MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 8 Indentitas Hana Yang Lain



Bintang gelisah di kamar Oma dia menunggu kedatangan Hana.


Kenapa Hana lama sekali.


Bintang tidak mempedulikan ucapan dari Oma Lina dan kedua orang tuanya perihal perjodohannya dengan Clara. Ia hanya diam saja tak bicara sedikit pun. Bintang pun berjalan keluar ruangan. Semua orang memperhatikannya.


"Mau kemana lagi kamu? "tanya Oma.


"Sebentar Oma"Bintang langsung membuka pintu ruangan dan meninggalkan semua yang ada disana.


Bintang mencari Hana dia pun mencoba menelpon Hana.


"Halo... dimana kamu? "tanya Bintang sedikit kesal.


"Aku ditaman rumah sakit"jawab Hana


Telpon pun langsung dimatikan oleh Bintang. ia lalu berjalan cepat menuju taman rumah sakit, saat tiba di taman Bintang melihat Hana sedang duduk berdua dengan Lucky.ia langsung menghampiri mereka berdua.


"Kamu bilang ingin mejenguk Oma kenapa malah disini aku nunggu kamu dari tadi disana"Bintang sewot.


"Tadi aku kesana tapi ku dengar banyak orang disana aku tidak enak masuknya"


"Ya sudah ayo... "Bintang langsung menarik tangan Hana.


Lucky yang melihat itu hanya tersenyum getir saja.


Bintang langsung membawa Hana ke ruangan Oma, saat mereka masuk betapa terkejutnya Hana ketika melihat Clara ada disana.


"Oh... Hana... "Oma tersenyum ramah.


"Kemarilah"Oma menyuruh Hana mendekat padanya.


Kedua orang tua Bintang memperhatikan Hana dari ujung rambut sampai ujung kaki,Hana si gadis sederhana berbadan hanya setinggi 155cm berambut pendek sebahu, berpakaian kemeja kotak-kotak biru lengan panjang yang di gulung sampai lengan di padukan dengan celana jeans dan memakai sepatu sendal, oh... tidak berkelas sama sekali fikir kedua orang tua Bintang.


"Hana perkenalkan ini calon istri Bintang"kata Oma ketika Hana menghampirinya.


Bukan kah dia artis Clara, katanya Oma tidak setuju bila Bintang dengan artis.


"Ini Nadia dia seorang dokter dan artis"


Hana haya tersenyum dan mengangguk.


"Nadia ini Hana teman Bintang, kamu jangan cemburu bila Bintang bersama dia karena mereka hanya berteman"Oma menjelaskan kepada Clara.


"Iya Oma"Clara tersenyum lebar dan manis.


"Oma... Hana pamit pulang dulu ya... Oma cepat sehat ya... "Hana pamit pada Oma.


Hana pun langsung keluar ruangan Oma setelah pamit pada semua yang ada di ruangan tersebut.Bintang pun ikut mengiringi Hana.


"Hana... tunggu"Bintang langsung menghentikan langkah Hana yang sedang berjalan di koridor rumah sakit.


"Kenapa? "nada Hana malas.


"Kamu marah? "tanya Bintang ragu.


"Tidak kenapa aku harus marah"Jawab Hana santai.


"Maafin keluarga ku ya"Bintang meraih tangan Hana.


"Kenapa harus minta maaf nggak ada yang salah disini"Hana Menepuk-nepuk punggung tangan Bintang.


"Sudah kembalilah ke kamar Oma mu aku mau pulang sudah terlalu malam"Hana lalu melepaskan tangannya dari Bintang.


"Aku antar ya"


"Nggak usah aku bisa pulang sendiri naik ojek online"


"Tapi... "


"Sudah ya... "Hana langsung meninggalkan Bintang.


Bintang pun mengejar Hana kembali, tapi saat Bintang mengejar Hana Lucky muncul. langkah Bintang terhenti.


"Mau kemana lu? "tanya Lucky pada Hana.


"Balik"jawab Hana singkat.


"Gue anter ya"


"Nggak usah nanti kaka lu nyariin"


"Udah nggak apa-apa kan ada suaminya,sekalian ada yang mau gue omongin sama lu"


"Ngomongin apa? "kata Hana sambil menggaruk dahinya yang tidak gatal. dia sudah tidak tahan berada di gedung rumah sakit ini, ia ingin secepatnya meninggalkan rumah sakit ini.


