MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 103 Pengumuman



Hai.... kawan semua terima kasih sudah membaca karya saya MY Idol is MY Husband, ini karya pertama saya mungkin masih belum semenarik dan sebagus karya para senior disini, terima kasih atas dukungan kalian semuanya.


Ini bab pengumuman bab terakhir dari cerita ini,dan semoga novel pertama saya ini bisa menghibur kawan 🙏🙏🙏


...***...


Bintang yang melihat itu langsung memegang tangan istrinya.


"Sayang... bangun sayang...jangan bercanda ayo bangun... "Bintang menggoyangkan badan istrinya yang tergolek lemas di atas tempat tidur.


"Bangun.... sayang bercanda mu tidak lucu bangun...."Bintang histeris.


"Bangun... sayang... bangun... setidaknya bila kamu tidak ingin bangun karena aku bangun lah karena anak kita"Bintang menagis air matanya menetes membasahi wajah Hana.


Hana melihat sekelilingnya gelap.


"Dimana ini kenapa semuanya gelap"gumam Hana di alam bawah tak sadarnya.


Hana terus berjalan dia mendengar sayup-sayup ada yang memanggil namanya. dia menghampiri suara itu. dia terus mengikuti suara tersebut dan terlihat cahaya kecil dia pun berjalan menuju cahaya kecil itu dan dia merasakan ada yang membasahi wajahnya.


Hana pun berusaha membuka matanya dilihatnya suaminya menangis air matanya menetes membasahi wajahnya.


"Sayang...."panggil Hana lemas.


Clara dan Bintang terkejut mendengar suara Hana.


"Hana Alhamdulilah "Clara bersyukur karena Hana melewati masa kritisnya.


Bintang pun bersyukur istrinya sadar kembali.


Clara pun kembali melakukan tindakan,dan asistennya pun membantu membersihkan Hana.


Dan Hana pun di bawa ke ruang perawatan bersama bayinya.


Di ruang perawatan Bintang langsung mengumandangakan adzan ditelinga kanan bayinya dan komat di telinga kirinya, Bintang lalu menatap Istrinya yang berjuang keras dalam melahirkan anaknya.


"Sayang....lihat anak kita"Bintang menatap bayinya di box bayi.


Hana tersenyum melihat suaminya bahagia.


"Hari ini kebahagiaan ku bertambah bukan hanya memenangkan kejuaraan tapi aku juga menjadi seorang ayah"kata Bintang saat menatap bayinya.


"Walau tadi aku benar-benar takut kamu pergi meninggalkan kami selamanya"Bintang menitikan air matanya.


Hana memegang tangan suaminya,dia tersenyum dan berkata.


"Sayang....selamat ya... karena menjadi juara dan selamat karena telah menjadi seorang papah, dede sampai nggak sabar mau ketemu papah nya dan ngucapin selamat ya de... sama papah"kata Hana saat melihat ke arah box bayi.


Tak lama teman-teman mereka pun masuk kedalam ruang rawat Hana. seketika ruangan. menjadi ramai.


"Selamat ya Bi... sudah jadi ayah.... laki-laki atau perempuan anak mu? "tanya Maxi.


"Ya... terima kasih anak ku laki-laki"


"Selamat ya Bi... dobel hadiah nih kayanya. kamu hehe"ucap Coach Yoga.


Bintang tersenyum.


"Habis naik podium langsung heboh tadi di arena hehe"Maxi tertawa.


"Iya... gimana nggak heboh untungnya dia benar-benar kerasanya pas Bintang sudah selesai acaranya semua, kalau pas bertanding hadeuh nggak bisa ngebayangin deh"kata Lucky.


"Iya... ya... anak mu pintar juga ya milih waktu kelahiranya Hihi"Maxi tertawa kecil.


"Mau dikasih nama apa anak mu? "tanya Maxi.


"Kemarin kita sepakat memberinya nama Angkasa"


"Kayanya penerus kamu nih Bi... soalnya lagi. hamilnya di bawa terus liat turnamen hehe"Lucky asal bicara.


Tak lama Clara masuk kedalam ruangan Hana, dia memeriksa kondisi Hana Dia menensi darah Hana lagi dan melihat kelopak bawah mata Hana.


"Darahnya sudah normal, pusing tidak? "tanya Clara.


"Tidak"jawab Hana.


"Lemas tidak"tanya Clara lagi.


"Iya... "jawab Hana.


"Bi... mohon bantuannya ya... soalnya. istri mu benar-benar harus istirahat pasca melahirkan, karena aku takut dia ngedrop lagi,jadi bila bayinya rewel kamu tolong jaga ya"


"Oooh iya"


"Memangnya tadi saat persalinan dia ngedrop? "tanya Lucky.


"Bukan ngedrop lagi hampir lewat aku juga hampir putus asa".


Pantas tadi gue dengar di luar ruangan Bintang seperti histeris,gue belum sempat nanya tadi apa yang terjadi tadi, eh... istri gue udah dateng ngejelasin. tapi gue salut sob sama elu,elu kuat mungkin itu termasuk pertolongan dari allah karena elu orang baik.


Batin Lucky.


tak lama Nina dan Lucas masuk menjenguk.Nina melihat bayi mereka dia tersenyum melihat bayi baru lahir, Lucky yang melihat hal itu iseng meledek.


