MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 55 Ide Melamar



Di kota asal negara sendiri dr. Akam sedang sibuk mengurus surat-surat,Clara yang melihathya sibuk sendirian memberanikan diri bertanya.


"dr. Akam kenapa anda terlihat sibuk sekali?"tanya Clara penasaran.


"Oh...ini aku sedang mengurus dokumen Bintang dan Hana,kemarin di sana mereka menikah dan aku membantu mengurusnya agar pernikahan mereka resmi secara hukum agama dan negara"


Clara terkejut mendengar Bintang telah menikah.


"Menikah?mereka sudah menikah?"Clara terkejut.


"Iya...jangan bilang kamu belum move on dari Bintang loh... kamu yang membatalkan perjodohan kemarin loh".


"Oh...tidak dokter aku baik-baik saja aku hanya terkejut karena begitu cepatnya mereka menikah padahal kemarinnya hubungan mereka belum terlihat berkembang sampai sejauh itu"


"Ya...boleh di bilang hubungan mereka itu cukup rumit susah di jelaskan hehe oiya aku permisi dulu ya mau mengurus ini semua"dr. Akam pamit pergi dari hadapan Clara.


Clara menatap punggung dr.Akam yang menghilang di kejauhan,Clara lalu ingat dengan Lucky dia langsung menelpon Lucky.nada telpon tersambung dan tak lama terdengar suara Lucky di seberang telpon.


"Hei...kenapa kamu tidak bilang kalau Bintang sudah menikah dengan teman mu?"semprot Clara.


"Aku pun baru mengetahui mereka menikah kemarin"Lucky membela diri.


"Lalu kita kapan?"Clara bernada manja.


"Kapan apanya?"Lucky bingung.


"Kapan kita menikah seperti mereka"Clara gemas.


"Oh...hehehe sabar ya cantik untuk sekarang ini aku masih sibuk bekerja,nanti bila aku sudah kembali kesana aku akan mengabari mu"


"Betul ya..."Clara manja.


"Iya...cantik"Lucky berfikir bagaimana cara melamar seorang gadis biar memberi kesan yang baik dan romantis hingga bisa di kenang selamanya.


Telpon terputus.Lucky memikirkan konsep melamar wanita itu bagaimana,mendengar dari pengalaman beberapa temannya yang sudah menikah ia memasukan rekomendasi kedalam fikirannya.


Tapi bila mengingat kejadian Bintang dengan Hana cara Bintang melamar Hana sampai akhirnya mereka menikah akh...itu tidak akan masuk kedalam list fikirannya untuk melamar Clara.


"Ah...yang jelas aku tidak akan melamar anak gadis orang seperti itu,aku ingin yang berkesan bagaimana ya"Lucky masih bingung dan terus berfikir.


Dirumah Oma Lina.


Omah senang mendengar Bintang telah menikah dengan Hana walau Oma tidak bisa menyaksikan langsung pernikahan tersebut tapi Oma terharu mendengar cucunya telah menikah dengan wanita yang di cintainya.


Oma mengadakan syukuran di rumah,syukuran karena Bintang selamat dari kecelakaan dan syukuran karena Bintang telah menikah.Oma mengadakan pengajian di rumah malam nanti Oma mengundang ustad setempat dan warga sekitar juga anak-anak yatim.


Dan Siang ini di rumah Oma Lina terlihat begitu sibuk aktifitas lalu lalang orang yang datang dan pergi mengantarkan bermacam makanan dan minuman ke rumah Oma karena Oma memesan di beberapa toko langganan kue dan juga catering untuk nasi box yang akan menjadi oleh-oleh orang-orang yang nanti malam datang menghadiri pengajian di rumah Oma.


Sementara itu Lucky melamun memikirkan konsep melamar wanita yang menimbulkan kesan yang tak akan terlupakan.


"apa gue ajak makan malam ya terus nyelipin cincin di makanannya gitu,aaakh udah basi,atau gue ajak ke pantai malam-malam terus ada lampu tiba-tiba nyala bertuliskan will you mary me ahhhh basi juga,atau... akh...semua yang ada di fikiran gue udah basi gue pengen yang beda gitu loh kan ini sekali seumur hidup gue pengen yang berkesan hiks...kenapa pada saat kaya begini nggak ada yang bantu gue mikirin ide ya...gue jadi kangen Hana dan Dini mereka pasti punya ide kreatif klo mereka ada disini"Lucky bergumam sendiri meratapi nasibnya.


Saat Lucky meratapi nasibnya rekannya menegurnya.


"Woi...ngelamun ajah"


Lucky terperanjat kaget ditegur rekan kerjanya.


"Eh...hehehe sory biasa lagi banyak fikiran"


"Mikiran apa lu?mikirin mau ikutan nikah kaya temen-temen lu?"


"Kok lu tahu"Lucky keceplosan.


