
Mobil Bintang dan Lucky berjalan beriringan,dan mereka pun berhenti di sebuah kafe.mereka akhirnya duduk berhadapan.
"Apa yang mau lu omongin?"tanya Lucky saat duduk.
"Aku sudah menyatakan cinta sama Hana"Bintang tertunduk.
"Wah berita bagus nih,terus Hana bilang apa sama lu"Lucky penasaran.
"Dia fikir aku bercanda"wajah Bintang malas.
"Apa...astaga anak itu benar-benar"Lucky menggelengkan kepalanya.
"Iya padahal aku serius untuk memintanya menjadi istri ku"Bintang manyun.
"Hah...serius lu?"Lucky tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Iya serius mana aku bercanda dengan hal pernikahan"
"Hana...hana..."Lucky menggeleng dan memegangi dahinya.
"Maafin temen gue ya,mungkin karena dari dulu dia deket sama gue yang nggak pernah ngomong serius jadi dia sulit percaya sama omongan yang seperti itu,gue kadang suka ngaku-ngaku sama orang kalau dia itu pacar gue padahal bukan hehe maafin gue ya gara-gara gue itu anak jadi begitu,tapi seharusnya dia bisa bedain dong tingkah laku lu yang serius sama tingkah laku gue yang konyol"
"Kenapa kamu ngaku sama orang kalau Hana itu pacar mu kalau kamu nggak suka sama dia"Bintang sewot.
"Jadi gini waktu SMP sampai SMA tuh banyak cewe yang suka sama gue,cuma Hana yang cuek dan anggap gue temen baiknya ajah,nah untuk menghindari cewe-cewe itu gue ngaku kalo gue pacaran sama Hana biar mereka pada pergi dari gue"
"Tapi apa Hana nggak keberatan waktu kamu ultimatum seperti itu?"Bintang penasaran.
"Hehe lu tau Hana kan,dia ngamuk sampe nggak mau duduk sebangku lagi sama gue"
Bintang tertawa tanpa suara.
"Terus gima kalian bisa baikan?"Bintang tambah penasaran.
"Gue minta bantuan Dini buat bujuk dia"
"Terus berhasil"
"Nggak,dia masih marah tapi cuma seminggu kita baikan lagi,Hana bukan orang yang keras hati dia wanita yang baik hatinya,masalah sekecil itu di anggap angin lalu,dia juga nggak pernah perduli sama pertanyaan cewe-cewe yang pada demen sama gue,sikapnya cuek banget"
"Luc apa Hana takut hantu?"
"Ooo itu iya dia takut sekali dengan yang namanya hantu"
"Kenapa?"Lucky penasaran.
Bintang pun menceritakan kejadian tadi pagi.
"Hahaha pantesan dia loncat,begitu kejadiannya"Lucky tertawa terpingkal-pingkal"Pasti heboh banget tuh tadi pagi di rumah lu"
"Ya begitu lah hehe"Bintang tertawa kecil.
...***...
Ponsel Hana berdering di lihat layar ponsel tertera nama Lucky,langsung diangkat oleh Hana.
"Ya...Luc ada apa?"
"Si Bintang ngelamar lu?"semprot Lucky.
"Bukan ngelamar cuma nanya ke gue,gue mau nggak jadi istri dia"Hana santai.
"Ya itu sama ajah ngelamar Hachi...lu tau nggak dia ngumpulin semua keberanian dia itu buat bilang begitu sama lu,tapi lu nya cuek begini jangan begitu sob nanti lu sendiri yang nyesel"Lucky menasehati.
"Gue bingung gimana nanti gue bilang sama Ibu gue,lu tau kan ibu gue dan pasti gue juga harus nyamperin ayah di luar negri buat jadi wali nikah gue"
"Masa iya ibu lu nggak seneng anaknya di lamar sama orang seperti Bintang,dia kan baik,berprestasi,masa depannya jelas dan yang terpenting dia cinta sama lu,emang lu nggak cinta sama dia?"
"Hihi"
"Malah ketawa lu cinta nggak sama dia?dia baik loh Han hampir semua cewe di negri ini mau loh ada di posisi lu sekarang,Han jangan sampe nyesel"
"Ya..."
"Iya...apa"Lucky sewot.
"Ya liat gimana nanti ajah kedepannya"
"Astaga Hana...ngeselin lu"Lucky langsung mematikan telponnya.
Cuma satu cara yang bisa mancing lu,kita buat lu cemburu seberapa cemburu lu itu bisa membuktikan seberapa cinta lu sama dia.
Lucky mempunyai rencana di kepalanya,yang hanya dia sendiri yang baru mengetahui rencana apa yang akan di lakukannya.
...***...