MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 58 Lamunan Oma



Pemberitaan tentang kecelakaan Bintang sudah tersebar ke seluruh media di dunia,Coach Yoga dan tim mereka yang mengetahui berita tersebut geram pada Alex.


"Astaga aku tidak menyangka dia bisa sejahat itu"Maxi geram.


"Ya...saya pun nggak menyangka di bisa berbuat sampai sejauh itu,apa karena dia kalah kemarinnya dengan Bintang dipertandingan membuatnya gelap mata?"


"Bukan coach alasan utamanya bukan itu"Maxi yang tahu alasan sebenarnya akhirnya berbicara pada Coach Yoga.


"Apa karena Hana?dia menyukai Hana?"coach Yoga terkejut.


"Bukan sekedar suka coach orang itu terobsesi dengan istrinya Bintang"


"Ckckck"coach Yoga menggelengkan kepalanya.


Di televisi.


Alex di wawancari oleh awak media,dia sempat menyebut nama Bintang dan mengatakan istri dan mertuanya seorang penyihir.


"Lihat ini luka di muka ku ini adalah hasil perbuatan mertuanya"Alex menunjukan luka di wajahnya pada wartawan.


Bintang yang melihat hal itu,langsung melihat ke arah Hana,Hana langsung mematikan tv.


"Sayang Kenapa dimatikan?"Bintang bingung.


"Aku malas melihat wajah orang itu"Hana kesal.


"Ada yang kamu sembunyikan dari ku kan?"Bintang curiga.


"Apa yang harus aku sembunyikan sayang"Hana malas.


"Jangan bohong"Bintang terus mencecar"Hana aku ini suami mu kenapa kau masih tertutup pada ku"Bintang mulai kesal.


Hana menunduk,Bintang tahu bila Hana sudah menunduk berarti dia memang menyembunyikan sesuatu.


"Katakan pada ku"Bintang terus mencecar.


"Tapi kau harus janji dulu jangan marah"Hana masih tertunduk dia takut melihat wajah Bintang.


"Ya aku janji aku tidak akan marah"suara Bintang merendah.


Hana akhirnya menghembuskan nafasnya sebelum ia mulai berbicara yang sebenarnya pada Bintang.


Hana pun menceritakan kejadian saat Bintang masuk keruangan operasi,dia pergi bersama ayahnya untuk menginterogasi penabrak Bintang,dan apa yang dia lakukan pada pelaku itu hingga pelaku itu akhirnya mengakui bahwa dirinya di bayar oleh Alex.


Alex pun ditahan karena bukti rekaman pembicaraannya di telpon dengan pelaku tersebut,dan Alex berbicara dia melakukan semua ini karena dia ingin merebut Hana dari Bintang dan itu membuat ayah marah dan ya luka di wajah Alex adalah hasil karya ayah Math.


Bintang seolah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Kamu tidak percaya kan?"


"Bukan begitu tapi apa memang ada hal seperti itu di dunia ini?"


Hana mengambil tas ranselnya ia mengeluarkan buku gambarnya dia lalu menggambar gelas yang ada di meja lalu ia buat retakan-retakan di gambar gelas itu dan gelas yang ada di meja pun terlihat retak sama persis seperti yang ada di gambar.


Bintang menutup mulutnya yang spontan menganga.


Hana pun menghapus gambarnya dari kertas dan gelas itu kembali kebentuknya semula.


Bintang melihat kearah Hana bingung.Hana yang jadi serba salah dia takut Bintang membenci bakatnya.


"Sayang tangan mu ajaib sekali"Bintang takjub.


"Kau tidak takut dan benci pada ku?"Hana takut menanyakannya.


"Tidak sayang aku memang terkejut tapi aku kagum pada kemampuan mu"


"Terimakasih sayang"Hana langsung memeluk Bintang.


"Andai aku bisa menggambar dan mengobati luka mu itu akan aku lakukan tapi aku tidak bisa sayang itu diluar kemampuan ku"Hana menitikan air mata.


"Sayang sudah jangan menangis,aku baik-baik saja karena ada kamu disisi ku"Bintang mengelus punggung istrinya yang masih memeluknya.


...***...


"Ayah bikin ngeri dia pasti udah marah banget tuh sama orang itu sampe lecek muka orang"gumam Lucky.


