
Lucky memalingkan wajahnya dari Hana.
"Luc... Lucky"Hana menegur sahabatnya yang bersikap aneh hari ini.
Bintang menghampiri Lucky dan merangkulnya Lucky menangis dia menangis mengingat kejadian malam itu saat dia menemukan Hana begitu mengemaskan di sisi sungai, mengingat dia sendiri pun jadi saksi bagaimana Bintang kerepotan saat dirinya mengamuk karena trauma. air mata yang ia tahan sejak malam itu akhirnya tumpah juga saat melihat sahabatnya sekarang sudah kembali seperti semula.
Lucky mengusap air matanya yang sudah menetes di pipinya, dia lalu memasang senyum cerianya pada sahabatnya.
Hana yang melihat sahabatnya meneteskan air mata sangat kebingungan,dia melihat ke arah Dini, Dini mengelus-elus pundak Hana.
"Dia senang karena kamu sudah kembali seperti biasanya kawan"kata Dini.
"Jangan pernah itu terjadi lagi sobat....saat gue nemuin elu di sisi sungai dengan keadaan seperti itu gue sendiri bingung harus kasih kabar gimana sama suami lu".
"Aku juga nggak ingin ini semua terjadi,tapi aku beruntung karena punya sahabat dan suami yang setia sepertinya dan seperti kalian berdua"
Dini dan Lucky memeluk Hana begitu juga Bintang.
Lucky bertanya bagaimana Hana bisa ada disungai, Hana pun bercerita,mungkin itu adalah bentuk pertolongan allah karena saat dirinya mampu melarikan diri dari tahanan penculikan itu dirinya dekejar sekawanan penculik tapi entah kenapa saat dia berlari dirinya terperosok ke dalam jurang, tapi anehnya dia terperosok tanpa harus nyangkut di pohon atau membentur batu dirinya langsung jatuh ke dalam sungai yang airnya dingin dan aliran sungai membawanya ke tepi sungai sampai Lucky dan tim pencari menemukannya.
Luka yang di dapati Hana itu semua murni karena bekas pukulan orang-orang itu bukan karena dia jatuh kesungai, dan lebih ajaib lagi kandungannya baik-baik saja setelah semua yang dia alami.
...***...
Lucky pun bercerita kalau Lucas dan calon istrinya pun menghawatirkan Hana setelah tahu kejadian itu, Hana terkejut saat mendengar Lucas telah mempunyai calon istri.
"Siapa calon istrinya?"tanya Hana penasaran.
"Ah... elu juga kenal kok"Lucky sudah bersikap santai seperti biasnya.
"Ya... siapa? "Hana penasaran.
"Kalo nggak salah namanya Nina".
"Hah... Nina"Hana dan Bintang kaget berbarengan.
"Eh... buset suami istri kompak bener kagetnya".
"Pantas dia selalu membawa Nina kemana-mana ternyata.... "Gumam Hana.
"sayang.... berbahagialah sebentar lagi teman baik kita akan menikah"Bintang merangkul Hana.
"Hehe aku bahagia kok sayang... "Hana tersenyum.
Mamah dan papah senang melihat Hana yang kembali normal.
Dokter datang memeriksa Hana, dokter menjelaskan Hana memang sudah sembuh tapi kemungkinan trauma masih bisa di rasakan apa bila melihat dan bertemu dengan para pelaku,Hana masih harus di terapi untuk kesembuhan totalnya tepatnya untuk bisa mengatasi rasa traumanya.
"Baik dok... tapi apa istri saya bisa menghadiri persidangan nanti, pasti dia akan bertemu dengan para pelaku itu".
"Ya... oleh karena itu istri anda harus menjalani terapi agar dia tidak gelisah saat melihat para pelaku di persidangan nanti".
"Ya... dok... saya bersedia di terapi,bagimana pun saya harus menghadiri persidangan nanti karena saya adalah saksi kunci dalam kasus ini"
"Anda semangat betul Nona pasti anda akan cepat sembuh total"dokter memberikan semangat.
"Terimakasih dok,jadi kapan istri saya akan mulai terapinya? "tanya bintang.
"Melihat kemajuan Nona saat ini besok dia sudah bisa di terapi"
"Tapi apa para pelaku sudah tertangkap? "tanya Hana pada Bintang.
"Sudah Hana para pelaku yang melakukan kekerasan pada mu mereka semua sudah tertangkap begitu pun dengan wanita yang menyuruh mereka, semalam semuanya telah di masukan kedalam penjara,tinggal menunggu persidangan untuk menentukan masa hukuman"papah memberitahu.
"Oooo begitu"Hana terlihat bengong.
"Sayang... kenapa bengong? "tanya Bintang.
"Eh... tidak sayang aku tidak apa-apa jangan cemas ya"Hana tersenyum pada Bintang.
"Jangan takut aku selalu ada disamping mu"Bintang merangkul istrinya.
"Iya... sayang terima kasih"Hana menoleh dan tersenyum padanya.
"Baik saya permisi dulu,saya yakin nona pasti cepat sembuh karena anda selalu mendampinginya tuan"dokter memberitahu Bintang.
