My Mom Is My Super Hero

My Mom Is My Super Hero
Bab 16, Informasi Akurat



Dari dua belah pihak kini sedang menyelidiki latar belakang Queen. Tio, mencari tahu apakah wanita itu wanita 6 tahun yang lalu. Sedangkan Jhon, mencari tahu apakah Queen adalah nona mudanya, putri dari Chloe Dominic dan Jaeden Briandy Tesla.


Tio saat ini tidak mengirim anak buah nya, melainkan menyewa seorang detektif handal untuk negara tempat dimana Queen sebelumnya tinggal, sedangkan dirinya kini menguntit Devan dan Devan yang akhir-akhir ini selalu di temani oleh seseorang yang tidak di kenal, mungkin saja itu teman Queen, pikirnya.


Tio memantau dari tempat yang tidak terlalu jauh, memperhatikan mereka bertiga. Saat melihat wajah Davin dan Devan, ia seakan menatap wajah tuannya. Benar-benar sangat mirip.


"Bagaimana cara ku, agar bisa mendekati anak itu," gumamnya berpikir. Tidak mungkin kan dirinya datang dan langsung mengambil rambut mereka? Yang ada jika melakukan, ia akan di anggap orang yang memiliki niat jahat.


Tio menunggu, mencari waktu yang tepat. Saat mereka pulang dan hendak menyebrang jalan, terlihat sebuah kendaraan bermotor melaju cukup kencang. Melihat hal itu, Tio bergegas dengan tergesa-gesa menuju arah Devan dan Davin berada. Dan saat dekat dengan cepat, ia menarik tubuh mereka membuat mereka terjatuh.


Beruntung mereka bertiga selamat, dan tidak terjadi apa-apa. Hanya luka lecet saja dan itu membuat Tio menghela nafas lega.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Tio khawatir.


"Terimakasih tuan, terimakasih karena telah menyelamatkan kami. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika tuan tidak menarik kami," ucap seorang gadis yang bersama Devan dan Davin.


Tio mengangguk, "Lain kali berhati-hatilah saat menyebrang," gadis itu mengangguk.


Tio membantu mereka berdiri, setelah itu melihat ke arah motor yang melaju kencang tadi. Berpikir, orang mengendarai motor tersebut memanglah sengaja melakukan hal tersebut.


"Siapa orang itu? Apa dia berniat menyakiti mereka?" batinnya memiliki pemikiran tersebut.


Gadis yang ada di hadapannya memanggil berulangkali, tapi Tio tidak menyahut karena Tio sendiri sedang hanyut dalam pemikirannya.


"Tuan," panggilnya menepuk lengan Tio.


Tio pun langsung sadar, dan bertanya, "Ada apa?"


Gadis itu tersenyum melihat wajah kaget Tio, "Kami akan pergi. Sekali lagi terimakasih akan pertolongannya," Tio mengangguk sebelum itu ia mengelus Davin dan Devan. Namum saat tangan itu mengelus kepala tersebut, ia sengaja mengambil sehelai rambut, membuat Davin yang merasakan mengerutkan kening. Ia tidak bertanya dan membiarkan saja. Pikirnya anggap saja itu hadiah dari telah menolong nyawa mereka.


Tio yang di tatap salah tingkah, ia tahu pasti Davin tahu ia sengaja mengambil rambutnya. Tapi anehnya Davin diam saja, tidak bertanya.


"Devan, Davin, bilang terimakasih pada om ini sebelum kita pergi," perintah gadis itu namun tidak di jawab Davin, dan hanya di jawab Devan yang dengan cepat mengucapkan kata terimaksih.


"Terimakasih telah menyelamatkan Devan, om," Tio mengangguk dan beralih kearah Davin yang memiliki wajah lebih datar dan dingin.


Davin mengabaikan dan setelah itu menarik tangan Devan dan gadis itu untuk segera pergi, tidak ingin terlalu lama dengan pria aneh yang mengambil rambutnya. Tio yang melihat, bingung. Sungguh sifat yang acuh.


.


.


Di bandara Negara C, Jhon kini sedang menunggu seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Sevana, seorang gadis yang memiliki wajah cantik, tubuh tinggi dan badan yang indah. Sungguh bagi siapa yang melihat akan langsung jatuh cinta saat pandangan pertama. Namun semua itu tidak untuk Jhon, ia seakan menolak keras untuk tertarik dengan Sevana, karena menurutnya statusnya yang rendah tidak cocok dengan putri dari sebuah kerajaan.


