
Hana menyiapkan sarapan di dapur, semntara Bintang di dalam kamar, Hana tidak memperbolehkannya beranjak dari tempat tidur karena dia takut kaki Bintang sakit lagi hingga nanti malah memperlambat penyembuhannya.
Hana selesai menyiapkan sarapan di bawanya nampan berisi semangkok oat meal dan segelas susu, tak lupa dia juga membawa obat untuk di minun nanti dengan suaminya, saat masuk kedalam kamar Bintang ternyata tertidur.
"Dia tertidur"Hana lalu menaruh nampan berisi makan dan minuman di atas meja kerjanya yang terletak di sebrang tempat tidur mereka.
Hana tak membangunkan Bintang mangingat cerita Lucas kalau suaminya tidak tidur semalaman karena memikirkannya.
Hana keluar dari kamar dia memilih menggambar di meja makan untuk mengusir rasa sedihnya. Hana menggambar wajah Bintang yang tersenyum sambil memegang raket, senyum kemenangannya saat di lapangan, sambil menggambar ia pun menyetel musik sebuah soundtrak film romantis yang dia dengar.
Didengarkan musik itu sedikit menyentil hatinya yang sekarang ini sedang terluka tapi tak mampu menjauh dari orang yang semakin hari semakin di cintainya.
rasa lelah dan kantuk menyerangnya hingga ia pun tertidur di meja makan.
Siang hari Bintang terbangun dari tidurnya, dilihatnya di meja ada nampan berisi mangkok dan segelas susu, di hampirinya meja kerja Hana yang ada di sebrang tempat tidur, di pegangnya gelas susu, ternyata sudah dingin dan oat meal juga sudah mencair.
"Sepertinya dia tidak ingin membangunkan ku tadi saat mengantar ini"fikir Bintang.
Bintang pun keluar dari kamarnya mencari istrinya dia mendengar suara musik berputar dan di dapatinya istrinya tertidur di atas meja makan.
"Dia tertidur disini"Bintang lalu menyeret bangku dan duduk di samping istrinya. di lihatnya gambar yang ada di meja.
"Dia menggambar aku? iya ini aku hehe dia bisa saja menggambar diri ku seperti ini"Bintang tersenyum melihat gambar dirinya sendiri.
"Dan apa yang dia dengarkan ini lagu galau seperti ini, dia pasti sangat sedih,maaf kan aku ya sayang... "Bintang membelai lembut wajah istrinya.
Hana merasakan sentuhan lembut di wajahnya, ia lalu membuka matanya perlahan di dapatinya suaminya ada di hadapannya. Hana tersenyum dan bangun dari tidurnya.
"Sayang...aku mengagetkan mu ya? "Bintang masih membelai wajah istrinya.
"Tidak"Hana memegang tangan suaminya yang sedang membelai wajahnya,di taruhnya pipinya di telapak tangan suaminya dengan manja dia memainkan pipinya di telapak suaminya.
Bintang tersenyum melihat tingkah manja istrinya.dia sangat senang bila melihat Istrinya bersikap manja padanya baginya itu sangat menggemaskan. Bintang menarik tangan istrinya hingga bangku yang di tumpangi Hana bergeser Bintang lalu memeluk tubuh istrinya dan mengecup rambut istrinya.
"Maafkan aku"Bisiknya.
Hana langsung menatap wajah suaminya, di belainya wajah tampan dan rupawan itu.
"Sudah tidak perlu minta maaf sayang, yang sudah terjadi biarlah terjadi tak perlu di ingat-ingat kembali"
Cup... Hana mengecup pipi suaminya.
"Kau sudah makan? "tanya Hana lembut.
Bintang menggeleng.
"Kamu pasti baru bangun ya? "tebak Hana.
dan Bintang pun mengangguk.
"Makanan mu pasti sudah dingin, sebentar aku buatkan yang baru ya"Hana berdiri dari kursi dan tiba-tiba kepalanya pusing dan pandangannya gelap.