"Ya dok terima kasih"Bintang mengucapkan terima kasih.
Saat dokter meninggalkan ruangan Papah dan Mamah pun pamit pulang. saat kedua orang tua Bintang pulang Hana langsung heboh ingin menelpon Lucas,dia ingin tahu bagaimana dia bisa menyatakan cinta pada Nina karena setahu dia Lucas orang yang kaku.
"Sayang... kenapa kamu penasaran sekali dengan urusan cinta orang"Bintang protes.
"Tapi itu tidak baik sayang itu sama saja kamu mencampuri urusan orang lain"
"Dia bukan orang lain sayang dia teman ku"Hana gemas dengan suaminya.
"Iya... iya aku tahu dia teman mu sahabat mu"
Mereka akhirnya berdebat, Lucky dan Dini pusing sendiri melihatnya, hingga akhirnya Lucky melakukan video call dengan saudara kembarnya.
"Hai... Lu... ada kabar baik untuk mu Hana sudah sembuh ingatan nya sudah kembali"Lucky mengarahkan kamera ke arah Hana dan Bintang.
Bintang dan Hana melambaikan tangan mereka.
"Hana... syukurlah kamu sudah sembuh kawan"Lucas terkejut dan bersyukur.
"Aku sangat terkejut mendengar berita mu, Nina malah menangis mendengar berita buruk menimpa mu"
"Apa kau bersama Nina? "Hana penasaran.
"Dia ada di depan mejanya aku sedang di dapur"Lucas nampak tak bersemangat.
"Hei... kenapa wajah mu seperti itu"Hana bingung.
"Kau ingin bicara dengannya? "wajah Lucas masih nampak kurang semangat.
"Apa kalian bertengkar? "Hana penasaran.
"Tidak hanya saja dia jadi kaku pada ku setelah aku melamarnya"
"Kok begitu? "Hana Bingung.
Dini dan Lucas langsung ikut nimbrung video callan.
"Ya... jadi saat aku melamar dia,entah kenapa dia diam saja belum memberikan jawaban dia malah sempat tidak masuk kerja selama beberapa hari, aku lebih baik di tolak dari pada di diami seperti ini,mangkanya aku malas bertemu dengannya, tapi dia pasti senang bila melihat mu sudah sembuh, aku akan ke mejanya sebentar".
Lucas berjalan ke meja Nina. Wajahnya nampak malas melihat Nina Lucas lalu memberikan ponselnya pada Nina,dan Lucas pun segera pergi kembali ke dapur.
"Hana"ucap Lucas singkat.
Nina menerima ponsel Lucas,dia tersenyum bahagia melihat Hana yang ada di video call tersebut.
"Nona... anda sudah sembuh? "Nina terkejut.
"Ya... begitulah... "Hana tersenyum.
"Bagimana kabar mu? "tanya Hana.
"Baik Nona aku baik-baik saja"Nina tersenyum semangat.
Hana sebenarnya ingin menayakan perasaan Nina pada Lucas tapi dia melihat ke arah suaminya yang berwajah kurang enak dipandang jadi dia mengurungkan niatan tersebut.
"Baik lah Nina maaf menggangu waktu kerja mu, sampai kan salam ku pada Lucas"Hana pun mengakhiri panggilan video call tersebut.
Lucky sebenarnya penasaran dengan hubungan saudara kembarnya dengan wanita tersebut.
"Itu anak gimana ya menyatakan cinta sama itu cewe, pasti caranya kaku deh mangkanya ntu cewe jadi dingin sama dia"Lucky gemas sendiri.
Hana diam tak ingin berkomentar takut suaminya marah karena mencampuri urusan percintaan sahabatnya.
"Ya... elu kasih saran buat dia gimana caranya menyatakan cinta biar kesannya baik dan nggak kaku"ucap Dini.
"Nanti dah gue ajarin dia,dah yuk balik gue masih harus kerja"Lucky mengajak Dini pulang.
"Yuk... aku juga rindu anak ku"Dini pun berdiri dari bangku.
Mereka pun berpamitan pada Bintang dan Hana.
Lucky dan Dini telah meninggalkan ruangan Hana, Bintang langsung merabahkan dirinya di atas sofa. Hana yang melihat itu langsung menghampiri suaminya,Bintang cemberut.
"Sayang....maafkan aku karena membuat mu kesal, aku janji tidak akan mencampuri urusan percintaan siapa pun kecuali urusan cinta kita"Hana menunduk.
Bintang langsung menarik tangan istrinya hingga dia jatuh dia atas badannya di belainya wajah itu.
"Jangan begitu lagi, tapi terimakasih karena kamu sangat mengerti aku, kamu tidak menanyakan dan mencampuri urusan mereka saat kamu tahu aku tidak menyukainya"Bintang pun memeluk tubuh istrinya.
Lantas bagaimana awalnya Lucas menyatakan Cinta pada Nina dan kenapa Nina jadi dingin dengan Lucas setelah dia menyatakan cintanya pada Nina.
Itulah yang menjadi pertanyaan dari isi kepalanya Hana dan kawan-kawannya,dapatkan mereka bersatu seperti kisah cinta mereka bertiga.
...***...