My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 67, Kematian Ardo.



"Kalahkan Lucifer, biar aku yang mengurus wanita lemah itu," perintah Damian pada Ardo.


"Baik, tuan,"


Ardo dan Lucifer maju dan memegang senjata mereka masing-masing. Lucifer dengan pisau sedikit besar, runcing dengan bentuk melengkung dan terdapat gerigi di punggung pisau, jika pisau itu menancap di perut atau tubuh musuh, pastilah akan merasakan sakit yang liar biasa saat bagian punggung bergerigi itu mengoyak daging.


Sedangkan untuk Ardo, ia membawa sebuah tombak dengan bagian kepala seperti pisau. Dan tombak itu dapat di jadikan dua saat melawan musuhnya.


"Kita selesaikan urusan kita. Dan ku pastikan kali ini kau akan kalah di tangan ku," ucap Ardo percaya diri dapat mengalahkan Lucifer.


"Heh, kalah tetaplah kalah, dan jangan mencoba berkhayal dapat membunuh ku. Dulu, sekarang atau pun nanti, kau tetap tidak akan bisa mengalahkan ku. Dasar Lemah," hina Lucifer berhasil membuat Ardo marah.


Dan tanpa berkata, Ardo langsung menyerang Lucifer. Lucifer yang melihat ikut maju dan menyerang. Dua orang itu kini bertarung dengan sengit. Pertarungan dua orang kepercayaan ketua masing-masing, ingin mengalahkan satu sama lain.


Mereka bertarung dengan cepat, melayangkan senjatanya, menebaskan ke arah lawan. Kakinya pun ikut menendang mengikuti gerakan cepat tubuh mereka.


Bug,


Bug,


Bug,


Trang...


Trang...


Pertarungan sengit itu di saksikan Queen dan Damian. Dan setelah itu baik Damian dan Queen saling tatap dingin


"Kita akhiri semuanya disini, hari ini juga," ucap Damian dan Queen hanya diam dengan sikap dinginnya.


Damian memegang senjata, begitupun dengan Queen. Dan langsung maju saling menyerang.


Trang....


Trang....


Trang....


Dentingan senjata keduanya saling beradu.


"Hari ini aku akan mengalahkan mu wanita lemah,"


"Lakukan jika kau bisa," Jawab Queen menangkis setiap serangan Damian. Dan beberapa kali membalas serangan Damian padanya.


Kedua ketua mafia itu bertarung tanpa memperdulikan di sekitar. Yang hanya mereka pikirkan adalah membunuh dan mengalahkan satu di antara mereka.


Queen melompat dan melayangkan senjata nya menyerang tubuh Damian. Dan Damian pun menangkis serangan tersebut dan mendorong tubuh Queen dengan kuat membuat Queen mundur beberapa langkah.


"Aku akui ternyata kau bukanlah wanita lemah," Queen tidak menjawab, dan mereka kembali bertarung.


Tempat dimana dua kelompok itu bertarung, kini menjadi semakin kacau dan hancur. Asap mengepul dimana-mana, suara tembakan dan bom terus terdengar di telinga. Dan darah berceceran di atas tanah karena banyaknya yang mati dalam pertempuran tersebut.


Craas....


Bug,


Sebuah sayatan dan tendangan di layangkan Queen pada tubuh Damian. Queen berhasil melukai lengan Damian yang berotot.


Damian yang melihat lengannya terluka menatap sebentar, dan beralih menatap Queen dengan tajam. Matanya melotot, merah, marah karena wanita di depannya berhasil melukai nya.


"Ja-lang sialan, beraninya kau!"


Damian yang saat ini di kuasai dengan amarah, maju dan menyerang Queen membabi buta.


Trang...


Trang...


Trang...


Queen dengan gerakan cepat menangkis setiap tebasan senjata yang di layangkan pada Damian.


Kecepatan serangan dan tangkisan deri keduanya mampu mengalihkan pertarungan Ardo dan Lucifer. Kedua nya berhenti dan melihat ke arah bos mereka masing-masing. Tatapi kedua nya diam saat melihat pertarungan sengit tersebut.


Lucifer pun beralih kembali ke arah Ardo. Dan tanpa aba-aba melesat ke arah Ardo dan melayangkan serangan menggunakan pisau di tangannya.


Trang....


Ardo menangkis, menahan pisau tersebut dengan kuat.


"Ku bunuh kau Lucifer!" marah Ardo karena susah untuk mengalahkan Lucifer.


.


.


