MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 81 Gelas pecah



Hana dan Dini pergi ke yayasan bersama pak Anang.sampai di yayasan semua yang melihat Hana datang langsung menyambutnya.


"Mba Hana... apa kabar lama tidak terlihat"Kata seorang bapak warga setempat yang sering berkunjung ke yayasan.


"Iya... pak kabar saya baik kemarin-kemarin banyak kerjaan di luar jadi nggak sempat kemari"Hana tersenyum ramah.


Hana pun menemui pak Fathur pengurus yayasan. mereka berbincang-bincang tentang ini dan itu. saat Hana sedang sibuk bekerja.


Bintang yang akan melakukan terapi pertama di asrama hari ini memasuki ruangan terapi,di dapatinya seorang terapis wanita yang cantik,tinggi semampai, Bintang mundur dia mengenal wanita itu.


"Mau kemana bukankah hari ini jadwal mu terapi"tanya wanita cantik itu.


"Iya tapi setahu saya yang akan menterapi saya bukan anda nona"Bintang bingung.


"Memang seharusnya bukan saya, tapi pak Darno sedang berhalangan jadi di gantikan oleh saya"


"Ooooo begitu ya sudah saya tunggu pak Darno saja, saya kembali kelapangan saja"Bintang melangkah keluar ruangan.


"Tunggu".


Langkah Bintang terhenti.


"Ya... ada apa?"


"Kamu mengulur waktu terapi mu berartj mengulur kesembuhan mu"


"Saya tidak mengulur apa pun Nona, saya akan menunggu pak Darno"


"Beliau tidak akan datang dalam beberapa hari ini"


"Ya sudah saya bersedia menunggunya sampai beliau datang atau terapis pria yang. lain saya tidak mau perempuan yang melakukan terapi pada saya, istri saya bisa marah bila saya di sentuh wanita lain"Bintang beralasan.


Wanita itu kesal.


"Heh aku tak menyangka kamu tipe suami yang takut istri"katanya meledek.


"Terserah apa kata anda tapi saya tetap. pada. pendirian saya bila saya tidak bisa terapi disini saya bisa malakukan terapi diluar"bintang mulai kesal.


Wanita itu. mendekat pada Bintang, Bintang mundur dia tahu wanita yang di depannya ini sangat menyukainya dari dulu, tapi tak pernah dia tanggapi sebab Bintang hanya menyukai Hana.


"Apa istimewanya penjual mie ayam itu di banding aku hingga kamu lebih memilih dia dari pada aku".


"Istimewanya karena aku sangat mencintai dia"


"Kenapa kamu mencintai dia bukan aku"wanita itu kesal.


"Karena cinta tidak memandang kasta"


"Bintang....dia itu hanya wanita biasa yang memanfaatkan mu, kamu tahu itu dia tidak benar-benar mencintai mu"


"Hei... jaga ucapan mu Nona sejak tadi aku sabar kau menyebutnya penjual mie ayam, tapi kali ini kau keterlaluan,istri ku tidak pernah memanfaatkan ku dia tulus mencintai ku, kau akan terkejut bila tahu profesi istri ku sebenarnya"Bintang marah dia jadi bertengkar dengan terapis wanita itu.


Bintang kesal dan meninggalkan wanita itu tapi tiba-tiba wanita itu memeluknya dari belakang.


Prang... gelas minum Hana pecah tak sengaja jatuh tersenggol tangan Hana saat dia sedang rapat dengan tim di yayasan.


sayang...


Entah kenapa Hana langsung memikirkan suaminya perasaannya tidak enak.


"Kita sudahi sampai disini saja pak saya harus cepat kembali pulang,semua saya percayakan pada bapak dan tim disini, permisi"Hana melangkah terburu-buru.


"Han... kenapa terburu-buru "tanya Dini bingung.


"Perasaan ku tidak enak Din tentang suami ku, aku harus ke asrama sekarang"Hana cemas.


"Coba di telpon atau video call"Saran Dini.


Hana mencoba video call tapi tidak di jawab Hana mencoba menelpon dan di angkat oleh Bintang.


"Ya sayang... "Jawab Bintang.


Hana lega mendegar suara suaminya.


"Bintang aku mencintai mu aku lebih pantas jadi istri mu dari pada Hana"Teriak wanita itu.


Hana mengenali suara wanita itu.


"Imel"Hana memegang erat ponselnya.


