MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 26 Curhatan Lucky



Pak Andre telah tiba di gor dia tiba saat sebagian crew wartawan istirahat,dia bertanya keberadaan Lucky pada salah satu dari mereka,dan mereka pun menunjukan keberadaan Lucky yang sedang duduk beristirahat sambil meminum sebotol air mineral.


Pak Andre menghampirinya,Lucky bingung dengan keberadaan pria seumuran ayahnya berdiri di depannya dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengannya.Lucky pun menerima jabatan tangan pak Andre.


"Perkenalkan saya Andre"saat tangan mereka berjabatan.


"Lucky"Lucky tersenyum ramah seperti biasanya."Maaf anda ada keperluan apa dengan saya"Lucky bertanya bingung.


"Saya hanya ingin berpesan jangan mempermainkan perasaan anak saya"


Lucky semakin bingung.


"Anak Bapak?"Lucky bingung karena saat ini dia memang tidak sedang mempermainkan perasaan siapa pun karena memang dia tidak pernah mempermainkan perasaan orang lain terlebih itu adalah perempuan.


"Clara Nadia adalah putri saya"


Jlegerrrr Lucky sangat terkejut seperti mendengar suara petir yang terdengar saat hujan turun deras.


"Oh..."Lucky tersenyum dan dapat mengendalikan susana hatinya walau jantungnya masih berirama tak karuan.


"Maaf Om saya tidak tahu kalau anda Papahnya Nona cantik ups"Lucky keceplosan dengan panggilannya pada Clara dia segera menutup mulutnya dengan jari-jarinya.


"Nona cantik?apa itu panggilan mu pada anak saya?"Pak Andre terdengar senang dengan panggilan yang di berikan Lucky pada putrinya.


"Maaf Om karena memang anak om cantik jadi saya memanggilnya begitu"Lucky cengar cengir.


"Apa hubungan kalian serius kalau tidak lebih baik kau jauhi anak saya,saya tidak ingin anak saya tersakti lagi"Pak Andre langsung to the point.


"Om...sebenarnya saya dan Clara baru kenal dan itu juga belum satu bulan Om"Lucky mencoba menjelaskan pada Pak Andre.


"Jadi kamu nggak serius"Nada suara Pak Andre mulai meninggi.


Lucky jadi serba salah karena sebagian orang melihat ke arahnya saat Pak Andre meninggikan suaranya.


Aduh...gimana ini gue kaya kepergok hamilin anak orang terus bapaknya dateng minta pertanggung jawaban gue.


"Sudah mulai detik ini jangan ganggu anak saya"Pak Andre kesal dan ingin pergi dia sudah membalikan badannya.


"Saya serius Om dengan Clara,walau saya nggak tahu Clara menyukai saya atau tidak"


Mendengar perkataan Lucky langkah Pak Andre terhenti.


"Tapi entah kenapa saya tidak bisa melihatnya bersedih entah kenapa saya selalu ingin melihatnya tersenyum walau senyum itu bukan untuk saya om tapi perasaan saya serius padanya"


Pak Andre berbalik badan dan menghampiri Lucky.


"Bila kamu serius bawalah orang tua mu untuk melamar anak saya,saya tunggu niat baik mu itu"


Apa ngelamar gue ajah nggak tau anaknya dia itu beneran suka apa nggak sama gue.


"Kenapa kamu malah diam"Pak Andre bertanya tegas.


" Ya...Om..."Lucky akhirnya mengiyakan Pak Andre.


Tiba-tiba rekan Lucky memanggilnya sudah saatnya dia bekerja kembali.


"Maaf Om saya permisi dulu sudah saatnya saya bekerja"Lucky berpamitan dan menyalami tangan Pak Andre.


Pak Andre masih Melihat punggung Lucky dan melihat ia hilang di balik pintu.


"Sepertinya dia memang pria yang baik"Gumam Pak Andre dan ia pun pergi meninggalkan gor.


...***...


Malam hari setelah selesai bekerja Lucky melihat email yang dikirim Hana.


Sepertinya seharian ini Hana sibuk menggambar komik,setelah seharian dia tidak datang ke gor, fikir Lucky.


Lucky pun meraih ponselnya dia lalu menelpon Hana,nada tersambung tak lama Hana pun mengangkat telpon.


Saat Hana mengangkat telpon Hana fikir Lucky akan membahas masalah komik yang dia gambar,tapi ternyata Lucky curhat padanya meminta pendapatnya,ia menceritakan kejadian tadi siang di gor bukutangkis tentang pertemuannya dengan Pak Andre.Hana tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita Lucky.


"Kalo tadi siang gue ada disana pasti seru ya liat ekspresi muka lu yang kebingungan tiba-tiba disuruh ngelamar anak orang padahal baru deket belom juga jadi pacar"tawa Hana masih terdengar.


"Ah...elu serius dikit sih gue serius ini"


"Ya...ya...menurut gue lu bicarain dulu tentang perasaan lu berdua sma Clara biar dia nggak kaget klo lu tiba-tiba dateng ngelamar"


"Jadi menurut lu gue harus menyatakan cinta gitu,gue ajah nggak tau dia itu suka sama gue apa cuma pelampiasan doang"


"Lu takut di tolak,lebih sakit lagi kalo lu dateng ngelamar terus di tolak,kalo lu udah pastiin perasaannya sama lu kan jadi lebih baik Luc,mau terus apa nggaknya ya kan?"


Lucky Hanya terdiam mendengar ocehan Hana,yang di fikir cukup masuk akal.


"Tapi emang sebenernya lu beneran suka sama itu cewe?gue fikir lu iseng ajah godain dia"


Perkataan terakhir Hana langsung tepat mengenai kepala Lucky,kepalanya seperti di lempar batu besar tepat mengenai kepalanya.karena yang di bicarakan Hana itu memang benar awalnya dia hanya iseng menggoda Clara tapi saat melihat Clara menangis entah kenapa ada rasa simpati muncul di hatinya.


"Lucky Luc...elu tidur"Hana membangunkan lamunan Lucky.


"Eh ya Han gue ngantuk nih,thanks udah dengerin cerita gue"


Lucky langsung mematikan sambungan telponnya.


Lucky tertawa sendiri memikirkan perasaannya pada Clara.


Apa iya ini cinta


Fikirnya,begini kah rasanya cinta itu yang di tanyakan dalam hatinya,karena selama ini Lucky tak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya,ia sibuk belajar dan bekerja dia tidak sempat memikirkan perasaannya sendiri,memang pernah ia didekati wanita sperti Clara para wanita itu memberikan banyak hadiah,perhatian dan juga makan yang selalu dikirim untuknya tapi ia tak pernah bisa simpati pada mereka,perasaan dia tetap menganggap perhatian dari gadis-gadis yang mendekatinya itu hanya perasaan sesaat saja karena kesibukannya yang tak menganal waktu gadis-gadis yang mengejarnya itu lelah sendiri dan mereka pergi begitu saja tanpa jejak.


Apa dia juga akan sama dengan mereka.


Hatinya jadi meragu untuk melangkah lebih jauh karena mengingat masa lalunya yang kurang baik dengan para wanita.


...***...