Pertarungan antara Mafia THE GOLD HOLD dan THE EAGLE memakan waktu yang sangat lama dan mengakibatkan ratusan orang mati di tempat tersebut.


Mayat berserakan dimana-mana, bau amis menyeruak di Indra penciuman. Queen dan Damian tidak peduli, mereka masih bertarung dan bertarung.


Walaupun keduanya juga terluka mereka tidak menyerah. Demi memenangkan pertarungan ini, keduanya harus rela mengorbankan nyawa masing-masing dan mengakhiri perseteruan dan dendam mereka.


Bug,


Sebuah tendangan di layangkan ke tubuh mereka masing-masing. Queen mundur beberapa langkah, begitupun dengan Damian yang terkena tendangan Queen.


Damian hanya tidak menyangka jika wanita di depannya memiliki tenaga yang sama dengannya, kuat, hingga membuatnya susah untuk menumbangkan ketua baru Mafia THE GOLD HOLD.


Damian menatap Queen yang tubuhnya terluka. Ia juga melihat tubuhnya, ternyata sama, ia juga terluka. Namun rasa sakit tidak di pedulikan oleh mereka semuanya dan akhirnya kembali bertarung.


Damian maju kembali, menyerang ke arah Queen. Queen masih diam di tempatnya saat melihat Damian hendak menyerahkannya. Sebelum tangan itu menyentuh tubuhnya, Queen dengan gerakan cepat mengambil senjata yang di sembunyikan di balik pakaiannya, dan menembakkan ke arah Damian yang mulai dekat.


Queen memutar tubuhnya dan membidikkan pistolnya ke arah Damian.


Door....


Damian tentu saja terkejut saat melihat Queen memegang sebuah pistol Dan tanpa bisa menghindar, Dada Damian tertembak oleh peluru yang di lesatkan Queen.


Ugh....


Rasa sakit dan nyeri di rasakan Damian di dadanya. Ia meringis sakit itulah yang di rasakan.


"Wanita sialan!" Umpatnya tidak menyangka termakan kelicikan Queen.


Queen tersenyum menyeringai. Ia masih dengan sikapnya, menodongkan senjatanya ke arah Damian, siap menembak kembali tubuh itu, jika perlu tepat di kepala Damian, dan membuatnya mati di tangan nya.


"Jika kau bergerak sedikit saja, maka peluru ini akan menembus isi kepala mu," ucap Queen dengan tatapan tajam dan dingin.


"Cih, kau pikir aku takut dengan mu? Ingat wanita sialan, aku tidak akan pernah menyerah. Walaupun aku akan mati di tangan mu, aku akan tetap melawan mu," jawabnya tanpa sedikit pun takut dengan ucapan Queen. Baginya mati ya mati. Apa yang perlu di takutkan, tidak ada.


"Oh, kau benar-benar menantang ku. Baiklah, itu sudah keputusan mu, maka bersiaplah mati di tangan ku," Ucap Queen dan menarik pelatuk senjatanya.


Sebuah peluru dengan kecepatan tinggi melesat ke arah tubuh Damian yang saat ini sedang bersimpuh karena menahan rasa sakit di tubuhnya akibat luka yang di berikan Queen.


Door....


Peluru itu menembus dada, hingga darah muncrat di mulut karena tembakan tersebut.


Tubuh itu ambruk karena menahan tembakan Queen. Damian yang melihat seseorang rela menahan peluru tersebut terkejut, Ardo yang semula bertarung dengan Lucifer dan melihat Queen melayangkan tembakan pada tuannya, menendang tubuh Lucifer dan berlari ke arah tuannya, melindungi tuannya dari tembakan Queen. Dan kini dirinya mati di tangan Queen demi melindungi tuan yang selama ini merawat dan melindungi nya.


"Ardo....!"


Teriak Damian tidak percaya. Ardo sudah di anggap sebagai anaknya sendiri. Ia merawat Ardo sedari kecil, membuatnya sakit saat melihat Ardo mati di depan matanya demi melindunginya.


Tubuh Ardo kini ada di pangkuan Damian dengan mata terpejam. Damian tidak menyangka jika akan kehilangan Ardo. Mata Damian semakin merah, marah karena Queen membunuh anak buah kesayangan nya.


"Wanita sialan! Aku bersumpah akan membunuh mu hari ini,"


.


.


.


Bersambung


Maaf tadi malam ketiduran jadi lupa kekirim 😁😁😁


Jangan lupa Like


Komen


Hadiah


Votenya ya.