"Kamu bisa diam tidak istri ku sedang menelpon,haalooo sayang"Bintang kesal.


"Ehrhhh"Bintang kesal dia fikir istrinya pasti marah padanya.


"Semuanya gara-gara Kamu istri ku jadi marah sekarang dia tidak mau mengangkat telpon ku"Bintang marah-marah pada Imel.


Imel mendekat padanya dia tiba-tiba mencium bibir Bintang,Bintang langsung mendorongnya. dan melangkah pergi tapi. langkahnya terhenti ketika melihat istrinya kini ada dihadapannya.


"Sayang"Bintang menghampiri istrinya.


Saat di hadapan Hana,Hana langsung memeluk suaminya.Bintang pun memeluk erat istrinya.


"Jangan salah faham aku mohon jangan marah"Bisiknya.


Hana menggelengkan kepalanya di dada Bintang.


"Aku percaya pada mu"Hana Masih memeluk.


Hana. melepaskan pelukannya dia menatap marah pada Imel.


"Aku tahu sejak dulu kamu menyukai suami ku, tapi sekarang dia suami ku dia milik ku dia separuh dari raga. ku aku tak akan membiarkan wanita manapun merebutnya dari ku"Hana marah.


"Sudah sering aku katakan pada mu dulu untuk menjahi Bintang ku, tapi kau terus saja datang mengodanya hingga dia jatuh ke pelukan mu"Imel pun ikut marah.


Bintang akhirnya membawa Hana keluar dari tempat itu dia tidak mau istrinya terlibat pertengkaran dengan wanita gila itu.


Di area parkir.


"Kamu kenapa tadi tidak bisa di hubungi? "tanya Bintang penasaran.


"Batre ponsel ku mati.kebetulan yayasan ku dekat sini jadi pak Anang bisa mengatar ku tepat waktu sampai sini"Hana bersandar dipintu mobil.


"Apa Imel suka mengancam mu dulu? "Bintang penasaran.


Hana mengangguk di lalu tersenyum.


"Dia sering sekali mengancam ku dan memperingatkan ku untuk jangan dekat dengan mu, karena aku tidak pantas untuk mu katanya"


"Iya dia sering begitu dateng ke kantin cuma ngelabrak Hana doang"Dinimenimpali.


"Tapi tidak pernah di tanggapi oleh Hana, karena bukan Hana yang mengejarmu tapi kamu yang selalu datang pada Hana hahaha"Dini tertawa.


Bintang pun tertawa mendengar ucapan Dini karena semua ucapannya memang benar, Hana tidak pernah mengejarnya justru dia lah yang datang sendiri pada Hana.


"Kenapa kau tertawa kamu senang kan tadi di cium oleh dia"Hana mencubit perut Bintang.


"Aw... Apaan sih nggak kok"Bintang kesakitan.


"Awas kamu berani macam-macam"Hana mencubit dan mengancam.


Dini tertawa melihat sahabatnya cemburu pada suaminya.


Saat Hana kesal dengan suaminya tiba-tiba Bintang ingin mencumbu bibirnya tapi Hana menghindar.


"Aku tidak mau bibir mu habis menyentuh bibir wanita tadi"Hana ketus.


"Kok gitu dia yang mencium ku bukan aku yang mulai"


"Sama saja bibir kalian tetap bersentuhan tadi"


Dini memberikan tisu pada Bintang.


"Bersihkan bibir mu baru dia mau di cium oleh mu"


Bintang pun membersihkan bibirnya, kemudian dia mencium bibir Hana. Dini dan pak anang menyaksikan adegan sperti itu di depan matanya.


Dini terlihat gembira melihat sahabatnya sangat di cintai suaminya.


berbeda dengan pak Anang yang malu melihat adegan itu hingga beliau hanya tertunduk dan tersenyum saja.


Hana melihat penuh kemenangan ke arah lain, ke arah Imel. yang terlihat kesal melihat Bintang mencumbu istrinya dengan mesra.


Pandangan Hana seolah mengatakan lihatkan siapa pemenang hatinya,dialah yang datang pada ku bukan, tanpa aku harus mengejarnya,dialah milik ku.


Imel benar-benar kesal pada Hana dia merasa benar-benar kalah telak.


"Cie.... woi... inget. woi... ini tempat umum"Dini menyoraki.


Apakah Imel.menyerah begitu saja atau dia mempunyai rencana lain.


...***...