Kursi bergeser hingga menimbulkan suara berisik, Bintang yang melihat ada yang aneh dengan istrinya langsung panik.
"Sayang kamu kenapa? "tanyanya cemas.
Hana yang masih berdiri terpaku mendengar suara suaminya langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak sayang aku tidak apa-apa,hanya sedikit pusing"Hana berusaha tenang dia tidak mau membuat suaminya khawatir.
"Kamu sakit bila sakit tidak usah masak kita pesan saja makanan"masih khawatir.
"Hehe sayang aku baik-baik saja kok, jangan khawatir"Hana lalu berjalan mendekati kulkas ia lalu mengambil gelas yang ada di pinggir kulkas tapi saat ia membuka kulkas kepalanya benar-benar terasa berat pandangannya gelap ia lalu menjatuhkan gelas yang di pegangnya.dan ia pun jatuh terduduk dindepan kulkas.
Prang.... gelas itu jatuh kelantai dan pecah berkeping-keping.untungnHana tidak. terkena pecahan beling yang berserakan dinlantai, Bintang yang melihat hal itu langsung bangun dari kursi dan dengan langkah susah payah dia mendekati istrinya yang terduduk di lantai.
"Sayang... kamu kenapa?"tanyanya cemas apa lagi sekarang di lihatnya wajah Hana pucat dan mengeluarkan keringat dingin
Di pegangnya tubuh istrinya.
"Sayang... sayang jawab aku"Bintang cemas dia lalu mengoyang-goyangkan tubuh Hana karena Hana diam saja.
"Kepala ku pusing sayang"Hana akhirnya menjawab Bintang.
"Pusing kamu sakit ya? "Bintang membantu istrinya berdiri dan membawanya ke kamar.
"Istirahatlah dulu"Bintang membantu Hana untuk tidur di kasur.
"Tapi kamu belum makan"Hana menghawatirkan suaminya.
"Kamu jangan mengkhawatirkan aku, sekarang kamu istirahat saja dulu, masalah makan kita bisa pesan diluar"Bintang langsung keluar kamar mengambil air untuk Hana dan memberikan Hana minum.
Hana pun meminum air tersebut.
"Terima kasih sayang"Hana memberikan gelas yang airnya sudah ia minum.
"Bagaimana apa kepala mu masih sakit? ".
"Sayang tolong ambilkan ponsel ku"Hana menahan rasa sakit di kepalanya.
Bintang segera mengambil ponsel Hana dan memberikan padanya.
Hana menelpon Lucas,untuk mengirimkan makanan kerumahnya.
"Lu... tolong kirimkan makanan ke rumah, kasihan suami ku belum makan dari pagi aku tidak bisa memasak sepertinya anemia ku kumat"
Lucas mendengar hal itu.
Hadeuh... sepertinya bakalan ada masalah baru nih. 🤦♂
Fikir Lucas.
"Iya sayang... kamu tenang ya aku tidak apa-apa ini sudah biasa"Hana berusaha menenangkan suaminya yang khawatir.
"Bagaimana aku bisa tenang,jadi selama ini kamu menyembunyikan sakit mu"
Lucas akhirnya mendengarkan perdebatan mereka dari telpon.
"Tenang sayang... aku tidak apa-apa aku baik-baik saja mungkin aku kelelahan mangkanya anemia ku kumat"
"Bukankah pernah aku bilang pada mu bila lelah istirahat jangan memaksakan diri"Bintang kesal.
Hadeuh susah kalau dia lagi sensitif begini,penjelasan macam apa pun tak akan dindengarnya.
"Iya... iya... sayang sekarang kamu tenang ya... "Hana berusaha menenangkan suaminya.
"Halo Lu... kamu masih disana"Hana melanjutkan telponnya lagi.
"Ya... masih aku masih setia mendengar perdebatan kalian"Lucas asal bicara.
