
Ditaman Hana mengajak ibu duduk dan mulai berbicara.Hana meminta maaf kepada ibunya karena merahasiakan usahanya itu semua dia lakukan agar ia tidak besar kepala,ia tidak mau di pandang sukses oleh banyak orang karena ia takut dia akan besar kepala,ia takut ia menjadi sombong dan malah lupa diri karena kesuksesannya dia tidak mau hal itu terjadi.
"Nana..."Ibu memeluk Hana"Ibu bangga pada mu nak,sejak kecil kamu sudah mandiri,yang ibu tidak mengerti dengan mu kamu tertutup dengan ibu".
"Bu...aku sangat suka menggambar,semua uang yang aku hasilkan ini semuanya berawal dari aku menggambar,aku menjadi penulis komik dan mengikuti beberapa lomba yang aku menangkan,aku tidak bilang pada ibu karena aku tahu ibu benci sekali kalau melihat aku menggambar karena itu bakat yang ayah turunkan pada ku"Hana menunduk menjelaskan semuanya.
"Maafkan ibu Nana,karena selalu memarahi mu bila melihat mu menggambar,ibu takut kalau bakat mu di ketahui orang jahat maka orang itu memanfaatkan mu nak,ibu tak ingin bakat mu menjadi senjata yang membahayakan bagi orang lain"ibu menitikan air mata di ujung matanya.
"Bu...aku kan pernah bilang aku tidak akan menggunakan bakat ku untuk hal yang negatif,kecuali memang untuk memberikan pelajaran pada orang yang jahat dan kurang ajar".
"Iya ibu jadi ingat kamu kesal dengan tetangga kita yang dinikahkan secara kontrak oleh suaminya mereka sampai punya anak tapi waktu kontrak mereka telah selesai maka laki-laki itu dengan seenaknya pergi begitu saja,kamu kesal dan akhirnya kamu gambar kisah kehidupan mereka terbalik,laki-laki itu memohon kembali pada perempuan tetangga kita"
"Ya aku kesal dengan laki-laki seperti itu,bisa-bisanya dia mempermainkan perasaan seorang wanita dengan cara menikah kontrak apa lagi sampai punya anak,tapi dia tidak sama sekali menyangi anak tersebut padahal itu anak kandungnya"Hana jadi kesal mengingat masa lalu.
...***...
Hana kembali ke kamar bersama ibu,di kamar ternyata dokter sedang memeriksa keadaan Bintang.dokter memberitahu besok Bintang akan di oprasi dan di pasangkan pen agar tulangnya bisa menyatu kembali.
Hana bersyukur mendengar hal itu,ia lalu menghampiri Bintang,menawarkannya apel yang tadi ia jatuhkan karena melihat kedatangan ibunya.Hana mencuci apel tersebut dan memotongnya beberapa bagian.ia lalu menyuapi suaminya.
kedua orang tua mereka melihat itu jadi terbawa suasana,melihat kemesraan yang di tunjukan kedua anak mereka.
kedua orang tua mereka pamit kembali ke hotel karena di ruangan tidak boleh terlalu banyak orang yang menunggu.
Keesokan paginya setelah Hana selesai mengurus Bintang dirinya pamit untuk keluar sebentar untuk membeli roti dan beberapa makanan untuk persediaan makan Hana selama ia di rumah sakit.
Di kamar Bintang sendirian tak ada yang menemani ia menonton tv untuk mengusir rasa bosan,ada yang membuka pintu kamarnya Bintang fikir itu istrinya.
"Cepat sekali kamu belanja"Kata Bintang.
wajahnya yang tadi tersenyum langsung berubah marah melihat kedatangan seseorang ke ruangannya.
"Halo..."Alex sok ramah.
Ya yang masuk keruangan Bintang adalah Alex.
"Mau apa kamu?"Bintang ketus.
"Aku hanya ingin melihat kondisi mu,tak ku sangka ternyata parah juga"Alex berkata dengan pandangan meledek.
"Bila kamu datang hanya untuk mengganggu ku lebih baik kamu pergi"Bintang kesal.
"Ohhhh galaknya Bintang kamu sudah cacat seperti ini tapi masih bertingkah sombong"Alex meledek.
Bintang sudah terlihat kesal.