"Hahaha padahal gue asal nebak ternyata bener ya"temannya tertawa terpingkal-pingkal.


"Ah...gue fikir lu ngerti perasaan gue,udah ayo ngeliput lagi"Lucky kesal.


Lucky kembali bekerja membidik gambar para atlet bulutangkis yang sedang bertanding.ia berkonsentrasi wajahnya memang berbeda bila sedang serius terlihat lebih tampan.


...***...


Malam itu operasi Bintang telah selesai,Hana mendampingi Bintang yang baru keluar dari ruang operasi.selama 5 jam Bintang berada di ruang operasi karena dokter mengoprasi tangan dan kakinya yang patah.


Bintang di pindahkan keruang pemulihan,karena Bintang belum sadar akibat obat bius yang di berikan dokter sebelum operasi.Hana menunggu Bintang bersama keluarganya di depan ruangan.


Hana terus berdoa untuk suaminya agar suaminya bisa lekas pulih kembali.Hana tahu benar bahwa Bintang pasti membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa pulih seperti semula,tapi ia yakin ia bisa melewati itu semua bersama-sama.


...***...


Sudah semalaman Bintang akhirnya tersadar tim dokter yang.mengoperasi Bintang memeriksanya terlebih dahulu sebelum ia di pindahkan ke ruang rawat.


Hana dan orang tua Bintang merasa bersyukur karena semuanya berjalan lancar tinggal pemulihan saja.


"Hana...kamu yang sabar ya nak...kalian pengantin baru tapi harus melewati bulan madu di rumah sakit"Mamah Bitha menatap Hana sedih.


"Tidak apa-apa mah,biar bulan madu kami menjadi berbeda dari pengantin baru kebanyakan"Hana tetap tersenyum.


"Sessshhhh"Bintang mendesis kesakitan.


Hana dan Mamah Bitha panik.


"Sayang kenapa"Hana panik


Bintang memegang kepalanya.


"Kepala mu sakit?"tanya Hana cemas.


"Pusing"Jawab Bintang.


"Mau aku pijat?"Hana langsung memijat kepala Bintang.


"Aw...aw...sakit"Bintang kesakitan.


Hana langsung mengangkat tangannya dari kepala Bintang.


"Bintang kamu kenapa nak Mamah panggilkan dokter saja ya"Mamah panik melihat anaknya meronta kesakitan.


"Tidak mah tidak perlu"Bintang langsung menarik tangan Hana hingga ia sekrang terjatuh diatas badan Bintang Hana kaget ia langsung mendongakan kepalanya Bintang langsung memdekatkan wajahnya dengan wajah Hana membelai pipi Hana dan menempelkan dahinya dengan dahi Hana.


"Obat penawar rasa sakit ku ada disini aku tak perlu dokter"Kata Bintang dan itu membuat Mamahnya jadi ingin tertawa.


"Hemmm begitu rupanya...baiklah mamah tidak mau mengganggu kalian,kalian lanjutkan saja"Mamah meninggalkan mereka berdua.


Hana langsung menoleh kearah Mamah.


"Tidak mah tunggu"Hana gugup.


Wajah Hana kembali di pegang Bintang dan di dekatkannya lagi wajahnya dengan wajah Hana.


"Hehe Bi...ingat ini di rumah sakit dan apa kamu tidak malu berbuat begini di hadapan orang tua"Hana gugup.


"Nggak kita kan suami istri".


"Ya tapi..."


Hana langsung berhenti bicara ketika Bintang mencium bibirnya sentuhan bibir yang lembut.wajah Hana langsung merah.


"Aku mencintai mu"Kata Bintang saat melihat wajah istrinya menjadi merah.


Hana bukannya membalas kata-kata Bintang dia malah terdiam karena malu.Bintang yang melihat itu jadi tertawa.


"Hehe aku ini suami mu loh kenapa wajah mu merah begitu sehabis aku mencium bibir mu".


Hana duduk di samping Bintang karena Bintang sekarang sudah melepaskannya,wajahnya cemberut.


"Kok cemberut kamu nggak suka?"Bintang bernada kurang bersahabat.


"Bukan begitu"Hana tertunduk.


"Lalu kenapa cemberut?"Bintang ngambek.


"Aku hanya malu dan keget,maaf kalau aku membuat mu tersinggung"Hana masih menunduk dan meremas selimut Bintang.


"Tidak sayang maafkan aku karena mengejutkan mu,habis kamu terlalu menggemaskan jadi membuat ku ingin melakukan itu"Bintang memegang tangan Hana.


Hana pun tersenyum padanya.


"Aku juga mencintai mu sayang"kata Hana saat Bintang memegang tangannya dan memandang wajahnya.


Bintang tidak tahu apa yang dilakukan istrinya saat dirinya sedang di operasi,kengerian yang di terbarkan Hana saat menyelidiki kasus penabrakannya.


...***...