MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 99 Rencana Yang Gagal



Malam hari Hana melancarkan rencananya yang sudah dia rencanakan sejak tadi siang.Dia memohon pada suaminya agar bisa membantu rencananya meminta bantuan salah satu teman atletnya dan Bintang pun menyetujui dan meminta bantuan salah seorang teman atletnya yang belum di kenal oleh Lucas.


Hana beralasan pada Lucas agar Lucas masih tetap tinggal di hotel.


"Lu... aku mau tahu hasil perekrutan pegawai tadi bagaimana apa semua posisi sudah mendapatkan orang-orang yang tepat"Alasan Hana.


"Ya... sudah masing-masing resto yang membutuhkan pegawai baru dan pegawai tambahan pun sudah menemukan orang-orang yang cocok dengan posisinya"


Lucas dan Hana berbicara di restoran hotel bersama dengan Lucky,Lucas tidak tahu kalau Nina di ajak menginap di hotel tersebut dengan Hana.


Tapi untuk menghindari kecurigaan Lucas,Hana merencakan kencan pura-pura Nina di luar, dan Hana dan Lucky pun mengajak Lucas keluar dari kawasan hotel,sementara Nina, Bintang dan teman atletnya menunggu di tempat yang sudah ditentukan sejak tadi sore oleh Hana.


"Lu... kita keluar yuk... aku bosan di dalam hotel, suami ku juga sepertinya sedang sibuk dengan timnya"Hana mengajak Lucas keluar.


Dan Lucas pun menurutinya tanpa rasa curiga. Hana, Lucas dan Lucky pergi kesebuah taman di kota tersebut.


"Lu... kita ketaman itu saja pemandangan lampunya bagus dan banyak orang disana"Hana meminta Lucas memberhentikan mobilnya di sebuah taman dan Lucas pun menurutinya.


Mereka bertiga berjalan kesebuah taman Hana ingin duduk di kursi taman sementara Lucas berdiri di dekat kolam air mancur dan Lucky pun duduk di samping Hana.


Saat Lucas sedang berdiri di depan danau dia melihat seseorang yang dia kenal di balik air mancur di kursi sebrang kolam.


"Nina"gumamnya.


Lucas melihat Nina duduk berdua bersama seorang laki-laki asing.


Hana berpura-pura asik bermain ponselnya,Lucas melihat ke arah Hana. lalu melihat ke arah Nina lagi dan sekarang Lucas melihat Nina beranjak dari kursi dan berjalan bersama laki-laki itu mereka bergandengan tangan tapi diluar rencana tiba-tiba kaki Nina tersandung batu dan hampir tercebur ke kolam dan spontan laki-laki itu menarik tangannya dan Nina jatuh kedalam pelukannya.


Melihat kejadian itu Lucas tanpa bicara dengan Hana dan Lucky langsung meninggalkan taman tersebut. Hana dan Lucky yang melihat hal tersebut langsung mengikutinya.


"Lu... tunggu jangan cepat-cepat jalannya Hana sedang hamil"kata Lucky yang mengejar Lucas.


"Aku tunggu di mobil kalau tidak bisa berjalan cepat"Lucas ketus.


Didalam mobil Lucas kesal dan memukul stir mobilnya.


"Cepat sedikit lah lama sekali kalian ini masih betah disini aku tinggal saja"teriak Lucas dari dalam mobil.


"Eh... dia marah beneran tuh"kata Lucky.


"Sabar sih Lu... kasihan Hana lagi hamil, lagian elu kenapa sih kaya kesambet begitu"tanya Lucky.


"Iya gue kesambet kenapa emangnya,kamu juga lagi hamil malam-malam malah maunya keluar nanti ikut kesambet baru tahu rasa"Lucas ngomel.


"Iya... maaf aku merepotkan mu, ya sudah kita balik ajah ke hotel"Kata Hana.


Lucas pun melajukan mobil ke arah hotel, tapi di tengah perjalanan tiba-tiba Hana menyetel rekaman saat dia berbicara dengan Nina tadi pagi,Nina tak sadar kalau pembicaraan dia direkam Hana, Nina tidak sadar saat ia mengatakan sebenarnya dia mencintai Lucas sejak lama.


Lucas yang mendengar hal itu, langsung menginjak rem mendadak.


"Kamu apa-apaan sih Han..."Lucas marah.


"Ini isi hati Nina yang sebenarnya Lu... "


"Terus kamu percaya sama dia gitu, itu semua bohong,buktinya tadi aku melihat dia bersama pria lain dan bermesraan disana".


"Ooo jadi itu yang membuat kamu,cepat-cepat pergi dari sana"kata Hana.


Lucas terdiam cemberut.


"Elu emang masih suka sama itu perempuan?"tanya Lucky.


"Nggak"jawab Lucas singkat.


"Kalo nggak suka berarti cinta ya? "ledek Lucky.


"Apaan sih! "Lucas makin marah.