"Bagaimana kau bisa menikahi wanita itu bila keadaan mu memprihatinkan seperti ini,apa dia masih mau bersama orang cacat?"Alex benar-benar meledek.
"Heh..."Bintang tertawa kecil"Istri ku bukan wanita seperti yang ada difikiran mu,dia wanita setia yang akan mendampingi ku dalam keadaan suka maupun duka"Bintang membanggakan istrinya.
"Istri?"Alex bingung.
"Ya kami sudah menikah kemarin malam dia sudah menjadi istri ku sekarang"Bintang merasa menang.
"Oh...begitu tapi dia pasti akan menyesal nantinya karena kamu cacat dan tidak bisa menafkahi batinnya hahaha"Alex semakin meledek.
Perkataan Alex benar-benar membuat Bintang marah kali ini.
"Keluar kau dari sini"Bintang berteriak hingga terdengar sampai keluar kamarnya.
"Apa yang kamu lakukan pada suami ku"Hana langsung menghampiri Bintang yang sudah terlihat marah.
"Aku tidak melakukan apa-apa aku hanya bilang padanya bagaimana dia bisa menafkahi batin mu sementara dia ini cacat"
Bintang marah dan terus menyuruh Alex keluar,Hana pun marah mendengar ucapan Alex.
"Sebaiknya anda keluar dari kamar ini dan jangan pernah kembali lagi"Hana marah.
"Baiklah tapi Nona bila kamu bosan dengannya datanglah pada ku"Alex masih mencoba menggoda Hana.
"Keluar kau!"Bintang berteriak.
Hana langsung memeluknya mencoba menenagkannya.
"Bi...tenanglah sayang tenang dia sudah keluar"
Nafas Bintang masih tersengal-sengal dadanya naik turun dia masih marah.Hana memeluknya berusaha menenangkannya membelai rambutnya mencium pipinya agar emosinya mereda.
Bintang menatap Hana lekat di belainya pipi Hana dan ia pun memeluk Hana,pelukan yang erat walau dengan satu tangannya.
"Kumohon tetaplah disisi ku,jangan pernah pergi dari ku"Bintang menangis di pelukan istrinya.
"Aku akan selalu bersama mu suami ku,aku tak akan pergi dari mu"Hana mengelus-elus punggung suaminya"Shuuuushuuuu jangan menangis sayang"Hana menenangkan Bintang seperti menenangkan anak kecil yang menangis.
Bintang melepaskan pelukannya ia menatap mata Hana.
"Apa kau akan tetap disisi ku bila aku tidak bisa memberikan nafkah batin"mata Bintang berkaca-kaca.
Hana tersenyum.
"Aku tetap akan disisi mu apa pun keadaan mu sayang"Hana membelai pipi Bintang.
Bintang memeluk Hana kembali.
Perkataan Alex benar-benar membuat Bintang rapuh,Hana kesal dan marah dengan Alex.
Siang hari saatnya Bintang untuk oprasi,semua keluarga sudah berkumpul untuk menunggu Bintang di oprasi.Bintang pun di bawa keruang operasi oleh tim medis.
Operasi pun di mulai,Hana mengajak ayah menjauhi ruangan operasi untuk berbicara dengannya.
"Ada apa?"Ayah bingung karena anaknya menariknya menjahui ruang operasi.
"Ayah kenal dengan polisi yang menangkap penabrak Bintang?"Tanya Hana.
"Ya...ayah mengenal bebrapa polisi di negara ini karena ayah selalu diminta memecahkan beberapa kasus kriminal"
"Bagus..."wajah Hana terlihat dingin" ayah tolong bawa aku ke kantor polisi yang menahan penabrak Bintang"kali ini matanya terlihat menyeramkan seperti ingin memangsa seseorang.
"Kamu mau apa Nana?"Ayah mulai merasa takut dengan tingkah putrinya.
"Aku akan menginterogasi dia siapa dalang sebenarnya di balik kecelakaan ini"Hana mengepalkan tangannya menahan marah.
"Apa maksud mu ada orang lain yang sengaja menyuruh orang itu menabrak Bintang?"
"Iya ayah dan aku curiga dengan seseorang tapi aku perlu bukti yang cukup untuk menjebloskannya kedalam penjara"Hana geram.
...***...