MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 61 Jalan-jalan part 2



"Nggak aku nggak apa-apa"Hana bangun saat Lucas menghampirinya.


"Sayang...sayang..."Bintang panik hingga ia hampir terjatuh dari kursi roda karena ia memaksa berdiri.


Hana panik dan langsung berlari ke arah Bintang.


"Hehe sayang sudah jangan cemas aku nggak apa-apa kok"Hana tersenyum agar suaminya tidak khawatir dan nekat untuk berjalan ke arahnya.


"Tidak apa-apa gimana lihat siku mu berdarah"Bintang masih panik.


"Oh...ini hanya lecet sayang tidak apa-apa jangan cemas ya"Hana lalu memegang pipi suaminya dan mendekatkan wajah mereka.


Nina yang melihat hal itu rasanya ingin berteriak.


Aaaa nona anda romantis banget sih....aku jadi ingin seperti itu eh tapi dengan siapa aku kan jomblo.


Nina bingung dengan fikirannya sendiri.


"Kamu itu tidak usah sampai serius banget sih kalau hanya bermain-main,ini kan bukan turnamen sungguhan"Bintang ngomel.


"Iya sayang..."nada Hana malas.


"Kamu ini aku ini khawatir kenapa kamu tidak serius begitu"Bintang masih ngomel.


"Iya...iya sudah ya sekarang kita jalan-jalan lagi yuk..." bujuk Hana agar suaminya berhenti mengomel.


Hana langsung mendorong kursi roda Bintang meninggalkan lapangan basket.Hana melambaikan tangan pada Lucas dan Nina.


"Jangan lupa ke resto"kata Hana sebelum pergi.


Di sepanjang jalan Bintang masih terus mengoceh,menghawatirkan siku Hana yang terluka,tapi Hana hanya diam saja mendengar ocehannya.


"Kenapa kamu diam saja?"Bintang sewot.


"Aku harus bicara apa sayang..."Hana santai.


"Kamu kenapa sih kamu itu terluka tapi kenapa bisa santai begitu"ngomel lagi.


"Sayang ini hanya luka kecil siku ku hanya lecet,kecuali tangan ku patah seperti mu ups"Hana keceplosan dia kesal karena suaminya terlalu berlebihan menghawatirkannya.


Hana langsung melihat wajah suaminya,terlihat mata Bintang menitikan air tapi segera di usapnya.


"Sayang...sayang maafkan aku,bukan maksud ku berbicara seperti itu"Hana segera meminta maaf.


Tapi Bintang tetap terdiam.


"Sayang...maaf"Hana bersimpuh dan memegang tangan Bintang.


"Aku khawatir bila apa yang terjadi pada ku itu bisa terjadi pada mu,kenapa kamu tidak mengerti juga,jaga tubuh mu sendiri kau menjaga ku setiap waktu tapi ketika tubuh mu terluka kamu malah tidak perduli,aku khawatir kamu mengerti tidak aku khawatir"Bintang berteriak.


dia Jadi sensitif sejak kecelakaan.


"Iya sayang maaf kan aku,akan aku obati luka ku nanti di rumah"


"Kenapa harus di rumah kamu bisa beli obat luka dan plaster di minimarket"ngomel lagi.


"Iya iya kita cari minimarket ya..."Hana mengalah saja.


Mereka mencari minimarket dan saat menemukan mini market Hana dan Bintang pun masuk,Hana membeli obat luka dan plaster,tapi ketika melewati box ice cream Hana menawarkan pada Bintang.


"Sayang mau ice cream?"Hana antusias.


"Kamu mau?kalau kamu mau beli lah".


"Oke kamu mau rasa apa?"Hana bertanya pada suaminya saat memilih.


"Vanila"jawab Bintang.


"Oke vanila aku mau yang stoberi"


Bintang tersenyum melihat istrinya memilih ice cream wajahnya seperti anak kecil yang senang sekali karena di suruh memilih ice cream oleh orang tuanya.


Hana pun membayar di kasir dan keluar dari minimarket mereka berjalan ketaman kota dan memakan ice cream disana.


Saat ice cream masuk kedalam mulut Hana,Hana mengerjapkan mata dan mengibas-ngibaskan tangannya,Bintang yang melihat hal itu panik lagi.


"Sayang kenapa?"


"Hehe tidak apa-apa hanya ngilu"


"Kalau tidak bisa makan ice cream jangan dimakan"Bintang ngomel lagi.


"Ya...sayang hehe"


"Gigi mu sensitif tidak bisa makan makanan seperti ini"kali ini Bintang tidak ngomel nada bicaranya mulai melembut.


"Sayang kita foto berdua yuk kita buat kenangan bila nanti kita kembali ke negara kita" Hana antusias ketika melihat pemadangan sekitarnya.


