MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 78 solusi



Hari berganti malam,semua orang telah terlelap dan masuk me dalam ruang mimpi masing-masig tapi tidak dengan dua insan yang berada satu kamar ini.


Bintang kumat lagi,Hana kehabisan tenanga untuk mencegahnya Hingga ia nekat menendang perut suaminya dengan lututnya dan berbalik menyerang kini Hana lah yang berada di atas badan Bintang Hana menahan tangan Bintang dan menekan bagian tangannya yang sakit. Bintang sempat mengerang kesakitan karena Hana menekan dengan sekuat tenaganya


"Maaf Bi...tapi ini demi kebaikan mu"Hana lalu bangun dari atas badan Bintang.


Bintang memegangi tangannya yang kesakitan. Hana duduk di meja belajarnya dan menelungkupkan kedua tangannya dan membaringkan kepalanya di atas tangannya, air matanya menetes lagi.


Bintang lalu duduk terdiam sambil memegang tangannya yang sakit, dia melihat punggung istrinya terihat gemetar.


dia pasti menangis lagi. kakak apa kau sudah menemukan solusinya agar aku tak membuatnya menangis terus.


Bintang jadi memikirkan perkataan kakaknya kemarin malam. dia jadi ingin secepatnya bertemu kakaknya untuk mencari solusi tentang rumah tangganya.


Hari berganti pagi matahari sudah menyinari teras rumah ibu,ibu sudah menyiapkan sarapan di meja makan yang kecil mereka pun sarapan bersama, pagi ini semua berkumpul ada ayah, ibu dan juga kak Aslan yang tidak berangkat kerja hari ini karena akan mengantar adiknya dan suaminya kembali ke kota.


Selesai sarapan dan mengobrol sebentar Hana dan Bintang pun pamit untuk kembali ke kota, Mobil pun berjalan degan kecepatan sedang,Hana dan Bintang terdiam,Bintang terdiam memikirkan solusi apa yang akan di berikan kakanya, sedangkan Hana terdiam memikirkan kenapa akhir-akhir ini suaminya menjadi buas hingga dia nekat menyakiti suaminya semalam.


Hana memandang tangan Bintang yang semalam dia tekan dengan keras.


Apa tangannya baik -baik saja? .


Hana khawatir dengan perbuatannya semalam takut memperparah keadaan suaminya.


Mobil pun tiba di rumah Oma, Aslan tidak mampir karena harus memburu waktu, karena harus bekerja esok hari. dr.Akam yang tahu adiknya telah sampai langsung mengajak Bintang keluar tanpa Hana.


"Hana maaf kakak mengajak Bintang sebentar ada urusan yang harus diurus,tidak apa-apa kan? "kata dr. Akam.


Dan Hana hanya mengangguk saja.


"Masuk lah ke kamar dan istirahat aku pergi sebentar dengan kakak"kata Bintang lembut.


Hana pun menuruti suaminya.,dilihat nya dari jendela kamar Bintang, mobil yang membawanya pun menghilang dari depan gerbang.


"Dari kemarin kak Akam bilang urusan-urusan terus urusan apa yang di maksud ya? "Hana penasaran.


...***...


Hari berganti malam Bintang dan dokter Akam belum juga kembali,Hana cemas dia menelpon Bintang dan Bintang bilang urusannya belum selesai hanya itu yang dikatakannya,tapi itu tidak bisa mengobati rasa penasarannya.


Tak lama mobil kak Akam pun tiba di halaman rumah,Hana lalu berlari turun tangga dan keluar rumah menyambut suaminya, Bintang yang turun dari mobil langsung menghampirinya dan mengecup kening istrinya.


"Kau menunggu ku? "tanya nya lembut.


Hana hanya mengangguk.


"Ayo kekamar bantu aku siap-siap"Bintang mengajak istrinya ke kamar.


Hana mengikuti langkah suaminya.


saat di kamar Hana bertanya.


"Siap-siap untuk apa? "Hana bingung.


Bintang yang sedang membuka lemari dengan berat hati harus mengatakan pada istrinya.


"Aku akan kembali ke asrama"dengan berat hati ia mengatakan hal itu.


"Apa!? "Hana terkejut


"Kembali ke asrama kenapa mendadak sekali? "tanyanya penasaran.


"Sayang bila di asrama kondisi aku bisa dipantau oleh tim medis dan pelatih,sejauh mana tahap penyembuhannya"Bintang membelai pipi istrinya.