"Lucu ya...Nin... nanti minta bikinin sama Lucas ya"ledek Lucky.


Clara yang mendengar hal itu gemas dan mencubit perut suaminya.


"Aw... sakit cantik "Lucky kesakitan.


Mereka yang melihat hal itu tertawa kecil.


Maxi tiba-tiba ikut bicara.


"Kalian mirip sekali sulit di bedakan apa nanti istri kalian bisa membedakan kalian? "tanya Maxi asal.


"Ya... bisalah"jawab Clara dan Nina berbarengan.


Hana yang melihat hal itu tersenyum, dia tidak menyangka sesama sodara ipar bisa kompak.


Malam nya keluarga Bintang dan keluarga Hana datang menjenguk,Mamah Bitha dan Ibu Hana sangat senang melihat cucu mereka, tak lupa mereka mengucapkan selamat pada keduanya.Bahkan Oma dan Opa pun menjenguk dirumah sakit mereka senang karena Bintang telah menjadi seorang ayah.


"Selamat ya Bi... sekarang kamu sudah menjadi seorang ayah, jaga istri dan anak mu"nasehat Oma dan Opa.


"Iya Oma Opa terima kasih".


Tak Lama bayi mereka menangis Ibu langsung menggendong cucunya menimang-nimang cucunya dan memberikannya pada Hana agar di berikan asi.


Dede bayi pun menyusu dan tertidur lagi. Tak lama mereka. semua pun kembali pulang Ayah dan Ibu menginap di rumah Bintang sedangkan Mamah dan Papah kembali ke rumah Opa.


Saat tengah malam dede bayi menangis lagi, Hana dan Bintang terbangun ternyata si dede mengompol, Hana mengangkat anaknya dari Box bayi dan Bintang yang menggantikan popoknya. setelah digantikan popok dede bayi pun di beri asi lagi oleh mamahnya.


Bintang yang melihat itu tersenyum, dia tak menyangka kalau dirinya sekarang ini telah menjadi seorang ayah berkat istri tercintanya, yang selalu sabar mendampinginya.


Dede bayi pun tertidur lagi Hana pun menaruhnya di Box bayi kembali. Hana kembali duduk di atas kasur Bintang menghampirinya dia lalu membelai wajah istrinya.


"Kenapa sayang? "Hana bingung.


"Terima kasih sayang... berkat mu aku menjadi laki-laki yang sempurna,berkat mu aku menjadi seorang papah sekarang"Katanya setengah berbisik.


"Aku sayang kamu"Bisiknya lagi.


"Aku juga sayang kamu"Hana memegang tangan suaminya.


"Terima kasih juga sayang karena kamu telah memilih aku untuk menjadi pendamping mu, hingga sekarang aku pun menjadi wanita yang sempurna menjadi seorang mamah untuk anak kita,semoga kelak kita bisa membesarkannya dengan baik dan hingga melihatnya tumbuh dewasa"


"Aamiin"Bintang pun memeluk istrinya.


Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit Hana dan bayinya pun kembali kerumah mereka,saat kembali kerumah banyak hadiah yang mereka bawa karena saat di rumah sakit yang menengok mereka bukan hanya teman dan keluarga tapi,fans Bintang, orang-orang yang telah di bantu Hana dan para tetangga kontrakan Hana dulu,termasuk keluarga dari para penculik Hana waktu itu mereka berkunjung dan memberikan hadiah untuk bayi Hana.


Mereka berterima kasih karena Hana berbaik hati menolong mereka walau Hana pernah di sakiti oleh salah satu keluarga mereka, mereka pun bercerita kalau para pelaku itu benar-benar menyesal dan bertobat saat tahu Hana banyak membantu keluarga mereka. dan bila mereka di bebaskan nanti mereka akan langsung menemui Hana untuk benar-benar meminta maaf pada Hana.


Hari berlalu Bintang menjaga Angkasa dengan baik, sudah satu bulan Bintang tidak latihan dan absen dari berbagai turnamen.


Hari ini saat mentari pagi masih malu-malu menunjukan cahayanya Bintang dan Hana mengajak Angkasa keluar untuk berjalan-jalan pagi, di rasakan udara pagi begitu sejuk hingga Angkasa pun tidur dengan nyenyak di dorongan bayinya, Bintang merasakan kesejukan embun pagi yang turun ke muka bumi ini di pagi ini.


"Sayang...."Bintang memegang tangan istrinya dan di tadahkan tangan Hana.


Hana sempat bingung kenapa suaminya melakukan ini.


"Rasakan embun pagi yang menetes"kata Bintang.


Hana pun tersenyum.


"Terasa oleh mu? "tanya Bintang.


Hana mengangguk.


"Bagaimana rasanya? "tanya Bintang yang masih memegang tangan istrinya dan di biarkan menenggadah.


"Sejuk"kata Hana lembut.


"Sejuk ya... seperti kamu yang selalu menyejukan hati semua orang terlebih hati ku"


Hana tersenyum.


Dirinya tak menyangka kalau selama ini orang yang selalu di idolakannya sekarang menjadi suaminya.


My idol is my husband.


...TAMAT...