"Elu bisa diem nggak"Lucas membentak Lucky.


Lucky dan Hana terperanjat.dalam hati Hana tertawa geli melihat reaksi sahabatnya seperti ini.


Lucas mengendari mobilnya lagi mengantar Hana dan Lucky ke hotel. sesampainya di hotel Lucas bertemu lagi dengan Nina, dirinya masih kesal saat Hana dan Lucky turun dari mobil Lucas langsung tancap gas,tapi Nina mengejar mobilnya entah apa yang ada difikiran Nina saat dia mengejar mobil Lucas dia terus mengejar mobil Lucas hingga dirinya kelelahan dan terduduk lemas ditepi jalan.


Lucky yang melihat kenekatan Nina ikut mengejar Nina, melihat Nina lemas kelelahan di tepi jalan Lucky tidak tega melihatnya dia lalu menelpon Lucas.


"Apa lagi sih! "jawab Lucas sewot saat mengangkat telpon Lucky.


"Hehhhhehhh Lu balik Nina ngejar mobil elu dan sekarang kelelahan lemas di tepi jalan"Lucky pun kelelahan.


Lucas masih memacu mobilnya,tapi entah kenapa dia akhirnya memutar balik mobil tersebut.di lihatnya Nina sedang duduk ditepi jalan bersama saudara kembarnya.


Lucas memberhentikan mobilnya kemudian dia turun dari dalam mobil,dia lalu menghampiri Nina dan Lucky.


"Buat apa mengejar ku, bukan kah kau sudah mempunyai kekasih, apa sebenarnya yang kau ingin kan dari ku Hah"Lucas marah.


Nina bangun dari duduknya kakinya masih lemas.


"Tuan pria itu bukan kekasih ku, dia hanya menolong ku tadi saat aku ingin terjatuh ke dalam kolam, anda salah faham"


"Bohong mata ku ini melihat dengan jelas apa yang kalian lakukan disana, sudahlah Luc bawa dia kembali ke hotel atau antarkan dia pilang kerumahnya aku tidak ingin melihatnya lagi"Lucas berjalan menuju mobilnya dan membuka pintu mobilnya.


saat dia ingin masuk kedalam mobil.


"Tuan aku mencintai Tuan hanya itu yang ingin aku katakan,aku akan pergi selamanya dari hidup tuan karena tuan tidak menginginkan aku berada disisi tuan lagi, terima kasih atas semua kebaikan tuan pada saya".


Lucas langsung masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil dan menjalankan mobilnya lagi. Nina menangis melihat kepergian Lucas.


"Lucas... Lucas jeleknya watak mu"keluh Lucky.


"Nina kita kembali ke hotel saja"ajak Lucky.


"Tidak usah tuan biar saya kembali ke kota saya saja".


"Tapi ini sudah malam"


"Tidak apa-apa tuan,terima kasih saya akan pulang dengan bus".


"Baiklah... "Lucky pun kembali ke hotel dan menghampiri Bintang dan Hana yang sudah menunggu di lobi hotel.


"Mana Nina? "tanya Hana.


"Dia balik ke kotanya semua rencana kita gagal total Lucas nggak mau ngedegerin Nina, padahal Nina udah bilang dia cinta sama Lucas tapi nggak didengerin malah dia bilang dia nggak mau ngeliat Nina lagi"


"Ya... ampun Lucas... Nina maafkan aku"Hana jadi putus asa.


"Sayang...jelaskan saja yang sebenarnya pada Lucas kalau sebenarnya itu adalah rencana kita semua untuk memancing kecemburuannya"saran Bintang.


"Ah... iya kamu benar juga"Hana langsung semangat dia langsung menelpon Lucas.


Lucas masih marah saat menerima telpon dari Hana, dan Hana pun menceritakan semua rencananya yang telah dia buat bersama Lucky untuk memancing kecemburuannya, dia tidak percaya kalau teman dan saudara kembarnya bisa melakukan itu semua. Lucas menginjak remnya.


"Teganya kalian melakukan hal itu pada ku"Lucas marah.


"Maaf... "Hana menjauhkan ponselnya dari telinganya karena Lucas bertriak.


Lucas mematikan saluran telponnya dia masih terdiam didalam mobil,memikirkan cerita Hana dan memikirkan kebodohannya yang sangat sulit mengakui betapa dia sangat mencintai Nina,penolakan yang pernah di lakukan Nina membuatnya menjadi kurang percaya diri bila berhadapan langsung dengannya hingga dia hanya bisa bersikap kaku dan marah-marah saja. dia menyesali sikapnya yang kurang jantan dalam menghadapi masalah cinta.


Lucas menelpon Nina tapi ponsel Nina mati hingga ia memutar mobilnya lagi menuju arah hotel. sampai di hotel Lucas menelpon Hana dia menanyakan apa Nina bersamanya, Hana memberitahunya kalau Nina sudah kembali ke kotanya menaiki bus.


...***...