun sedikit jauh dari tempat Laura menyekap Davin dan Devan, berjalan satai ambil matanya melihat sekeliling, waspada. Senjatanya sudah di taruh di tubuhnya, jika ada musuh yang menyergapnya ia tinggal mengambil untuk melawan mereka.


Namun semakin dekat ia dengan bangunan yang besar tak jauh darinya, Queen melihat beberapa pergerakan orang yang bersembunyi. Queen yakin itu adalah mata-mata yang sedang memantaunya saat ini.


Dan tiba-tiba sebuah tembakan melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Door...


Beruntung Queen melihat dan berhasil menghindar. Jika tidak sudah di pastikan dirinya akan mati saat itu juga.


Queen mengambil dua senjatanya yang di simpan di paha, dan waspada setiap serangan yang mengepungnya. Matanya bergerak, sesuai gerakan orang-orang tersebut.


Door...


Door...


Dua tembakan Queen lesatkan pada dua orang yang mengintai di balik semak. Ketangkasan Queen dalam menembak berhasil tepat mengenai sasaran, dan membuatnya mati seketika.


Queen berlari, bersembunyi di balik sebuah pohon besar, mengintai pergerakan lainnya. Keningnya berkerut saat melihat ada banyak orang di tempat itu, ternyata Laura benar-benar mempersiapkan semuanya dengan baik.


"Baiklah, karena hanya bisa berhadapan langsung, akan ku hadapi kalian semua," ucap Queen dengan senyum seringainya, siap melawan mereka semua seorang diri.


.


.


.


Bersambung.


Untuk kemaren maaf ya tidak update. Kemaren author begitu lelah, banyak yang di kerjakan di rumah menjelang lebaran ini. Jadi tidak sempat untuk menulis. Mohon pengertiannya🙏