MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 70 Hasil Terapi



Tiga minggu kemudian, Bintang sudah mengalami kemajuan setelah beberapa kali terapi, hari ini Hana mencoba membawanya ke lokasi tempat ia kecelakaan dulu.


Mobil memasuki area parkir hotel,Hana sebenarnya cemas takut kalau suaminya masih trauma,tapi bila tidak di coba,dia tidak tahu suaminya sudah bisa mengatasi traumanya atau belum.


Bintang terlihat pucat dan berkeringat dingin saat ia tiba di tempat tersebut,tapi kemudian ia mengatur nafasnya, dan ia mencoba mengingat kenangan manis yang pernah terjadi disana, ia mengingat kenangan ketika ia bertemu dengan istrinya disana, senyumnya tiba-tiba merekah saat mengingat kejadian itu, cukup lama mobil berada di area parkir tempat kejadian kecelakaan waktu itu.


Bintang tiba-tiba turun dari mobil, Hana pun mengikutinya. Bintang berjalan-jalan di area tersebut.


"Sayang... kamu ingat waktu itu kamu tiba-tiba muncul di depan ku saat aku turun dari dalam bus? "tanya Bintang wajahnya berbinar mengingat kejadian itu.


"Iya sayang aku ingat"Hana tersenyum.


"Kamu tahu saat itu aku sangat merindukan mu dan kamu tiba-tiba muncul,aku terkejut saat itu aku terpaku melihat mu muncul di hadapan ku,aku sempat berfikir apakah ini mimpi, dan kau menghampiri ku hingga kau hampir terjatuh saat itu aku menangkap mu dan aku baru tersadar kalau itu adalah kenyataan kau benar-benar ada di hadapan ku saat itu"wajah Bintang masih berbinar-binar.


"Lalu apa lagi yang kau ingat tentang tempat ini?"Hana memberanikan diri menanyakan hal lain, untuk memastikan seberapa persen suaminya mengalami kemajuan terapi.


"Tidak ada sayang, aku hanya ingin mengingat kejadian kita saat itu saja,aku tidak ingin mengingat kejadian buruk"


"Tapi kau ingat? "Hana bertanya ragu.


"Iya aku ingat aku mengalami kecelakaan disini, tapi aku tidak mau menyimpannya di. memori ku hingga merusak kenangan manis ku bersama mu"Bintang tersenyum.


"Alhamdulilah suami ku sudah sembuh"Hana mengucap syukur.


"Baiklah sekarang kita kembali ke rumah ya? "Hana mengajak suaminya pulang.


Mereka berdua pun masuk kedalam mobil yang di kendarai Lucas.


"Bagaimana? "tanya Lucas saat mereka berdua masuk kedalam mobil.


"Alhamdulilah Lu... suami ku sudah sembuh, dia tidak mau mengingat kejadian itu, dia ingat tapi dia berusaha menyimpan kenangan buruk itu di luar memorinya, sehingga tidak merusak memori baik yang pernah ada"Hana menjelaskan.


"Waw... untungnya kamu tempo hari berbuat hal gila seperti itu ternyata ada hikmahnya juga ya? "Lucas meledek Hana.


"Huh kamu ini,mungkin menurut mu itu hal gila, tapi tidak menurut suami ku ya kan sayang? "Hana memeluk suaminya.


"Iya... itu kenangan manis yang tak ingin aku lupakan Lu... "


"Hehe mulai lagi"gumam Lucas.


Lucas pun menyalakan mesin mobil dan mulai melajukannya dengan kecepatan sedang. di dalam perjalanan kali ini mereka berdua tidak banyak bicara mereka hanya sesekali saling pandang dan saling senyum.


"Oia aku ingin bertanya pada kakak apa aku bisa operasi pelepasan pen ku di sana saja ya? "Bintang tiba-tiba bicara.


"Hmmm kamu ingin kembali ke sana? "tanya Hana bingung.


"Iya... aku rindu negeri ku, biasanya tak selama ini berada di negeri orang"Bintang menatap ke luar jendela mobil.


"Coba nanti kamu tanyakan pada dr. Akam, tapi bila dr. Akam bilang tidak bisa kamu jangan kecewa ya tinggal disini lebih lama sedikit tak apa-apa kan? "Hana berkata ragu.


"Ya... asal bersama mu aku mau"Bintang tersenyum.


Hana pun tersenyum pada suaminya.


Mobil tiba di depan gerbang rumah ayah, mereka berdua pun turun.