Hana mengarahkan kamera depan ponselnya,di dekatkannya wajahnya dengan wajah Bintang saat Hana menekan tombol kamera tiba-tiba Bintang mencium pipinya,spontan wajah Hana yang tadi dia tersenyum berubah menjadi wajah terkejut.


"Coba aku lihat"Bintang melihat hasil foto di ponsel Hana "bagus kok sayang kirim ke nomor ku ya akan ku jadikan wallpaper"Bintang lalu mengirim foto itu ke ponselnya.


"Ooo iya obati dulu lukamu itu,sini aku obati"Bintang lalu mengambil obat luka di bukanya obat luka itu dengan cara mengigitnya,ia lalu meneteskan obat luka itu di atas luka Hana dan meniup-niupnya.


Hana mendesis.


"Sakit ya maaf"Bintang minta maaf.


"Tidak hanya perih saja"


"Itu sama saja"Bintang sewot.


"Hehe"Hana hanya nyengir.


Hari sudah sore tak tersa mereka berjalan-jalan seharian,Hana mengajak Bintang ke restorannya saat mereka sampai di depan resto seorang greeter menyambut mereka berdua saat mereka masuk greeter itu sempat berfikir.


Itukah suami Nona Hana yang kecelakaan kemarin,wow tampannya mereka sangat cocok yang satu tampan dan yang satu cantik


Fikir greeter pria itu.


dan saat Nina melihat kedatangan mereka dia tersenyum menyambut mereka berdua.


"Selamat datang Tuan dan Nona silahkan ikut saya"Nina menyambut ramah mereka.


Nina membawa mereka ke tempat yang terbaik di restoran tersebut.


"Silahkan Nona dan Tuan ini tempat terbaik di resto kami"


Hana tersenyum karena sebenarnya dia sudah tahu,tapi karena membiarkan Nina menjelaskannya karena tidak ingin mengganggu ke profesionalan mereka saat bekerja.


"Ya terima kasih Nona"Ucap Hana.


Nina pun tersenyum meninggalkan mereka.lalu seorang waiters datang menghampiri waiters itu sempat memegang dadanya karena dia takut melakukan kesalahan pada owner yang sedang berkunjung.


"Selamat Sore Nona dan Tuan ini menu dari restoran kami silahkan"waiters memberikan buku menu pada Hana dan Bintang.


"Sayang kamu mau makan apa?"tanya Hana.


"Aku mau bubur yang waktu itu kamu buat"


"Ya ampun..."Hana lalu berdiri dari duduknya karena bubur yang Hana buat dengan bubur yang Lucas buat pasti berbeda,Hana bermaksud memasaknya.


"Kamu mau kemana?"Bintang bingung.


"Kedapur"


"Ngapain?"Bintang tambah bingung.


"Mau kasih tahu Lucas buatin bubur buat kamu"


"Kenapa tidak pesan saja ke dia"Bintang menunjuk waiters laki-laki itu.


"Baiklah"Hana duduk kembali dia lalu menuliskan nama makanan di sebuah kertas dia meninggalkan namanya dan menambahkan pesan untuk lucas kalau itu permintaan Bintang.


"Langsung kamu kasih ke Tuan Lucas ya jangan di taruh di kumpulan pesanan langganan ya"Perintah Hana.


"Ya Nona saya permisi dulu"Waiters itu pun meninggalkan Hana dan Bintang.


Waiters langsung masuk ke dalam dapur dan memberikan kertas pesanan dari Hana.Lucas membaca pesan tersebut dan segera membuatkan apa yang di pesan Hana.


Bubur yang di buat Lucas pun sudah siap waiters pun mengantarkan bubur tersebut,waiters menyajikan bubur tersebut di meja,setelah semua makanan yang di bawanya sudah tertata di meja waiters itu pun meninggalkan meja mereka berdua.


Bintang dan Hana tidak sadar kalau para karyawan resto mengintip mereka berdua.


"Semua yang bekerja disini profesional ya sayang"kata Bintang.


Hana hanya tersenyum.


"Lucas kemana kok tidak kelihatan?"tanya Bintang.


"Dia di dapur,mau aku panggilkan?"


"Boleh"Bintang antusias.


Hana pun menelpon Lucas dan tak lama Lucas datang dan duduk bersama di meja mereka.


"Bagaimana buburnya apa enak?"tanya Lucas.


Aduh Lu...kenapa kamu nanya begitu...pasti dia jawab enak tapi berbeda dengan buatan ku.


"Enak tapi kok berbeda ya dengan yang pernah aku makan sebelumnya"Bintang bingung.


Tuh kan...apa aku bilang.(batin Hana).


Lucas bingung dan melihat ke arah Hana,Hana hanya cengar-cengir saja.


...***...