My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 31, Kedatangan Albern Morenes Ke Negara C



Sesuai perintah Albern, Lucifer datang menjemput tuannya, menggunakan helikopter pribadi. Membawanya pergi dari kastil besar itu untuk pergi ke Negara C. Tapi sebelum itu Albern ingin mengunjungi perusahaan nya, melihat perusahaan yang telah lama dia tinggalkan.


"Jam berapa kita berangkat?" tanya Albern tidak sabar ingin melihat Queen.


"Satu jam lagi kita akan berangkat tuan,"


"Baiklah," Albern melihat beberapa berkas di meja Lucifer, mengangguk-anggukkan kepalanya, puas dengan pekerjaan bawahannya itu.


..


..


Setelah waktunya tiba untuk pergi, Albern bersama dengan Lucifer dan beberapa anak buahnya siap untuk pergi ke negara C dengan menggunakan Jet pribadi nya. Dan setelah menempuh perjalanan beberapa jam, kini mereka sampai di bandara Negera C. Sesampainya disana, mereka semua di jemput oleh bawahannya yang selama berada di negara C karena mengikuti Queen.


"Tuan, apakah kita akan langsung ke rumah yang tempatnya dekat dengan nona muda?" tanya Lucifer dan di angguki King.


"Langsung saja ke tempat itu. Aku tidak sabar ingin melihat nya,"


"Baik, tuan,"


Lucifer pun membawa tuannya ke tempat rumah baru yang dekat dengan rumah Queen. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mereka akhirnya sampai di rumah tersebut. King turun dari mobil, berdiri menatap rumah tersebut, kecil tapi nampak nyaman.


Lucifer berdiri di samping tuannya, mengatakan jika rumah inilah yang akan menjadi tempat tinggal baru untuk tuanya. "Tuan, ini rumah yang akan anda tinggali. Dan di sebelahnya itu adalah rumah nona muda," King melihat ke arah rumah tersebut. Sama, kecil dan terlihat nyaman.


"Dia dia tidak ada di rumah?" tanya King yang melihat rumah Queen nampak sepi.


"Nona muda mungkin sedang bekerja, tuan,"


"Di perusahaan ADS Group itu?"


"Benar, tuan." King mengangguk dan berjalan menuju rumah barunya.


Lucifer membukakan pintu, mempersilahkan king untuk masuk. Albern melihat sekeliling ruangan tersebut, "Lumayan,"


Seorang wanita datang dan memberi hormat, kepada tuan yang akan dilayaninya. King yang melihat mengerutkan kening, tidak kenal dengan wanita itu. "Siapa dia?"


"Wanita ini bernama Rosa, tuan. Dia asisten yang akan mengurus keperluan anda di sini. Rosa juga salah satu bawahan kita yang belum lama bergabung dengan kelompok kita. Saya menempatkan dia agar mempermudah menyiapkan segala sesuatu yang anda butuhkan," Rosa mengangguk, sedikit membungkuk, tanda menghormati.


Albern mengangguk. "Baiklah, aku percayakan semua urusan ku pada mu,"


"Siap, tuan," jawab Rosa mengangguk, siap melayani tuannya yang baru di lihatnya.


Setelah semuanya beres dan mematikan kenyamanan serta keamanan tuannya, Lucifer pamit untuk kembali ke Negara R. Ia tidak bisa meninggalkan perusahaan pusat dalam waktu yang lama. Karena segala urusan semuanya dialah yang menghendelnya.


"Tuan, saya akan langsung kembali ke Negara R. Semua sudah terjaga dengan aman. Banyak bawahan yang saya sebar di sekitar tempat ini untuk menjaga keamanan anda. Jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa meminta Rosa untuk melakukannya," King mengangguk, puas dengan kinerja Lucifer.


"Pergilah," perintahnya dan Lucifer pun langsung pergi ke bandara Negara C untuk kembali ke Negara R.


.


.


.


Malam hari, Queen baru saja keluar dari perusahaan. Hari ini ia menggantikan sip teman nya yang tidak bisa berangkat, dan membuat nya harus pulang larut malam.


Queen mengendarai motornya. Nampak jalanan yang sepi, hanya ada beberapa kendaraan berlalu lalang. Dengan mengendarai begitu santai, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengejarnya dan menebalkan senjata ke arahnya.


Door...


Door...


Door...


Door...


Door...


Tembakan terus melesat ke arahnya. Queen menghindari tembakan-tembakan tersebut, bergerak kesana sini agar dirinya tidak tertembak oleh peluru pistol itu.


"Sial!" umpat Queen, terus melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Namun saat di persimpangan jalan, Queen di kejutkan dengan adanya mobil yang tiba-tiba datang di depannya.


Ciiit.....


Queen menghentikan motornya dengan mendadak membuat dirinya jatuh dan terseret dijalan.


Brakkk.....


Motor itu menabrak trotoar dan rusak, mengakibatkan bunyi keras. Queen yang terjatuh dan terseret di jalan, bangun dengan luka di lengan dan kaki. Queen meringis merasakan perih karena lukanya cukup lebar dan dalam.


Beberapa orang yang berada dalam mobil keluar, membawa senjata nya dan berdiri di hadapan Queen.


"Siapa kalian?" tanya Queen yang tidak mengenal mereka semuanya yang jumlah nya ada sekitar 11 orang.


"Kau tidak perlu tahu siapa kami. Kau harus mati hari ini," ucap seorang dari mereka yang membawa senjata api laras panjang.


Pria itu, memegang senjatanya dan mengarahkan nya kearah Queen. Queen yang melihat, melotot. Dengan cepat ia berlari menjauh tanpa memperdulikan luka di kaki dan tangannya.


Drrrrtttt....


Dooor....Dooor....Dooor.....


Tembakan beruntun melesat ke arah Queen. Tak hanya pria itu, beberapa pria lainnya kini mengejar dan melesatkan tembakan ke arah Queen. Queen berlari, melompat dan menghindari setiap tembakan tersebut.


Queen memganbil pistolnya yang di selipkan di balik kaos kakinya dan berbalik menembak kearah orang yang mengejarnya.


Door...


Door...


Door...


Argh....


Satu dari mereka berhasil di tembak Queen membuat pria itu langsung mati.


Pria lainnya yang melihat Queen ternyata membawa senjata memperingati teman lainnya untuk hati-hati.


"Wanita itu membawa senjata, kalian harus berhati-hati," semuanya mengangguk dan terus mengejar. Sedangkan Queen kini bersembunyi di balik sebuah bangunan dengan nafas terengah-engah. Tidak menyangka jika malam ini ia akan menghadapi musuh yang cukup berpengalaman dan handal.


Queen menghubungi seseorang, memintanya untuk membantunya, karena tidak mungkin dirinya melawan mereka semua hanya mengandalkan satu pistol di tangannya.


.


.


.


Bersambung