"Woi bengong ajah"tegur Maxi tiba-tiba.


"Eh elu bikin kaget ajah"


"Ngelamunin apaan sih?"Maxi meledek.


"Nggak gue cuma lagi mikir itu orang bisa tergila-gila sama temen gue?padahal dia kan baru ngelihat Hana"Lucky terlihat berfikir.


"Iya gue juga setuju sama elu,kita ajah yang sering ketemu Hana nggak gitu amat ya?"


"Hehe mungkin dimata dia temen gue itu beda dia nggak pernah lihat cewe modelnya kaya kawan gue itu"Lucky membanggakan Hana.


"Tapi Bintang juga loh bisa bucin sama temen elu itu hihihi"Maxi tertawa terkikik.


Lucky pun ikut tertawa dan mereka melakukan tos tangan seolah sependapat.


"Hana sebenarnya cantik dia cantik alami malahan lahir batin itu anak cantik Max dan itu yang buat Bintang tergila-gila sama dia"Lucky mengencangkan suaranya saat mengucapkan kata tergila-gila.


"Hahaha"mereka berdua tertawa mentertawakan kawan mereka yang sedang berbulan madu di rumah sakit.


"Pengantin baru bulan madu di rumah sakit hahaha"Maxi tertawa.


"Iya orang mah bulan madu ke pantai,ke pulau atau liburan kemana kek ini di rumah sakit hihi"mereka tertawa.


Tapi akhirnya mereka merasa bersalah juga karena mentertawakan keadaan teman mereka yang memprihatinkan.


"kita dosa nggak ya ngomongin mereka terus ngetawain mereka?"Maxi dan Lucky berfikir.


Tapi kemudian mereka malah tertawa bersama lagi.


"Buahahaha"


"Eh gimana kalau habis turnamen ini kita temuin mereka langsung disana"usul Maxi.


"Boleh juga pengen denger cerita bulan madu di rumah sakit hihi"Lucky masih tak bisa berhenti tertawa.


...***...


Sementara itu malam hari di rumah Oma Lina pengajian telah di mulai,ustad membacakan doa-doa dan memimpin membaca surat yasin,pengajian pun selesai para tamu yang datang pun di berikan oleh-oleh berupa makanan yang sudah Oma pesan tadi siang.


Oma bersyukur Bintang selamat dari kecelakaan dan bersyukur karena Bintang telah menikah dengan wanita yang di cintainya.


Oma jadi ingat saat pertama kali Bintang memperkenalkan Hana dengan Oma,wajahnya sangat berbeda saat bersama Hana.Oma merasa cucunya itu mencintai gadis sedehana itu,dan ternyata dugaannya selama ini benar Bintang mencintai Hana bahkan ia langsung menjadikannya istri tanpa pacaran sama sekali.


Bertahun-tahun Bintang menyembunyikan rasa cinta itu dari Hana,tapi Oma menyadari hal itu,oleh karena itu Oma memintanya menikah karena usianya sudah cukup matang untuk menikah itu salah satu alasan Oma Lina juga agar Bintang secepatnya menyatakan cintanya pada Hana,tapi gerakan mereka terlalu lambat,tapi takdir memang berkata lain mereka mungkin harus bersatu dengan kejadian-kejadian yang tidak pernah di duga.


"Semoga cinta kalian selamanya Bintang ...Hana..."doa Oma untuk Bintang dan Hana.


Opa Jaya yang melihat Oma melamun tapi tersenyum sendiri menghampirinya.


"Oma memikirkan apa sepertinya senang sekali?"Opa duduk di samping Oma.


"Oma sedang memikirkan pengantin baru itu opa"Oma tersenyum.


"Mereka pasti sedang bermesraan"tebak Opa.


"Iya Bitha juga bilang pada Oma kalau Bintang tidak malu-malu menunjukan kemesraan di depannya sungguh romantis kan Opa"Oma terlihat senang sekali.


"Oma jadi ingin melihat mereka secara langsung"Oma masih berbinar-binar.


"Kita video call saja oma mereka berdua"usul Opa.


"Boleh Opa"Oma tidak sabar melakukan video call bersama cucunya.


Sambungan video call tersambung.


...***...