
Di negeri sendiri seorang anak manusia sedang mempersiapkan sebuah kejutan untuk orang yang di cintainya,ia ingin menjalin hubungan yang lebih serius tak ingin bermain-main,karena hati bukanlah mainan fikirnya.
Lucky menyusun rencana melamar sang pujaan hati dia sudah mendapatkan ide saat kemarin masih di luar negeri.
Sore itu Lucky menjemput Clara di rumah sakit,Clara terlihat gembira sekali melihat kedatangan Lucky,Lucky mengajak Clara kesuatu tempat.
"Bagaimana keadaan Bintang dan teman mu"tanya Clara saat mereka di mobil.
"Bintang sudah lebih baik,tinggal pemulihan dan terapi dan bila sudah membaik dia akan melakukan operasi pelepasan pen yang di pasang di tulangnya"Lucky menjelaskan.
"Syukur lah kalau begitu,aku sempat terkejut mendengar berita dia kecelakaan dan lebih terkejut lagi mendengar mereka sudah menikah"
"Hihi menikah pengantin baru bulan madu di rumah sakit"Lucky tertawa kecil mengingat temannya.
"Aku salut dengan teman mu itu,dia mau menjadi istri Bintang di saat Bintang keadaannya seperti itu"
"Bila itu terjadi pada ku apa kamu tidak mau menikah dengan ku".
Pertanyaan Lucky seperti menjebak seberapa cinta Clara padanya.
"Memangnya kamu mau menikah dengan keadaan seperti itu?"Clara bertanya balik.
"Ya...tidak siapa juga yang mau menikah dengan keadaan seperti itu,mereka menikah karena memang harus segera di nikahkan,bila tidak kasihan teman ku"
"Kasihan kenapa?"Clara bingung.
"Saat Bintang sadar Bintang histeris mengetahui tangan dan kakinya patah,kamu tahu kan betapa pentingnya fungsi tangan dan kaki bagi seorang atlet"
Clara mengangguk.
"Bintang histeris sulit menerima keadaan dan yang bisa menenangkannya hanya teman ku,saat itu pihak orang tua akhirnya memutuskan untuk segera menikahkan mereka,karena bila mereka tidak menikah kasihan teman ku mengurus Bintang yang belum menjadi suaminya mengurus segala kebutuhan Bintang kamu mengerti kan yang aku maksud segala kebutuhan,sedangkan Bintang bergerak saja susah"
"Iya juga sih kalau belum ada ikatan suami istri tidak sopan juga bila Hana mengurus kebutuhan pribadi Bintang ya hihi"Clara tertawa kecil.
"Hemm semoga cinta mereka selamanya"Doa Clara untuk Bintang dan Hana.
"Aamiin"Lucky mengamini.
Mobil pun sampai di tempat tujuan,Lucky memarkirkan Mobil di area parkir.Clara bingung kenapa Lucky mengajaknya ke tempat seperti ini.
"Kenapa kita kesini Luc?"Clara bingung.
"Sudah diam lah ikut saja"Lucky menggandeng tangan Clara mengajaknya masuk ketempat tujuannya yaitu lapangan basket.
Di dalam lapangan ternyata sudah menunggu teman-teman satu klub basketnya saat jaman SMA dulu.
"Cla...perkenalkan ini semua teman-teman ku saat di SMA"
Clara tersenyum pada mereka semua,Dan mereka semua pun tersenyum ramah pada Clara.Lucky dan kawan-kawannya melakukan pemanasan sebelum memulai latihan.
Clara duduk di sisi lapangan.
"Hemmm ku fikir dia akan mengajak ku makan dan melamar ku di sana,tapi dia malah mengajak ku ke lapangan basket dan menontonnya bersama teman-temannya"gumam Clara.
Clara bosan sendiri selaian dia tidak suka olahraga dia juga tidak suka basket,walau saat di sekolah dulu juga di sekolahnya ada klub basket tapi dia tidak tertarik melihat permainannya apa lagi memainkannya.
Lucky dan kawan-kawannya asik bermain,Clara masih bosan di sisi lapangan,hingga dia tak sadar sudah banyak orang berkumpul di sekitarnya.
Clara dengan bosan dan malas melihat kelapangan dan dia tak sengaja saat melihat Lucky mendribel bola sambil berlari dia melihat wajah serius Lucky.
"Astaga dia tampan sekali bila sedang memasang wajah seperti itu"Clara jadi bersemangat melihat aksi Lucky padahal sebelumnya dia bosan.
Lucky terus mendribel bola ke arah ring teman-temannya tak bisa menghadangnya.Clara melihat itu jadi meneriakinya di sisi lapangan.
"Ayo...luc..."teriak Clara dari sisi lapangan.