"Ya nanti kita omongin di mobil"


Mereka berdua pun pergi menuju parkiran rumah sakit. Bintang hanya bisa melihat mereka dari kejauhan.saat Bintang membalikan badan ternyata ada ka Akam di belakangnya. Bintang yang melihat kakanya langsung melengos malas dan berjalan keruangan Omanya.


dr. Akam langsung menyusul adiknya dan menarik tangan adiknya.Bintang terlihat kesal dia langsung menepis tangan kakanya.


"Bisa kita bicara? "dr. Akam masih membujuk adiknya.


"Nggak aku nggak mau mendengar dan berbicara apapun dengan semuanya"Bintang menekan kata-katanya.


"Bi... "


Belum sempat dr.Akam berbicara Bintang langsung meninggalkannya.


Anak itu benar-benar marah kali ini.


Bintang keruangan Oma dia pamit pulang pada Oma dan kedua orang tuanya.


"Bintang sekalian kamu antar Nadia pulang juga"kata Mama Bitha.


Bintang tak berbicara apapun dia hanya melirik Clara lalu pergi dari hadapan semuanya tanpa bebicara. Mama Bitha menyuruh Clara untuk mengejar Bintang dan Clara pun menurutinya.


Clara menyusul langkah Bintang.


"Bintang... tunggu... "Clara melangkah setengah berlari.


Bintang yang di panggil tidak mengindahkan nya dia terus berjalan. mereka berjalan beriringan sampai tempat parkir. Bintang membiarkan Clara masuk kedalam mobilnya dan duduk di sampingnya.


"Dimana rumah mu? "Nada Bintang datar.


"Di jalan W"suara Clara lembut.


Bintang langsung melajukan mobilnya. Dan dia tetap dingin kepada Clara dia hanya terdiam saja sambil fokus mengemudi.


"Kapan kamu ada pertandingan lagi? "Clara berusaha mencairkan suasana.


"Minggu depan"Bintang menjawab dan tetap fokus mengemudi. pandangannya tetap lurus kedepan.


"Oh... dimana? "Clara terus memancing Bintang bicara.


"Di negara ini"masih dengan posisi yang sama.


"Oh... berarti padat ya latihan mu"


kali ini Bintang tak menjawab,karena dia fikir pertanyaan itu tidak perlu dia jawab pun Clara pasti sudah tahu kalau setiap harinya Bintang di sibukan dengan latihan.


"Belok kiri"Clara memberitahukan arah menuju rumahnya.


Bintang pun menuju kearah yang di tunjukan Clara. Bintang terus melajukan mobilnya menuju daerah perumahan elit dimana rumah-rumah disana sangat mewah dan besar.


"Bintang rumah ku terlewat"Clara memberitahukan Bintang.


Bintang langsung menginjak rem, dia lalu menoleh kearah Clara.


"Kenapa kamu tidak bilang tadi bila sudah didepan rumah mu"Bintang sewot.


Clara tersenyum penuh kemenangan karena rencananya berhasil,dia berhasil membuat Bintang menoleh kearahnya walau itu membuatnya kesal.


"Aku turun disini saja"Clara melepaskan sabuk pengamannya.


Tapi sebelum ia turun dari mobil dia berbicara lagi pada Bintang.


"Aku akan terus berusaha untuk meraih hati mu"Clara lalu membuka pintu mobil.


Bintang tak menghiraukan perkataan Clara. dan langsung melajukan mobilnya kembali menuju rumah Omanya.


...***...


Sementara di mobil yang lain Hana cemberut saja, Lucky yang melihat itu langsung mencoba meledeknya.


"Muka lu itu kusut banget kaya pakaian yang belum di setrika"


"Diem lu jangan ngeledek ajah"Hana ketus.


Lucky hanya tertawa kecil.


"Apaan yang mau lu omongin tadi? "tanya Hana.


"Oh... itu lu pasti belum baca email dari gue tempo hari gue kirim email ke lu pasti belum lu baca"


Hana langsung melihat emailnya di ponselnya.Hana membaca email masuk yang dikirim oleh Lucky. Matanya terbelalak membaca email yang dikirim Lucky.


Dear Starkho aku tau kamu itu Hana teman ku goresan tangan mu sangat ku kenal, mau kah anda bekerja sama dengan saya kita berkolaborasi untuk membuat karya terbaru.


Hana terkejut membaca isi email yang dikirim Lucky.


"Lu.. lu.. tau dari mana kalau gue itu Starkho"Hana gelagaban. Hana tak percaya kalau Lucky mengetahui indentitas Hana yang lain.


Lucky tersenyum menyeringai.


...***...