"Hihi bisa saja kamu, jadi tolong aku ya Lu"
"Ya..."Jawab Lucas singkat.
Bintang merebut ponsel Hana dia meminta Lucas membawa dokter untuk memeriksa istrinya dan Lucas pun mengiyakan budak cinta tersebut.
Saluran Telpon pun terputus,Bintang menemani istrinya di dalam kamar.
Hadeuh kenapa anemia ku harus kumat di depan dia sih... dia pasti tidak memperbolehkan aku bekerja nanti.
fikir Hana saat melihat kecemasan di wajah suaminya.
Tak lama Lucas pun tiba ia datang bersama seorang dokter laki-laki,Bintang sempat protes karena Lucas membawa dokter laki-laki bukan dokter perempuan.
"Kau tidak bilang aku harus membawa dokter perempuan"Lucas protes.
"Tapi istri ku kan perempuan seharusnya kamu mengerti, aku tidak mengijinkan istri ku di sentuh laki-laki lain"
"Astagfirullah merepotkan sekali suami mu ini sobat"Lucas kesal.
"Sayang.... sudah tidak apa-apa dokter yang mana saja sama saja kok"Hana mencoba menenangkan suaminya.
"Tapi... "Bintang ingin protes tapi Hana menarik tangannya hingga ia terjatuh di sampingnya Hana meraih kepala suaminya dan nekat mencium bibir suaminya di hadapan Lucas dan dokter tersebut.
Kedua orang tersebut hanya menganga melihat aksi Hana.
"Diam ya... tenang biarkan dokter ini memeriksa ku atau tidak usah sama sekali ada dokter aku bisa sembuh dengan sendirinya esok hari"ancam Hana lembut.
"Baik lah"Cemberut.
"Senyum dong..."Goda Hana sambil mencolek dagu Bintang.
Bintang pun tersenyum terpaksa.
"Gitu dong... kamu kan jadi semakin tampan bila tersenyum"
hana kenapa kau jadi segila ini sih sejak menikah dengannya 😫😫.
Dokter pun memeriksa Hana dan mengecek tensi darah Hana, dan memang benar Hana sedang anemia dokter memberikan resep obat pada Bintang dan memberitahukan kalau Hana harus banyak beristirahat karena Hana juga sepertinya kelelahan.
Hana pun meminta bantuan Lucas kembali untuk membelikan Obat di apotek terdekat. Lucas pun pergi membeli obat dan mengantarkan dokter itu kembali ke kliniknya.
"Dok maaf atas situasi yang terjadi tadi"Lucas meminta maaf pada dokter tersebut karena kejadian yang kurang mengenakan tadi.
"Tidak apa saya memahami situasinya, tapi maaf apa suami nona tadi cacat karena saya lihat cara berjalannya".
"Tidak dok dia tidak cacat beberapa bulan yang lalu dia kecelakaan dan patah tulang sekarang sedang masa penyembuhan,dia seorang atlet dok"
"Hemm atlet ya terlihat dari postur tubuhnya yang memang proposional, atlet apa?"
"Atlet bulutangkis"
"Oh... apa dia itu Bintang yang beberapa bulan lalu mengamalami kecelakaan di hotel karena ada sabotase lawan mainnya"
"Ya... anda benar"
"Oh... astaga aku tidak menyangka akan bertemu atlet besar sepertinya,dan rumornya dia menikah di rumah sakit beberapa hari setelah kecelakaan apa itu benar? "
"Ya... semua itu benar dok"
"Astaga... "dokter itu takjub,dia salut dengan Hana.
Dokter pun tiba di depan kliniknya dia pun turun dari dalam mobil dan berpamitan dengan Lucas.
Dokter itu melamun di dalam ruang kerja kliniknya dia memikirkan pasiennya tadi Hana dan Bintang.
"Ternyata cinta gila itu benar-benar ada"Fikirnya.
...***...