MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 25 Aku Bahagia Bila Disampingnya



Tengah malam telah berlalu bahkan waktu menunjukan pukul 01.00 pagi,Lucky menatap ponselnya,ia sudah janji pada Clara akan menelponnya tadi,tapi dilihat waktu yang tidak tepat untuk menelpon.


"Dia pasti sudah tidur,aku kirim pesan sajalah"fikirnya.


Kamu sudah tidur?selamat malam cantik,maaf aku tidak bisa menelpon aku baru selesai bekerja,selamat malam cantik mimpi indah ya...


Pesan pun dikirim,Lucky pun merebahkan dirinya di atas kasurnya menatap langit-langit kamarnya merasakan lelah karena seharian bekerja di lapangan,kemudian merasakan kantuk dimatanya dan ia pun tertidur.


Pagi telah tiba mentari masih malu-malu untuk menampakan sinarnya,waktu sudah menunjukan pukul 05.30 pagi Clara bangun dari tidurnya ia langsung meraih ponselnya di meja,dilihatnya ada pesan dari Lucky,dibacanya pesan tersebut.


"Ya ampun...dia semalam mengirim pesan,dia ingin menepati janjinya tapi dia tidak mau menggangu tidur ku,ya...ampun dia itu baik banget sih...aku jadi makin suka,eh...suka masa iya sih aku suka sama dia"Bingung sendiri dengan perasaannya.


"Balas nggak ya kalau balas aku bilang apa padanya baiknya ya?"Clara bimbang"Ah...balas begini ajah deh"Clara pun akhirnya mengirim pesan.


Selamat pagi...


Hanya itu pesan yang ia kirim.


Clara gugup sendiri.


Tak lama ponselnya berdering,dilihat layar ponselnya tertera nama Lucky,Clara terperanjat hingga ia melempar ponselnya ke atas kasurnya.


"Ya ampun...ya ampun dia vidio call,bagaimana ini aku kan belum mandi"Clara bingung ingin menjawab atau tidak panggilan vc dari Lucky karena dia malu dia tidak ingin Lucky melihat wajahnya yang baru bangun tidur.


"Gimana ini"Clara malah mondar mandir di samping tempat tidurnya.


Ponsel pun berhenti berdering,Clara mengambil ponselnya di atas kasurnya.


"Aaaa kenapa tidak aku angkat saja tadi ya"dia kesal pada dirinya sendiri.


Tak lama ponselnya bergetar.


Tling pesan masuk di ponsel Clara,dilihatnya Lucky mengirimkan sebuah foto dan pesan dibawahnya.


Pagi cantik


Itu pesan dari Lucky sambil melampirkan fotonya yang baru saja bangun dari tidurnya dengan mata yang masih sembab karena kurang tidur dan rambut yang berantakan.


Saat Clara melihat foto Lucky yang baru bangun tidur,ia hiteris sendiri.


"Aaaa dia baru bangun tidur apa aku mengganggunya,tapi kenapa dia tetap tampan walau dengan mata yang baru melek begitu".


Lucky memang tampan badannya juga tinggi dan atletis,banyak wanita yang menyukainya di tambah Lucky itu ramah dan mudah bergaul pada banyak orang.


Clara mengirimnya pesan lagi.


Bisa kita bertemu di kafe nanti,sekedar minum kopi pagi.


Pesan di kirim.


Oke


Pesan langsung di balas Lucky.


Clara langsung berlari ke kamar mandi bersiap-siap untuk bertemu Lucky,selesai mandi ia memilih baju banyak baju yang di keluarkan dari lemarinya ia bingung ingin memakai baju yang mana yang bisa membuat Lucky senang melihatnya.akhirnya dia memilih dress sebawah lutut berlengan pendek selengan berwarna peach,ia pun sekarang duduk di depan meja riasnya mengeringkan dan menyisir rambutnya yang panjang kemudian memakai bedak tipis dan memoleskan lipstik berwarna senada dengan dress yang ia gunakan.dia memiringkan badannya melihat pantulan dirinya ke cermin.


Tling...


Nada pesan di ponselnya.dilihatnya pesan tersebut dari Lucky.


Aku sudah di depan rumah mu


Mata Clara terbelalak saat membaca pesan Lucky,dia lalu berlari ke arah jendela kamarnya,dia mengintip dari balik gorden kamarnya,dia melihat mobil Lucky memang sudah ada di depan gerbang rumahnya.Dia langsung menutup mulutnya yang spontan terbuka.


"Dia sudah ada di depan rumah,dia menjemput ku,aaaaa dia baik sekali" Clara langsung meraih tas dan ponselnya dan mamakai sepatunya dan langsung berlari keluar kamarnya dan menuruni tangga.


saat ia melewati meja makan Pak Andre menegurnya.


"Kamu nggak sarapan dulu,kok buru-buru begitu mau ada oprasi memangnya?"tanya Pak Andre saat melihat putrinya terburu-buru.


"Aku ada janji dengan teman mau sarapan di luar Pah,aku berangkat dulu ya Pah"Clara menyalami tangan Papah dan Mamahnya dan berlari kecil lagi keluar rumahnya.


Pak Andre dan istrinya bingung melihat tingkah laku anaknya pagi ini.