"Tapi kenapa harus malam ini juga tidak bisa menunggu besok? "suara Hana terdengar serak dia menangis lagi.


"Hei... jangan menangis aku hanya tinggal di asrama kamu bisa menemui ku kapan saja semua orang tahu kau itu istri ku sekarang"Bujuk Bintang.


Hana memeluk Bintang.


"Apa kau marah karena aku menyakiti tangan mu semalam? "tanya Hana saat memeluk suaminya.


"Sayang... ini demi kebaikan kita,bersabarlah tunggu aku,dan aku pasti kembali"Bintang memeluk Hana.


Hana pun membantu Bintang berkemas, Bintang pun berpamitan pada istrinya dan pada oma dan juga mamahnya. dengan berat hati Hana melepaskan suaminya tinggal di asrama atlet.


Mobil berjalan Hana berlari mengikuti mobil sampai ke arah gerbang. Bintang melihat istrinya dia sedih tapi ini semua pilihan terbaik untuk dirinya.


"Fokus kan diri mu untuk penyembuhan,jagan khawatirkan istrimu, dia akan baik-baik saja"dokter Akam mengingatkan.


Flash back.


Siang itu dr.Akam mengajak Bintang bertemu coach Yoga,untuk membicarakan sesuatu.


"Kak apa kakak sudah menemukan solusinya?"tanya Bintang penasaran.


"Ya... aku sudah membicarakannya dengan coach mu"


"Kakak cerita masalah ku pada coach?"Bintang terkejut.


"Ya... agar dia faham kondisi anak didiknya sekarang seperti apa"


"Aduh... kakak"Bintang menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.


"Tidak perlu malu Bi... itu semua wajar kamu kan pria normal"


Wajah Bintang merah seperti buah tomat karena malu.


Bintang sempat mengeluh sakit di tangannya,dr.Akam sempat bertanya apa yang terjadi hingga tangannya sakit lagi,dan Bintang pun menceritakan kejadiannya.


"Astagfirullah Bintang... "coach Yoga dan dr. Akam beristigfar bersama-sama.


"Hari ini tangan mu,besok-besok bisa kaki mu dipatahkan oleh istrimu sangking kesalnya dia"dr. Akam sewot karena kesal dengan tingkah laku adiknya sendiri.


Bintang terdiam mendengar omelan kakaknya.


"Sekarang begini saja,kamu untuk sementara tinggal di asrama, disana ada tim medis dan coach juga yang akan memantau perkembangan mu"dr. Akam masih sewot.


"Tinggal di asrama? "Bintang bingung.


"Iya untuk sementara waktu kamu harus dipisahkan dulu dengan istri mu karena berbahaya kalau di biarkan terlalu lama"dr.Akam masih sewot.


"Tapi aku harus membicarakannya dengan istri ku dulu kak"Bintang protes.


"Tidak perlu karena kalau di bicarakan nanti kamu malah berat meninggalkan istri mu"


"Hah... meninggalkan istri ku? "Bintang terkejut.


"Maksud kakak mu bukan meninggalkan untuk berpisah"


"Apa jadi kakak dan coach ingin memisahkan aku dengan istri ku begitu"Bintang protes lagi.


"Bukan begitu maksud kami bodoh...."dr. akam kesal.


"Hadeuh susah menjelaskannya"dr. Akam gereget dengan adiknya.


"Begini maksud kakak mu Bi... untuk sementara kamu tinggal di asrama dulu memisahkan diri mu dari istri mu karena kalau terus bersama cidera mu tak akan kunjung sembuh karena gelora dalam dada mu yang menginginkan istri mu utuh"coach yoga menjelaskan perlahan agar Bintang mengerti.


"Secepatnya kamu kembali ke asrama itu. lebih baik untuk kalian, terutama istri mu apa kamu tega selalu melihat nya menangis"


Bintang menggeleng.


"Nah bila di asrama kamu bisa di awasi tim medis dan melakukan latihan yang dipantau oleh coach dan tim medis juga,bila kamu cepat sembuh kamu juga akan lekas memiliki istri mu secara utuh lahir batin"penjelasan Coach Yoga benar-benar hebat hingga langsung di setujui oleh Bintang.


dr. Akam sendiri pun salut dengan penjelasan coach yoga dia tidak menyangka kata-kata coach yoga begitu tertata rapih dan meyakinkan.


Flash Back off.


...***...