Lucky melompat sperti terbang dan dia memasukan bola melakukan slam dunk,Clara melihat hal itu langsung berteriak kegirangan.
Lucky melihat ke arah Clara dan mengedipkan sebelah matanya.Clara yang melihat hal itu serasa ingin pingsan karena senang.Lucky benar-benar membuatnya gila.
Aaaa dia keren sekali
Teriak batinnya.
Tiba-tiba Clara di tarik oleh rombongan remaja memakai seragam cheers leader kedalam lapangan.
"Eeeh...eh...apa-apaan kalian"Clara bingung.
Dan tiba-tiba semua yang bermain basket berhenti dan berbaris.para cheers leader membawa Clara ke arah Lucky yang berada di tengah lapangan.tim basket pun mengelilingi mereka berdua Clara masih bingung apa yang terjadi disini dia melihat kesekelilingnya dan saat tiba-tiba Para cheers leader mulai berteriak mereka yang mengelilingi Clara dan Lucky pun berbaris membelakangi mereka agar Clara bisa melihat formasi yang di bentuk oleh Cheers leader dan mereka pun memberikan aba-aba dan membentuk formasi piramida dan seorang cheers yang paling atas membentangkan spanduk bertuliskan huruf besar.
WILL YOU MARY ME CLARA NADIA❤❤❤
Clara yang melihat tulisan itu terkesima dia menutup mulutnya karena terharu.Tiba-tiba ada seorang teman Lucky memberikan sebuah mic pada Lucky.dan Lucky pun mulai bicara menggunakan mic tersebut agar semua orang yang ada disana mendengar pernyataannya.
"Clara mau kah kau menikah dengan ku?menjadi pendamping hidup ku?menjadi wanita yang pertama aku lihat di setiap pagi saat ku membuka mata?"
Riuh sorak dan tepuk tangan orang-orang yang hadir disana karena mendengar pernyataan cinta dari seorang Lucky yang terkenal konyol.
Clara tak sanggup berkata-kata dia tersenyum bahagia,tak bisa membayangkan kalau dirinya akan di lamar seperti ini oleh orang yang di cintainya.
"Jawab...jawab...jawab...jawab..."teriak semua orang yang ada di dalam lapangan.
Clara mengangguk dan Lucky mengarahkan mic kearah Clara agar dia berbicara.
"Ya...aku bersedia menjadi istri mu,menjadi pendamping hidup mu dan menjadi ibu dari calon anak-anak mu"
Aaaaa semua yang ada di lapangan berteriak histeris dengan acara melamar ini.
Lucky lalu menyamatkan cincin emas di jari manis Clara yang dia sembunyikan di kantong celana basketnya tadi.
...***...
Hana melihat video lamaran Lucky yang dikirimkan olehnya saat dia melamar tadi di arena basket,Hana berteriak histeris senang melihat acara itu dan tak menyangka teman konyolnya bisa membuat acara seperti itu.
"Sayang...sayang lihat sayang Lucky aaaa gila dia bisa membuat acara seperti ini"Hana antusias sambil melihat ponselnya.
Bintang tersenyum melihat istrinya gembira,tapi dia merasa bersalah karena dirinya tak bisa melamar istrinya dengan cara yang romantis atau cara yang berkesan indah di kenang seumur hidup.
"Sayang...kamun kenapa kok diam?"Hana bingung,melihat kediaman suaminya yang sepertinya kurang senang melihat video yang dikirim Lucky.
"Sayang...jangan bilang kamu cemburu karena Lucky bersama Clara?"Hana cemburu.
"Eh...bukan sayang aku tidak cemburu dengan dia"
"Lalu apa!?"Hana kesal.
"Sayang...maafkan aku karena aku tidak melamar mu dengan sebuah lamaran yang berkesan yang bisa di kenang seumur hidup kita"Bintang merasa bersalah berbicara tanpa menatap Hana.
Hana akhirnya mengerti perasaan suaminya rasa cemburu yang tadi timbul tiba-tiba menghilang.
"Sayang...setiap orang mempunyai rencana tapi allah yang membuat keputusan,bila allah menakdirkan kita bersatu dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang ya kita harus menerima itu"Hana memegang tangan Bintang.
Bintang menatap Hana lekat.
"Maafkan aku ya sayang..."
"Tidak perlu minta maaf semua ini sudah takdir,bukankah dulu aku pernah bilang pada mu takdir siapa yang tahu,kita tidak bisa mengubah takdir ya kan,yang terpenting bagi ku sekarang ini adalah aku senang karena kau lah yang menjadi takdir ku kau lah yang menjadi jodoh ku,kau lah yang menjadi suami ku"
"Sayang..."Bintang memeluk Hana,di rasakan kehangatan hati istrinya hingga mencairkan air mata yang membendung di pelupuk matanya.
...***...