Clara tersenyum pada Lucky saat ia memasuki mobil.pintu mobil pun di tutup Lucky,ia berputar kearah kemudi,menyalakan mobil dan mobil pun melaju dengan kecepatan standar.


Mereka tak sadar kalau saat mereka masih didepan gerbang Pak Andre dan istrinya melihat mereka di jendela rumah.


"Apa orang itu penyebab Nadia membatalkan perjodohan dengan Bintang?"Pak Andre bertanya tanya dalam hatinya sambil mengelus-elus dagunya.


Clara dan Lucky mampir ke sebuah kafe mereka memesan kopi dan roti untuk sarapan pagi.mereka pun berbincang bincang tentang ini dan itu hingga tak terasa waktu sudah pukul 08.00 pagi mereka pergi bergegas untuk bekerja di profesi masing-masing.


Lucky mengantar Clara sampai kedepan pintu masuk rumah sakit,dan mereka pun berpisah disana.Saat Clara melewati lobi rumah sakit ia melihat Hana yang sedang menunggu antrian.


Sepertinya hari ini jadwal cek up nya.


Clara pun segera berjalan ke ruangan prakteknya,tanpa memperdulikan Hana.


...***...


Di lapangan Bintang celingukan mencari keberadaan Lucky dan Hana,dia tidak melihat keduanya sejak ia datang,tak lama Lucky datang bersama rekan kerjanya ia tak melihat Hana,Lucky sadar Bintang melihatnya dari jauh,ia pun menghampiri Bintang seolah sudah tahu apa yang ada di fikiran Bintang,Lucky memberitahu kalau Hana tidak akan datang hari ini karena dia harus cek up kerumah sakit tentang luka di kepalanya yang masih belum sembuh total.


Bintang pun memakluminya karena bagaimana pun Hana bisa terluka seperti itu karena melinduginya,Lucky memberikan semangat pada Bintang agar tetap fokus pada pertandingan.


Lucky pun pamit pada Bintang untuk kembali meneruskan pekerjaannya.


Semetara itu di rumah sakit,Clara di panggil Pak Andre ke ruangannya.saat Clara masuk kedalam ruangan Pak Andre Clara pun duduk di sofa yang tersedia disana,Pak Andre pun duduk di sofa didepan Clara.Clara merasakan keanehan pada tatapan Papahnya.Pak Andre menatap lekat pada putri semata wayangnya.


"Papah kenapa melihat ku seperti itu,ada yang aneh memangnya?"Calara bingung.


"Katakan siapa dia?"Pak Andre langsung ke inti masalah.


"Si...apa apa maksud Papah aku nggak ngerti"Clara ragu bertanya.


"Itu laki-laki yang menjemput mu tadi pagi di depan gerbang"Pak Andre menyeruput teh hangat yang sudah di sediakan di meja.


Clara tertunduk malu.


"Ternyata Papah lihat tadi pagi"Clara tertunduk malu.


"Ya...apa dia yang membuat mu membatalkan perjodohan kemarin?"Pak Andre menaruh cangkir tehnya di meja.


"Bukan Pah,aku membatalkan perjodohan bukan karena dia tapi karena aku tahu Bintang mencintai orang lain,aku juga ingin mencintai dan dicintai Pah"suara Clara lirih.


"Anak ku...Papah tidak marah dengan keputusan mu selagi semua itu memang baik,katakan siapa namanya"Pak Andre memegang tangan putrinya.


"Namanya Lucky Pah dia seorang wartawan olahraga"Clara masih tertunduk malu.


Pak Andre tersenyum melihat rona di pipi putrinya.


"Kenapa harus janjian di luar rumah seperti itu seharusnya dia masuk kedalam dan meminta ijin pada Papah untuk membawa mu"Pak Andre dengan lembut berkata.


"Papah...bukan begitu aku dan Lucky belum terikat hubungan apa-apa jadi..."


"Kalau dia tidak serius dengan mu lebih baik tidak usah di lanjutkan,papah tidak mau kamu kecewa lagi"


Clara langsung melepaskan pegangan tangannya yang di pegang Pak Andre.


"Tapi Pah aku bahagia bila di sampingnya"Clara mulai protes.


"Seharusnya kamu bertanya padanya dia itu serius atau hanya main-main dengan mu" Pak Andre mulai serius.


"Tapi kami baru kenal pah,apa pantas bertanya seperti itu,lagi pula aku kan wanita pah malu untuk mengatakan hal seperti itu pada seorang pria yang baru aku kenal"


Pak Andre akhirnya mengerti perasaan anaknya,hingga ia tak meneruskan untuk membahas masalah ini lagi,Clara pun akhirnya kembali ke ruang prakteknya.


*Bukan kah dia wartawan olahraga berarti dia sekarang pasti sedang meliput pertandingan di gor.


Mungkin Nadia tak akan menanyakan ini tapi aku yang akan menanyakan sendiri pada anak itu,dia serius atau tidak dengan putri ku,aku tak mau putri ku di permainkan*.


Pak Andre pun mengambil kunci mobilnya dia keluar dari ruangannya menuju tempat parkir,melajukan mobilnya menuju gor bulutangkis terbesar di kota ini.


...***...