Dan tak lama, Sevana pun datang dengan menarik koper di tangannya. Senyum manisnya langsung terukir saat melihat pria idamannya menjemputnya.


Dengan langkah cepat ia menghampiri Jhon, dan setelah itu memeluk tanpa persetujuan.


"Nona,"


Setelah selesai melepas rindu, kini Jhon membawa Sevana ke Mension keluarga Anderson. Disana Aldirch sudah menunggu kedatangan putrinya. Dan setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, Sevana dan Jhon kini sampai di Mension.


"Daddy..!" teriak Sevana saat baru saja masuk. Ia ingin segera bertanya, apa yang membuat Daddynya memintanya untuk datang ke negara C ini.


Aldirch yang sedang duduk di ruang tamu langsung menoleh. Ia tersenyum saat melihat putri tercintanya telah sampai. Aldrich merentangkan tangan, meminta Sevana untuk memeluknya. Namun apa yang di harapkan ternyata sia-sia, Sevana tidak mau memeluk dan malah bersedekap dada menatap Daddynya yang di pikirnya akan menikah lagi.


"Kenapa?" Tanya Aldirch bingung.


"Apa Daddy tidak mencintai Mommy lagi?" Sevana tidak menjawab, tapi malah memberikan pertanyaan balik.


Aldrich tersenyum, dan menepuk sofa di sampingnya, meminta Sevana untuk duduk. "Duduklah dulu, Daddy akan menjelaskannya," Sevana ingin menolak. Tapi karena rasa penasarannya, ia pun menurut. Namun tatapan itu masih penuh dengan selidik.


"Sayang, Daddy meminta mu datang kesini bukan karena seperti yang kau pikirkan. Daddy membutuhkan bantuan mu untuk mendekati seseorang dan orang tersebut Daddy yakini adalah kakak mu, Quesha," jelas Aldirch langsung membuat Sevana terkejut.


"Kak, Quesha? Apakah dia masih hidup?"


"Daddy tidak tahu. Tapi saat melihat wajahnya, Daddy seolah melihat Princess. Dan saat ini Jhon sedang menyelidiki apakah yang Daddy pikirkan benar. Dan untuk mu, cobalah mendekati nya. Mencari tahu kehidupannya sebelumnya," Sevana pun mengangguk. Ia berharap apa yang di yakini Daddynya benar, bahwa wanita itu adalah Quesha.


.


.


Di negara tempat Leonard berada, detektif yang di kirim Tio kini mendapatkan data yang akurat. Ia tidak menyangka jika informasi sebelumnya telah di sabotase, dan itu pelakunya adalah Leonard, putra dari Arno Patrice.


Ia pun menghubungi Tio secepatnya, mengabarkan apa yang di dapatkannya.


Drrt...


Drrt...


"Bagaimana?" tanya Tio menjawab pertanyaan tersebut.


"Tuan, saya sudah mendapat kan informasi tersebut. Foto wanita itu sudah saya kirimkan ke email anda. Oh, ya ada seseorang yang ikut campur dalam hal ini, dia bernama Leonard Patrice. Dan dari yang saya ketahui, beberapa kali Leonard ingin mencoba membunuh wanita tersebut karana sesuatu permasalahan yang sepele. Dan sudah beberapa kali Leonard mencoba membunuhnya, mengirim banyak anak buahnya untuk menyingkirkan anak dan ibu itu, hingga membuat mereka pergi kenegara C untuk mencari aman,"


Tio yang mendengar benar-benar terkejut mengetahui hal itu, bahwa wanita tersebut menjadi incaran Leonard. Tio pun berpikir, masalah apa yang di lakukan wanita tersebut, sampai membuat Leonard mencoba membunuhnya. Berpikir cukup lama, Tio tiba-tiba memiliki asumsi, mungkinkah Leonard mengetahui jika wanita itu adalah wanita yang bersama dengan tuannya. Jika itu benar, mungkin saja itu alasannya untuk menyingkirkan Queen agar Queen tidak mengganggu hubungan tuannya dengan Laura.


Informasi tentang wanita itu kini telah jelas, bahwa Queen adalah wanita pada 6 tahun lalu. Dan kini ia tinggal memastikan apakah dua anak kembar itu adalah putra tuannya atau bukan.


.


.


.


Jangan lupa dukung karya author ya, karena tanpa kalian author hanya remahan kerupuk. Selalu beri like, komen dan votenya.


Bersambung