"Kamu tidak mampir dulu Lu...? "tanya Hana.


"Tidak aku ingin istirahat di rumah saja"kata Lucas yang tidak turun dari mobil.


kali ini mereka hanya pergi bertiga Nina tidak ikut karena harus bekerja di restoran.


"Baiklah terima kasih atas bantuan mu hari ini"


"Ya... sama-sama tak perlu sungkan"Lucas tersenyum pada mereka berdua dan melajukan mobilnya kembali.


Hana dan Bintang pun masuk kedalam rumah ayah. mereka pun beristirahat meregangkan otot-otot yang kaku.


Bintang lalu menelpon dr. Akam di ruang tamu sedangkan Hana sudah masuk kedalam kamar.


Terdengat nada sambung.


"Asalamuaikum ada apa Bi? "suara dr. Akam terdengar.


"Wa'alaikumsalam ka... aku mau menanyakan sesuatu? "


"Tanya apa Bi? "


"Bisa tidak aku lepas pen ku disana? "


"Sudah ka hanya tidak bisa berlama-lama, maksud aku bila aku disana kan ada kaka yang memantau ku lebih dekat ka"


"Betul juga kata mu, baiklah nanti kamu bicarakan dulu dengan dokter mu disana, dan saat kalian bertemu biarkan kami bicara untuk membicarakan keadaan tulang mu ya? "


"Baik ka"Bintang terlihat senang.


"Memang kapan jadwal pertemuan mu dengan dokter mu? "


"Minggu ini ka"


"Ya... nanti konsutasikan saja padannya karena ini baru dua bulan Bi... masih lama tahapan kamu melepas pen, bersabarlah dan jagan banyak melakukan aktifitas dulu terutama berlari agar proses penyembuhannya bisa berjalan cepat"


"Ya... ka... "Bintang menurut.


"Oia bagaimana kabar istri mu? "


"Dia baik dan sehat ka... sekarang dia sedang istirahat, kami baru pulang terapi psikologi tadi"


"Gimana kamu masih trauma? "


"Alhamdulilah ka sudah tidak"


"Alhamdulilah kalau begitu satu berita bagus ini Bi... "


"Iya... salam dengan semuanya yang ada disana ya ka... "


"Ya... kamu yang sabar ya"


"Ya kak... "


Sambungan telpon pun terputus. Bintang masuk. kedalam kamar di lihatnya istrinya sudah tertidur.


"Kamu lelah ya sayang"Bintang membelai pipi istrinya.


Hana terbangun karena belaian tersebut.


"Kau bangun aku mengejutkan mu ya maaf ya sayang"Bintang menatap istrinya dengan lembut.


Hana tersenyum melihat kelembutan di wajah suaminya.


"Tidak kamu tidak mengejutkan ku kok sayang"Hana memegang tangan suaminya yang membelai pipinya.


"Maaf aku ketiduran"Hana bangun dari posisi tidurnya.


"Tidurlah lagi bila kau lelah"


"Tidak aku sudah tidak lelah, aku ingin masak makan malam, kamu istirahat lah".


Hana bersiap mengganti pakaiannya,di kamar mandi sementara Bintang duduk di atas kasur. Hana memintanya beristirahat sedangkan dia memasak untuk makan malam.


Bintang menghampiri istrinya di dapur, dia menceritakan hasil telpon dengan dr. Akam.


"Oo ya... dr. Akam bilang begitu?"Hana antusias.


"Iya... kakak bilang bisa asal ada rekam medis ku disini dan akan di pantau dengan kakak nantinya"


"Jadi kita bisa pulang ke negeri kita ya? "


"Iya sayang... "


Hana terlihat senag mendengar kabar itu.


"Oia sayang... nanti kita kerumah ibu mu ya saat kita disana"


"Kamu yakin ingin ke rumah ibu? perjalanan dari kota ke kampung ibu itu jauh loh sayang 6jam perjalanan".


"6jam perjalanan tidak akan terasa bila aku bersama mu"


"Hehe suami ku belajar dari mana kamu bisa pandai ngegombal begini sih? "Hana tertawa kecil sambil mengambil beberapa sayuran di kulkas dan di pindahkannya kedalan baskom.


"Serius sayang... aku ingin melihat isi kamar mu disana"Bintang antusias.


Gubrak... baskom berisi sayuran terjatuh karena Hana terkejut mendengar ucapan suaminya.


...***...